Jumat, 20 April 2018

Sekitar 500 orang dari Almubina gelar demo bela Palestina

Jumat, 13 April 2018 18:34

Istimewa. Foto: Dudy Supriyadi/Radio Elshinta Istimewa. Foto: Dudy Supriyadi/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Aliansi Muslim Bela Palestina (Almubina) menggelar aksi damai bela Palestina pada Jumat, (13/4). Aksi yang juga diisi orasi oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini sebagai bentuk dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina atas pelakuan keji aparat Israel yang menembaki rakyat Palestina pada saat Aksi Damai Kepulangan Terbesar (#GreatReturnMarch).

Kontributor Elshinta Dudy Supriyadi melaporkan sekitar 30 elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi ini terdiri dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina Jawa Barat (KNRP Jabar), ODOJ, PUI Jabar, Pejuang Subuh, Mathla'ul Anwar, IKADI Kota Bandung, KAMMI Jabar, HIMA Persis Bandung, Pemuda Persis Bandung, Radio Cinta Palestina, FSLDK Bandung Raya, Smart 171, Viking Persib, Bobotoh Taqwa, MAPADI Jabar, PGPM Indonesia, Alquds Amanati Indonesia, Komunitas Keluarga Qurani, Pemuda Istiqomah, Tahfidz Metode TES, MDA Charity, Pemuda-Pemudi Islam Al-Kautsar (PILAR), Salimah Jabar, RUQU Jatinangor, Yayasan Dakwah Qur'an, INIWS dan lainnya.

Dalam aksi ini pernyataan sikap yang disampaikan adalah sebagai berikut: Pernyataan sikap tentang aksi kembali ke Tanah Air Palestina

Resolusi PBB No. 194 tahun 1948 menjamin hak para pengungsi Palestina kembali ke tempat tinggalnya dan hidup sebagaimana biasa. Selain itu, mereka berhak menerima ganti rugi dari harta benda yang dirusak atau hilang selama ditinggalkan, sesuai dengan hukum Internasional yang berlaku.

Sejak 30 Maret 1976, para pengungsi Palestina berusaha mendapatkan hak kembali ke tanah air mereka yang dijajah. Aksi untuk mendapatkan hak kembali (right to return) dilakukan untuk kesekian kalinya. Pada tanggal 30 Maret 2018 sekitar 17.000 rakyat Palestina menuju perbatasan Gaza dengan wilayah Palestina dijajah. Tuntutan utama mereka dua, yaitu mendapatkan hak kembali ke tanah air mereka dan diakhirinya blokade Gaza. Aksi damai ini sekaligus menolak keputusan Amerika Serikat yang menggalang dukungan internasional untuk menjadikan Jerusalem sebagai ibukota Israel. Dan menyuarakan bahwa Jerusalem (al-Quds) adalah wilayah Palestina yang sah.

Israel merespon represif aksi damai tersebut dengan mengerahkan pasukan bersenjata dan penembak jitu yang menghalau massa dengan tembakan-tembakan peluru tajam, peluru karet dan bom gas. Korban dari peserta aksi pun berjatuhan. Hingga hari ke 10 aksi Great Return March Palestina sedikitnya 30 orang Palestina meninggal dunia, 3078 orang lainnya mengalami luka-luka.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar