Minggu, 16 Desember 2018 | 16:35 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Waspadai hama lewat bawang putih impor

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qsP2ad
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2qsP2ad
<p>Upaya pemenuhan kebutuhan bawang putih lewat impor ternyata tak selamanya aman. Kebijakan impor bawang putih ternyata membawa resiko masuknya hama penyakit baru yang belum ada di Indonesia.</p><p>Dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Supramana menyebutkan bahwa importasi bawang putih baik untuk konsumsi maupun benih akan beresiko membawa masuknya nematoda Ditylenchus dipsaci yang belum ada di Indonesia.</p><p>Nematoda batang Ditylenchus dipsaci (Kuhn) Filipjev adalah salah satu nematoda yang paling merusak pada tanaman budidaya, menyebabkan luka pada batang dan daun di berbagai tanaman. Menurutnya ada sekitar 450 jenis tanaman budidaya yang dapat menjadi inangnya. Kerusakan terparah menurutnya terjadi pada bawang-bawangan (Alium spp). Pada bawang putih, di Maroko kerugiannya mencapai 50–100 persen, sedangkan di wilayah Miditerania mencapai 70 persen hingga gagal panen. Penyebaran nematoda itu sendiri meliputi banyak negara diantaranya Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan dan negara di kawasan Oceania.</p><p>Pemerintah sendiri telah memasukkan Ditylenchus dipsaci sebagai organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A1 atau OPTK yang belum ada di Negara Indonesia.</p><p>Dalam tulisannya, Supramana menyebutkan bahwa nematoda Ditylenchus dipsaci tergolong dalam migratory endoparasite (endoparasit berpindah) dan dapat menyerang seluruh bagian tanaman, baik yang berada di bawah permukaan tanah maupun seluruh bagian tanaman termasuk biji.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

<p>Upaya pemenuhan kebutuhan bawang putih lewat impor ternyata tak selamanya aman. Kebijakan impor bawang putih ternyata membawa resiko masuknya hama penyakit baru yang belum ada di Indonesia.</p><p>Dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Supramana menyebutkan bahwa importasi bawang putih baik untuk konsumsi maupun benih akan beresiko membawa masuknya nematoda Ditylenchus dipsaci yang belum ada di Indonesia.</p><p>Nematoda batang Ditylenchus dipsaci (Kuhn) Filipjev adalah salah satu nematoda yang paling merusak pada tanaman budidaya, menyebabkan luka pada batang dan daun di berbagai tanaman. Menurutnya ada sekitar 450 jenis tanaman budidaya yang dapat menjadi inangnya. Kerusakan terparah menurutnya terjadi pada bawang-bawangan (Alium spp). Pada bawang putih, di Maroko kerugiannya mencapai 50–100 persen, sedangkan di wilayah Miditerania mencapai 70 persen hingga gagal panen. Penyebaran nematoda itu sendiri meliputi banyak negara diantaranya Eropa, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan dan negara di kawasan Oceania.</p><p>Pemerintah sendiri telah memasukkan Ditylenchus dipsaci sebagai organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A1 atau OPTK yang belum ada di Negara Indonesia.</p><p>Dalam tulisannya, Supramana menyebutkan bahwa nematoda Ditylenchus dipsaci tergolong dalam migratory endoparasite (endoparasit berpindah) dan dapat menyerang seluruh bagian tanaman, baik yang berada di bawah permukaan tanah maupun seluruh bagian tanaman termasuk biji.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com