Senin, 17 Desember 2018 | 01:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Dinkes: DBD di Mataram tercatat 30 kasus

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sejak Januari sampai saat ini tercatat 30 kasus atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2017.</p><p>"Jumlah kasus DBD tahun ini relatif menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai dua kali lipat dan belum ada kasus kematian," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat (13/4).</p><p>Sebanyak 30 kasus tersebut rata-rata menyerang anak yang berusia di bawah 15 tahun dan sempat menjalani rawat inap, namun sekarang kondisinya hampir semua sudah sehat, karena masih ada yang dalam tahap pemulihan.&nbsp;Menurutnya, jika melihat jumlah kasus DBD dalam beberapa bulan terakhir ini cenderung menurun, dibandingkan dengan kasus per bulan di tahun 2017.</p><p>Hal itu, katanya, karena didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap rumah tangga.&nbsp;Apalagi, penanganan sampah yang menjadi salah satu sarang jentik nyamuk sudah bisa tertangani baik dengan adanya program penanganan sampah rumah tangga menggunakan kendaraan roda tiga.&nbsp;"Jadi sampah-sampah rumah tangga diangkut setiap hari, sehingga lingkungan warga setiap hari bersih dan meminimalkan munculnya jentik nyamuk," katanya.</p><p>Lebih jauh Usman menyebutkan, hingga saat ini enam kelurahan di Mataram masih steril dari kasus DBD. Kelurahan itu dinyatakan steril dari kasus DBD, karena dari Januari 2017 sampai saat ini belum ada satu warga di enam kelurahan tersebut yang terkena penyakit DBD atau menyerupai DBD.&nbsp;"Keberhasilan enam kelurahan itu salah satunya karena tingginya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sejak Januari sampai saat ini tercatat 30 kasus atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2017.</p><p>"Jumlah kasus DBD tahun ini relatif menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai dua kali lipat dan belum ada kasus kematian," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat (13/4).</p><p>Sebanyak 30 kasus tersebut rata-rata menyerang anak yang berusia di bawah 15 tahun dan sempat menjalani rawat inap, namun sekarang kondisinya hampir semua sudah sehat, karena masih ada yang dalam tahap pemulihan.&nbsp;Menurutnya, jika melihat jumlah kasus DBD dalam beberapa bulan terakhir ini cenderung menurun, dibandingkan dengan kasus per bulan di tahun 2017.</p><p>Hal itu, katanya, karena didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap rumah tangga.&nbsp;Apalagi, penanganan sampah yang menjadi salah satu sarang jentik nyamuk sudah bisa tertangani baik dengan adanya program penanganan sampah rumah tangga menggunakan kendaraan roda tiga.&nbsp;"Jadi sampah-sampah rumah tangga diangkut setiap hari, sehingga lingkungan warga setiap hari bersih dan meminimalkan munculnya jentik nyamuk," katanya.</p><p>Lebih jauh Usman menyebutkan, hingga saat ini enam kelurahan di Mataram masih steril dari kasus DBD. Kelurahan itu dinyatakan steril dari kasus DBD, karena dari Januari 2017 sampai saat ini belum ada satu warga di enam kelurahan tersebut yang terkena penyakit DBD atau menyerupai DBD.&nbsp;"Keberhasilan enam kelurahan itu salah satunya karena tingginya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com