Jumat, 20 Juli 2018 | 10:08 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Kongo malah memboikot konferensi PBB di Jenewa untuk membantunya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Republik Demokratik Kongo (DRC) memboikot konferensi negara-negara donor PBB di Jenewa, Swiss, yang berusaha menghimpun dana sebesar US$1,7 miliar atau Rp23 triliun untuk negara Afrika tersebut.</p><p>PBB menyatakan lebih dari 13 juta penduduk Kongo memerlukan bantuan kemanusiaan dan menyebutkan terjadinya krisis kemanusiaan parah di sana.</p><p>Tetapi pemerintah Kongo berpendapat menyatakan PBB membesar-besarkan skala masalah yang mereka hadapi.</p><p>Sementara bandan-bandan bantuan internasional menyatakan 4,5 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Kongo karena kekerasan, kelaparan, dan ketidakstabilan politik.</p><p>Puluhan ribu orang Kongo mencari perlindungan di Uganda barat.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39396902">Sekitar 40 polisi dipenggal milisi di Republik Demokratik Kongo</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160621_dunia_kongo_kejahatan">Mantan wapres Kongo diganjar 18 tahun penjara</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/05/150501_kongo_larang_cadar">Republik Kongo larang pemakaian cadar</a></li> </ul><p>DRC adalah negara yang kaya dengan mineral dan sumber daya alam lainnya tetapi mengalami berbagai konflik bersenjata, korupsi, dan masalah politik.</p><p>PBB menanggapi tuduhan dengan menyatakan bahwa masalah kemanusiaan yang dihadapi negara tersebut sudah berada pada tingkat ketiga, yang merupakan tingkat darurat tertinggi.</p><p>&quot;Sama dengan Yaman dan Suriah dalam hal jumlah orang yang sangat memerlukan bantuan,&quot; kata Jan Egeland, mantan pimpinan badan bantuan kemanusiaan darurat PBB, yang sekarang memimpin Norwegian Refugee Council dan baru saja kembali dari DRC.</p><p>&quot;Saya tidak siap (menyaksikan) skala penderitaan, sejujurnya,&quot; tegasnya sambil menambahkan masyarakat dunia tidak memperhatikan krisis di DRC.</p><p>&quot;Karena warga Kongo tidak ke Laut Tengah, karena Kongo bukan bagian perang Rusia-AS atau Saudi-Iran, mereka benar-benar tidak diperhatikan.&quot;</p><p>Tetapi pemerintah Kongo menolak penilaian PBB terkait negaranya dengan menyebutkan tingkat darurat ketiga tersebut sebagai dilebih-lebihkan.</p><p>&quot;Kami memiliki data kami sendiri yang dapat dibandingkan dengan angka PBB,&quot; kata duta besar DRC untuk PBB, Zenon Mukongo Nga, kepada BBC.</p><p>&quot;Kadang-kadang orang hanya duduk di kantor mereka di Jenewa, di New York, dan hanya menerima sejumlah laporan dari orang di lapangan.&quot;</p><p>Wartawan BBC, Imogen Foulkes, melaporkan pejabat PBB masih berharap para diplomat DRC akan mengubah pandangannya dan menghadiri di acara di Jenewa itu.</p><figure> <img alt="Kongo, PBB" src="https://c.files.bbci.co.uk/90FA/production/_100841173_d4b36e7c-0c21-4404-95ad-58b46fa6307b.jpg" height="549" width="976" /> <footer>AFP</footer> <figcaption>Diperkirakan dua juta anak-anak di DRC terancam kelaparan.</figcaption> </figure><p>Presiden Joseph Kabila berkuasa di DRC sejak tahun 2001 dengan jabatan kedua yang juga terakhir sebenarnya sudah berakhir pada Desember 2016.</p><p>Pemilihan umum dijadwalkan pada bulan Desember tahun ini tetapi para wartawan melaporkan masih belum jelas apakah Kabila akan mundur. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 20 Juli 2018 - 10:03 WIB

Tiga WNI ditangkap di Malaysia diduga terafiliasi ISIS

Asia Pasific | 20 Juli 2018 - 09:55 WIB

Liga Arab kutuk persetujuan UU `Negara Yahudi` oleh Israel

Selebritas | 20 Juli 2018 - 09:45 WIB

Hoax Mr. Bean meninggal curi data pribadi

Hukum | 20 Juli 2018 - 09:33 WIB

Usulan UU Perlindungan Penegak Hukum

Asian Games 2018 | 20 Juli 2018 - 09:21 WIB

Polda Lampung perkuat pengamanan Asian Games

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 09:10 WIB

Waspada gelombang tinggi selat Bali-Lombok 2,5-4 meter

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com