Jumat, 20 April 2018

Aceh miliki tujuh sensor gempa

Jumat, 13 April 2018 16:36

Sumber Foto: https://bit.ly/2Hna047 Sumber Foto: https://bit.ly/2Hna047
Ayo berbagi!

Stasiun Geofisika Mata Ie di Aceh Besar hingga kini total memiliki tujuh sensor untuk memantau aktivitas gempa bumi baik tektonik atau vulkanik di seluruh wilayah Aceh.

"Ada tujuh sensor yang terhubung langsung satelit setiap saat," ucap Pelaksana harian Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie BMKG Aceh, Rilza Nur Akbar di Aceh Besar, Jumat (13/4).

Sensor tersebut, lanjutnya, kini telah terpasang dengan lokasi tersebar di tujuh kabupaten/kota di Aceh, seperti Mata Ie di Aceh Besar, dan Meulaboh di Aceh Barat.

Lalu Tapaktuan di Aceh Selatan, Simeulue, Subulussalam, Lhokseumawe, hingga Langsa untuk mengetahui berapa besar Skala Intensitas Gempabumi/SIG BMKG yang terjadi. Pihaknya mempunyai kewajiban untuk segera menggambarkan bila terjadi gempa bumi tektonik maupun vulkanik dengan radius 222 kilometer atau dua derajat. "Setiap kali ada gempa lokal dengan kekuatan di atas dua skala Richter dari jarak pulau terluar di Aceh, Pulau Breueh, maka kita wajib menganalisa," katanya.

Seperti diketahui, Aceh merupakan salah satu provinsi memiliki intensitas gempanya tinggi di Indonesia, karena berada di bentangan Patahan Semangko atau Sesar Sumatera. Yakni patahan gempa sepanjang 1.900 kilometer terbentang dari Aceh hingga Teluk Semangko di Provinsi Lampung. Aceh juga berada di dekat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia.

"Bila sudah di atas lima skala Richter, itu merupakan wewenang Geofisika di Jakarta. Tapi kita membantu tugas mereka, seperti gempa 8,7 skala Richter 2012 di Samudera Hindia," jelas Rilza. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar