Korban tewas kasus miras oplosan bertambah
Elshinta
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Korban tewas kasus miras oplosan bertambah
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Jumlah korban tewas akibat kasus miras oplosan bertambah dari 82 orang menjadi 89 orang, kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (13/4).</p><p>"Bertambah tujuh orang (tewas) di Jabar. Awalnya di Jabar 51 tewas, sekarang jadi 58 orang," ungkapnya.</p><p>Sementara di wilayah DKI Jakarta tidak ada penambahan jumlah korban tewas. "Di DKI masih 31 korban tewas," katanya.</p><p>Setyo mengatakan, dari hasil investigasi yang dilakukan Polda Jabar, bahwa di sebuah rumah di Kabupaten Bandung, ditemukan ruang bawah tanah yang diduga digunakan untuk meracik miras oplosan. Selain untuk meracik miras oplosan, ruangan tersebut juga digunakan untuk mengemas minuman haram tersebut.</p><p>Polisi pun masih menyelidiki dugaan adanya jaringan dalam peredaran miras oplosan yang berdasarkan hasil uji laboratorium mengandung cairan metanol ataupun etanol itu.</p><p>Polri, melalui Operasi Cipta Kondisi tengah gencar menggelar razia miras ilegal. Hal tersebut merupakan perintah Wakapolri Komjen Pol Syafruddin yang menargetkan Indonesia terbebas dari miras ilegal sebelum bulan suci Ramadhan. "Perintah Wakapolri kepada seluruh kapolda untuk melakukan operasi miras ilegal. Kalau (menjual miras) tanpa izin BPOM, akan ditindak," katanya. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pimpinan KPK Dilaporkan ke Polri, Baru BW yang Tersangka
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Ronny Franky Sompie mengakui, dari semua Pimpinan KPK ya...
Jokowi Harus Segera Terbitkan SK Tim Tujuh
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
Presiden RI Joko Widodo diminta segera menerbitkan SK terkait tim tujuh untuk efektivitas dalam mela...
Pesawat Air Asia Surabaya-Singapura Hilang Kontak
Kamis, 15 November 2018 - 00:00 WIB
Pesawat Air Asia diduga hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada Minggu (...
Warga negara Indonesia diimbau tidak kunjungi Suriah
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Kementerian Luar Negeri mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk tida...
Musim kemarau, waspadai daerah-daerah rentan karhutla
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menghadapi musim kemarau tahun 2018, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaik...
DPR: Pemerintah awasi peredaran uang jelang pilkada
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah terus mengawasi peredaran uang menjelang Pemilihan ...
KPK kembali panggil saksi untuk tersangka Emirsyah
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi su...
Menkumham: 16 tahanan Labuhan Bilik belum ditemukan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan 16 tahanan yang kabur dari ...
Kemenperin dongkrak tingkat inovasi Indonesia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga menyampaikan salah satu pendorong keberhasilan dalam upaya mengimple...
Hasil munas ulama PPP belum putuskan cawapres
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan yang diselenggarakan di Semarang, ...