Minggu, 16 Desember 2018 | 16:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Mahyudin: Bubar tidaknya Indonesia tergantung rakyat

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin (Biro Humas MPR RI). Sumber foto: https://bit.ly/2HxkRGa
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin (Biro Humas MPR RI). Sumber foto: https://bit.ly/2HxkRGa
<p>Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengatakan, bubar atau tidaknya Indonesia tergantung pada rakyat negara ini sendiri.</p><p>"Oleh karena itu, MPR terus menyosialisasikan Empat Pilar MPR kepada masyarakat agar negara ini tetap utuh," katanya saat menjadi pembicara pada Seminar Motivasi "Kami Indonesia" yang diikuti mahasiswa dan dosen Universitas Balikpapan, di Gedung Kesenian Balikpapan, Kamis (12/4).</p><p>Ia pun mengingatkan sejarah Nusantara yang akhirnya dikuasai asing bukan karena kehebatan bangsa asing, tetapi disebabkan tidak ada persatuan bahkan saling menjatuhkan. Hal sama pun terjadi pada awal-awal kemerdekaan.</p><p>"Bung Karno bilang jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," kata politikus Partai Golkar asal Kalimantan itu, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Mahyudin menyebut, ada sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa ini agar tetap utuh, baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam di antaranya terkait dengan pemahaman agama yang sempit yang berimbas pada sikap mempertentangkan kembali agama dengan Pancasila, eksploitasi agama untuk kepentingan politik, hingga aksi kekerasan.</p><p>Tantangan lainnya adalah berkurangnya penghargaan atas kebinekaan dan kemajemukan serta primordialisme yang masih kuat. Selain itu juga masih terjadi pengabaian kepentingan daerah di satu sisi dan penguatan fanatisme kedaerahan di sisi yang lain.</p><p>Sementara tantangan dari luar di antaranya adalah ideologi transnasional dan perang asimetris sebagai dampak dari globalisasi.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

<p>Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengatakan, bubar atau tidaknya Indonesia tergantung pada rakyat negara ini sendiri.</p><p>"Oleh karena itu, MPR terus menyosialisasikan Empat Pilar MPR kepada masyarakat agar negara ini tetap utuh," katanya saat menjadi pembicara pada Seminar Motivasi "Kami Indonesia" yang diikuti mahasiswa dan dosen Universitas Balikpapan, di Gedung Kesenian Balikpapan, Kamis (12/4).</p><p>Ia pun mengingatkan sejarah Nusantara yang akhirnya dikuasai asing bukan karena kehebatan bangsa asing, tetapi disebabkan tidak ada persatuan bahkan saling menjatuhkan. Hal sama pun terjadi pada awal-awal kemerdekaan.</p><p>"Bung Karno bilang jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," kata politikus Partai Golkar asal Kalimantan itu, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Mahyudin menyebut, ada sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa ini agar tetap utuh, baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam di antaranya terkait dengan pemahaman agama yang sempit yang berimbas pada sikap mempertentangkan kembali agama dengan Pancasila, eksploitasi agama untuk kepentingan politik, hingga aksi kekerasan.</p><p>Tantangan lainnya adalah berkurangnya penghargaan atas kebinekaan dan kemajemukan serta primordialisme yang masih kuat. Selain itu juga masih terjadi pengabaian kepentingan daerah di satu sisi dan penguatan fanatisme kedaerahan di sisi yang lain.</p><p>Sementara tantangan dari luar di antaranya adalah ideologi transnasional dan perang asimetris sebagai dampak dari globalisasi.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com