Sabtu, 21 April 2018

Dinkes: DBD di Mataram tercatat 30 kasus

Jumat, 13 April 2018 15:34

ilustrasi. Foto: Elshinta.com ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ayo berbagi!

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sejak Januari sampai saat ini tercatat 30 kasus atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2017.

"Jumlah kasus DBD tahun ini relatif menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai dua kali lipat dan belum ada kasus kematian," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat (13/4).

Sebanyak 30 kasus tersebut rata-rata menyerang anak yang berusia di bawah 15 tahun dan sempat menjalani rawat inap, namun sekarang kondisinya hampir semua sudah sehat, karena masih ada yang dalam tahap pemulihan. Menurutnya, jika melihat jumlah kasus DBD dalam beberapa bulan terakhir ini cenderung menurun, dibandingkan dengan kasus per bulan di tahun 2017.

Hal itu, katanya, karena didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam setiap rumah tangga. Apalagi, penanganan sampah yang menjadi salah satu sarang jentik nyamuk sudah bisa tertangani baik dengan adanya program penanganan sampah rumah tangga menggunakan kendaraan roda tiga. "Jadi sampah-sampah rumah tangga diangkut setiap hari, sehingga lingkungan warga setiap hari bersih dan meminimalkan munculnya jentik nyamuk," katanya.

Lebih jauh Usman menyebutkan, hingga saat ini enam kelurahan di Mataram masih steril dari kasus DBD. Kelurahan itu dinyatakan steril dari kasus DBD, karena dari Januari 2017 sampai saat ini belum ada satu warga di enam kelurahan tersebut yang terkena penyakit DBD atau menyerupai DBD. "Keberhasilan enam kelurahan itu salah satunya karena tingginya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar