Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:11 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Nelayan keluhkan kapal bantuan cepat rusak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JG3fJ6
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2JG3fJ6
<p>Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Satu Hati James Adoe mengeluhkan kapal nelayan bantuan pemerintah yang berkualitas rendah sehingga cepat rusak.</p><p>"Kapal-kapal bantuan untuk nelayan dengan mesin buatan Tiongkok sangat tidak bisa diandalkan, cepat rusak dan onderdilnya juga susah dicari di toko-toko," kata James di Kupang, NTT, Jumat (13/4).</p><p>Ia mengaku mendapat bantuan kapal nelayan lampara berkapasitas 10 "gross tonnage" (GT) yang disalurkan pemerintah pada 2014. Dalam pengoperasian, kata dia, kapal bantuan itu sering mogok karena kerusakan bagian mesin.</p><p>Ia mengatakan saat ini kapal yang dioperasikannya pun sedang dalam kondisi tidak beroperasi sekitar satu bulan terakhir dan belum bisa diperbaiki. "Mogoknya pada bagian mesin ini yang menyulitkan kami, sementara mau cari onderdilnya di Kupang juga tidak ada, harus pesan di Jawa dan tentu memakan ongkos dan waktu," katanya.</p><p>Akibatnya, ia mengaku kesulitan melaut padahal kondisi cuaca sudah kembali baik yang merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. "Persoalan kualitas kapal-kapal bantuan ini sudah sering dirasakan kebanyakan nelayan di sini, tapi mau bagaimana lagi karena namanya juga bantuan sehingga tetap dimanfaatkan," katanya.</p><p>Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Abdul Wahab Sidin mengatakan hal serupa terkait kualitas kapal-kapal bantuan untuk nelayan yang berkualitas rendah. "Selain kondisi mesin buatan Tiongkok yang cepat rusak juga fisik kapal yang tidak kuat dari hantaman gelombang," kata Abdul Wahab Sidin yang juga merupakan nelayan yang bermangkal di TPI Tenau Kupang.</p><p>Untuk itu, ia berharap pemerintah mengevaluasi secara serius agar bantuan kapal-kapal untuk nelayan di masa mendatang mengutamakan kualitas mesin dan fisiknya. "Karena kalau kualitasnya tetap sama maka bantuan kapal hanya dipakai efektif itu tidak sampai lima tahun langsung rusak dan ujung-ujungnya hanya menjadi barang rongsokan," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Satu Hati James Adoe mengeluhkan kapal nelayan bantuan pemerintah yang berkualitas rendah sehingga cepat rusak.</p><p>"Kapal-kapal bantuan untuk nelayan dengan mesin buatan Tiongkok sangat tidak bisa diandalkan, cepat rusak dan onderdilnya juga susah dicari di toko-toko," kata James di Kupang, NTT, Jumat (13/4).</p><p>Ia mengaku mendapat bantuan kapal nelayan lampara berkapasitas 10 "gross tonnage" (GT) yang disalurkan pemerintah pada 2014. Dalam pengoperasian, kata dia, kapal bantuan itu sering mogok karena kerusakan bagian mesin.</p><p>Ia mengatakan saat ini kapal yang dioperasikannya pun sedang dalam kondisi tidak beroperasi sekitar satu bulan terakhir dan belum bisa diperbaiki. "Mogoknya pada bagian mesin ini yang menyulitkan kami, sementara mau cari onderdilnya di Kupang juga tidak ada, harus pesan di Jawa dan tentu memakan ongkos dan waktu," katanya.</p><p>Akibatnya, ia mengaku kesulitan melaut padahal kondisi cuaca sudah kembali baik yang merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan. "Persoalan kualitas kapal-kapal bantuan ini sudah sering dirasakan kebanyakan nelayan di sini, tapi mau bagaimana lagi karena namanya juga bantuan sehingga tetap dimanfaatkan," katanya.</p><p>Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Abdul Wahab Sidin mengatakan hal serupa terkait kualitas kapal-kapal bantuan untuk nelayan yang berkualitas rendah. "Selain kondisi mesin buatan Tiongkok yang cepat rusak juga fisik kapal yang tidak kuat dari hantaman gelombang," kata Abdul Wahab Sidin yang juga merupakan nelayan yang bermangkal di TPI Tenau Kupang.</p><p>Untuk itu, ia berharap pemerintah mengevaluasi secara serius agar bantuan kapal-kapal untuk nelayan di masa mendatang mengutamakan kualitas mesin dan fisiknya. "Karena kalau kualitasnya tetap sama maka bantuan kapal hanya dipakai efektif itu tidak sampai lima tahun langsung rusak dan ujung-ujungnya hanya menjadi barang rongsokan," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com