Pakar: Facebook harus ungkap motif penggunaan data
Jumat, 13 April 2018 - 09:14 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
CEO Facebook, Mark Zuckerberg saat menghadiri sidang Kongres Amerika Serikat terkait kebocoran data 87 juta pengguna Facebook. (REUTERs/Aaron P. Bernstein). Sumber foto: https://bit.ly/2GWdszb

Pakar keamanan siber, Doktor Pratama Persadha menyatakan, manajemen Facebook di hadapan DPR RI harus mengungkap motif pencurian data milik warganet Indonesia.

"Yang tidak kalah penting adalah 1.096.666 data pengguna Facebook yang bocor ke Cambridge Analytica digunakan oleh siapa dan untuk apa saja?," kata Pratama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4) pagi.

Pratama yang juga Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), berharap pengelola Facebook menyebutkan sejumlah pihak pengembang aplikasi yang terlibat.

Menurutnya, baik aparat kepolisian maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bisa meminta penjelasan lebih jauh kepada manajemen Facebook, terutama terkait dengan keamanan data pengguna Facebook.

"Apakah Facebook telah memberikan pintu yang terlalu besar kepada pihak pengembang aplikasi dalam mengambil data penggunanya?," ujar Pratama yang pernah sebagai Pelaksana Tugas Direktur Pengamanan Sinyal Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang kini menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu.

Selain itu, dalam pertemuan antara DPR RI dan Facebook, masyarakat Indonesia juga mengetahui kebocoran data oleh pengembang aplikasi lainnya. Hal ini, menurut Pratama, terbuka lebar. Dalam kasus Cambridge Analytica, misalnya, kata dia, munculnya karena pengakuan oleh mantan pegawai.

"Dalam pertemuan antara DPR RI dan Facebook, perlu pula menanyakan bagaimana upaya Facebook mengetahui upaya-upaya dari pengembang yang lain yang telah mengambil data pengguna Facebook," tandas Pratama, kepada Kantor Berita Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 18 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Situs dagang Bukalapak membenarkan ada peretas yang berusaha menembus situs merek...
Senin, 18 Maret 2019 - 14:24 WIB
Elshinta.com -Seorang peretas asal Pakistan mengklaim mencuri data sekitar ratusan juta akun da...
Kamis, 14 Maret 2019 - 14:18 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, aplikasi JakEVO milik Pemerintah Prov...
Kamis, 14 Maret 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com -Aplikasi berkirim pesan WhatsApp terkena imbas gangguan Facebook dan Instagram ya...
Rabu, 13 Maret 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Layanan Google sempat mengalami gangguan untuk Gmail, Drive, Hangouts dan G...
Selasa, 12 Maret 2019 - 13:05 WIB
Elshinta.com -Aplikasi perpesanan populer milik Facebook, WhatsApp, mengingatkan seluruh penggu...
Sabtu, 02 Maret 2019 - 12:14 WIB
Elshinta.com - Operator TikTok, yang sebelumnya dikenal dengan Musical.ly, harus membayar ...
Jumat, 15 Februari 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan aplikasi SehatPedia, yang menc...
Kamis, 14 Februari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mensosialisasikan aplikasi lam...
Rabu, 13 Februari 2019 - 21:46 WIB
Elshinta.com -Pengguna Instagram di seluruh dunia menemukan kenyataan bahwa jumlah pengikut mer...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)