Jumat, 20 Juli 2018 | 02:20 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Website pemerintah Korut bermasalah, peretas pun bebas serang pemerintah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Sebuah laman website yang dikelola pemerintah Korea Utara mengalami gangguan, akibatnya para pengguna media sosial mengakses akun Twitter yang justru menyerang pemerintah. </p><p>Situs <em>Our Nation School</em>, yang mengajarkan filosofi dari mantan pemimpin Korea Utara Kim Il-Sung, semestinya mengarahkan pengguna ke akun Twitter @Juche_School. Namun kali ini justru mengarahkan pengguna ke akun @ Juche_School1, yang dijalankan oleh orang-orang jahil yang diidentifikasi sebagai Cyber Anakin, lapor situs North Korea Web.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41566882">'Peretas' Korea Utara curi sejumlah besar data militer Korea Selatan</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41648112">Drama TV Inggris tentang Korea Utara mendapat serangan siber</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-40923219">Korea Utara selipkan pesan anti-Amerika dalam film kartun anak-anak</a></li> </ul><p>&quot;Saya lihat akun Twitter yang mereka tautkan dalam situs tersebut tak bertuan,&quot; kata Cyber Anakin, &quot;jadi saya jahili saja.&quot; </p><p>Akun palsu tersebut menampilkan foto-foto yang menghina pemimpin tertinggi Kim Jong-un, serta catatan Korea Utara yang buruk di bidang HAM.</p><p>Warga Korea Utara tidak memiliki akses ke internet global, dan situs <em>Our Nation School </em>ini ditujukan untuk masyarakat di luar Korea Utara.</p><p>Di Korea Utara sendiri Twitter serta layanan media sosial lainnya tidak tersedia.</p><p><strong>Berawal dari matinya </strong><strong>Kim Jong-nam</strong></p><p>Ketika dihubungi oleh BBC, pihak <em>Cyber Anakin </em>mengatakan tindakan mereka termotivasi oleh kematian saudara tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam di bandara Kuala Lumpur pada tahun 2017, yang diyakini luas merupakan pembunuhan yang dirancang oleh Korea Utara.</p><p>Dua perempuan diadili atas kematiannya, trmasuk Siti Aisyah, seorang perempuan Indonesia namun mereka mengaku telah ditipu untuk melakukan serangan itu karena mengiranya sebagai bagian dari lelucon untuk sebuah program TV.</p><p>Cyber Anakin juga mengklaim telah meretas situs website Asosiasi Persahabatan Korea cabang AS. Ini kelompok pro-rezim yang menerbitkan artikel pro-Pyongyang dan mempromosikan liburan di Korea Utara.</p><p>Hingga Kamis (12/4), akun <em>Our Nation School</em> yang berbasis di Cina namun dikelola oleh Korea Utara masih terhubung dengan akun palsu tersebut.</p><p>Belum jelas, apa yang kemudian atau akan terjadi pada orang-orang yang mengelola situs pemerintah Korea Utara yang mendapat gangguan itu.</p><p> </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:37 WIB

Satlantas Jayapura ajak siswa tertib lalu lintas

Sosbud | 19 Juli 2018 - 21:25 WIB

Tiga persen jemaah calon haji Kudus `Risti`

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:12 WIB

AP I robohkan rumah warga penolak bandara

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 21:01 WIB

Moeldoko dinilai figur tepat cawapres Jokowi

Pembangunan | 19 Juli 2018 - 20:50 WIB

Presiden Jokowi akan resmikan infrastruktur Gorontalo

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:39 WIB

Menteri PPN/Bappenas soroti rokok pembentuk garis kemiskinan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com