Kamis, 19 Juli 2018 | 20:40 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Pakar: Facebook harus ungkap motif penggunaan data

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri sidang Kongres Amerika Serikat terkait kebocoran data 87 juta pengguna Facebook. (REUTERs/Aaron P. Bernstein). Sumber foto: https://bit.ly/2GWdszb
CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri sidang Kongres Amerika Serikat terkait kebocoran data 87 juta pengguna Facebook. (REUTERs/Aaron P. Bernstein). Sumber foto: https://bit.ly/2GWdszb
<p>Pakar keamanan siber, Doktor Pratama Persadha menyatakan, manajemen Facebook di hadapan DPR RI harus mengungkap motif pencurian data milik warganet Indonesia.</p><p>"Yang tidak kalah penting adalah 1.096.666 data pengguna Facebook yang bocor ke Cambridge Analytica digunakan oleh siapa dan untuk apa saja?," kata Pratama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4) pagi.</p><p>Pratama yang juga Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), berharap pengelola Facebook menyebutkan sejumlah pihak pengembang aplikasi yang terlibat.</p><p>Menurutnya, baik aparat kepolisian maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bisa meminta penjelasan lebih jauh kepada manajemen Facebook, terutama terkait dengan keamanan data pengguna Facebook.</p><p>"Apakah Facebook telah memberikan pintu yang terlalu besar kepada pihak pengembang aplikasi dalam mengambil data penggunanya?," ujar Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas Direktur Pengamanan Sinyal Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang kini menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu.</p><p>Selain itu, dalam pertemuan antara DPR RI dan Facebook, masyarakat Indonesia juga mengetahui kebocoran data oleh pengembang aplikasi lainnya. Hal ini, menurut Pratama, terbuka lebar. Dalam kasus Cambridge Analytica, misalnya, kata dia, munculnya karena pengakuan oleh mantan pegawai.</p><p>"Dalam pertemuan antara DPR RI dan Facebook, perlu pula menanyakan bagaimana upaya Facebook mengetahui upaya-upaya dari pengembang yang lain yang telah mengambil data pengguna Facebook," tandas Pratama, kepada Kantor Berita <i>Antara</i>.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:39 WIB

Menteri PPN/Bappenas soroti rokok pembentuk garis kemiskinan

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:28 WIB

Menlu verifikasi WNI terduga teroris di Malaysia

Bencana Alam | 19 Juli 2018 - 20:18 WIB

Malang diguncang gempa 5,8 SR

Asia Pasific | 19 Juli 2018 - 20:09 WIB

Polisi Malaysia tangkap tujuh teroris berisi tiga WNI

Pembangunan | 19 Juli 2018 - 19:57 WIB

INKA siap tingkatkan produksi LRT

Sosbud | 19 Juli 2018 - 19:49 WIB

Kejatisu-IAD lakukan baksos bersama anak panti asuhan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com