Jumat, 20 April 2018

Waspadai hama lewat bawang putih impor

Jumat, 13 April 2018 14:06

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qsP2ad Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qsP2ad
Ayo berbagi!

Upaya pemenuhan kebutuhan bawang putih lewat impor ternyata tak selamanya aman. Kebijakan impor bawang putih ternyata membawa resiko masuknya hama penyakit baru yang belum ada di Indonesia.

Dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Supramana menyebutkan bahwa importasi bawang putih baik untuk konsumsi maupun benih akan beresiko membawa masuknya nematoda Ditylenchus dipsaci yang belum ada di Indonesia.

Nematoda batang Ditylenchus dipsaci (Kuhn) Filipjev adalah salah satu nematoda yang paling merusak pada tanaman budidaya, menyebabkan luka pada batang dan daun di berbagai tanaman. Menurutnya ada sekitar 450 jenis tanaman budidaya yang dapat menjadi inangnya. Kerusakan terparah menurutnya terjadi pada bawang-bawangan (Alium spp). Pada bawang putih, di Maroko kerugiannya mencapai 50–100 persen, sedangkan di wilayah Miditerania mencapai 70 persen hingga gagal panen. Penyebaran nematoda itu sendiri meliputi banyak negara diantaranya Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan dan negara di kawasan Oceania.

Pemerintah sendiri telah memasukkan Ditylenchus dipsaci sebagai organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A1 atau OPTK yang belum ada di Negara Indonesia.

Dalam tulisannya, Supramana menyebutkan bahwa nematoda Ditylenchus dipsaci tergolong dalam migratory endoparasite (endoparasit berpindah) dan dapat menyerang seluruh bagian tanaman, baik yang berada di bawah permukaan tanah maupun seluruh bagian tanaman termasuk biji.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar