Warga Malaysia dideportasi karena kasus narkoba
Elshinta
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Warga Malaysia dideportasi karena kasus narkoba
Sumber Foto: https://bit.ly/2GWaHC0
<p>Dua warga Malaysia dipulangkan ke negara asalnya (dideportasi) setelah sempat tertangkap terkait kasus narkoba di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.</p><p>"Dua warga Malaysia itu tidak cukup alat bukti dalam kasus narkoba sehingga pihak kepolisian menyerahkan kepada kami untuk proses pemulangan, bahkan kami lakukan pencekalan untuk dua warga asing itu," kata Kepala Imigrasi Putussibau, Dios yang ditemui di Putussibau, Kapuas Hulu, Jumat (13/4).</p><p>Ia menjelaskan dua orang warga Sarawak Malaysia tersebut masing-masing bernama Sabai (43) dan Bana (17).&nbsp;Dios mengungkapkan, kedua orang asing itu melanggar Undang-Undang nomor 6 Tahun 2011 Tetang Keimigrasian, Pasal delapan dan sembilan.&nbsp;"Orang asing itu masuk tidak melalui pintu pemeriksaan Imigrasi dan tidak memiliki dokumen resmi," ungkap Dios.</p><p>Tidak hanya itu, Sabai dan Bana juga dijatuhi sanksi dicekal selama enam bulan, tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia.&nbsp;Sabai dan Bana tertangkap bersama Ronaldo di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Badau. Ronaldo saat ini menjalani proses hukum karena terbukti menggunakan serta mengedarkan narkoba jenis sabu.</p><p>Dalam proses deportasi itu, pihak Imigrasi Putussibau akan mengantarkan langsung kedua orang asing asal Malaysia kepada pihak Imigrasi negara yang bersangkutan melalui Pos Lintas Batas Negara di Kecamatan Badau wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Abraham Samad: Kasus Century ujian terbesar KPK
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan kasus dugaan korupsi talang...
Wartawan Gaza berjuang beberkan kebenaran kendati nyawa terancam
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Wartawan Palestina baru-baru ini menyadari mereka telah menjadi sasaran tentara Israel saat mereka m...
Pengamat: Mandat Gerindra pada Prabowo tidak mutlak
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Terkait hasil Rakornas Partai Gerindra yang memandatkan Prabowo Subianto maju dalam ajang Pemilihan ...
Warga Malaysia dideportasi karena kasus narkoba
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dua warga Malaysia dipulangkan ke negara asalnya (dideportasi) setelah sempat tertangkap terkait kas...
Najib Razak: Parlemen dibubarkan besok
Jumat, 06 April 2018 - 06:17 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, mengatakan, Parlemen akan dibubarkan Sabtu besok (7/4), untuk...
65 juta orang di Asia Tenggara berisiko jatuh miskin
Kamis, 05 April 2018 - 06:20 WIB
Direktur Regional organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk Asia Tenggara, Poonam Khetrapal Singh menga...
Indonesia dorong pengembangan UMKM di forum ASEAN
Kamis, 05 April 2018 - 06:20 WIB
Indonesia mendorong isu pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan perancangan kebijakan yan...
Kakorlantas Polri mulai pantau jalur mudik
Rabu, 04 April 2018 - 06:00 WIB
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa, Rabu (4/4), meninjau kesiapan jalur mudik. Pantauan akan ...
Kakorlantas Polri pantau jalur mudik
Rabu, 04 April 2018 - 06:00 WIB
Kakorlantas Polri, Irjen Polisi Royke Lumowa saat melakukan peninjauan jalur mudik di ruas tol Jawa ...
Puluhan rumah kongsi TKI terbakar, satu orang tewas
Selasa, 27 Maret 2018 - 06:17 WIB
Puluhan rumah kongsi atau tempat tinggal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Cyberjaya 9, Putrajaya, Mal...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV