Sabtu, 21 April 2018

Mohamad Nasir sayangkan lulusan kedokteran praktik di Singapura

Sabtu, 14 April 2018 09:34

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2HlnHR2 Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2HlnHR2
Ayo berbagi!

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menyayangkan banyaknya mahasiswa Indonesia lulusan pendidikan kedokteran di China, yang kemudian membuka praktik di Singapura.

"Ada beberapa dokter yang lulus CTM (ilmu kedokteran tradisional China) membuka praktik di Singapura. Anehnya pasiennya orang Indonesia juga. Ini masalah serius," katanya, di Beijing, Jumat (13/4) malam.

Ia mengatakan, hal itu terjadi lantaran tidak ada kebijakan di Indonesia yang membolehkan mereka membuka praktik. "KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) tidak mengakui CTM itu. Saya langsung tugaskan dirjen saya untuk studi banding CTM," katanya, dalam pertemuan dengan para pelajar asal Indonesia, di Kedutaan Besar Indonesia di Beijing itu.

Menanggapi pertanyaan mahasiswa kedokteran asal Indonesia mengenai rumitnya penyetaraan ijazah dan pengajuan izin praktik kedokteran, Nasir berjanji berkoordinasi dengan KKI dan IDI selaku lembaga yang bertanggung jawab atas profesi kedokteran.

Meskipun demikian, menurut dia, para lulusan kedokteran dari perguruan tinggi di China harus mengikuti prosedur yang berlaku di Tanah Air untuk menjaga kualitas dan profesionalisme dokter. "Kaitannya dengan dokter, tidak hanya di luar negeri. Kalau di Indonesia saja untuk menempuh pendidikan sarjana kedokteran paling cepat empat tahun. Setelah empat tahun mereka harus melakukan pendidikan klinik paling cepat dua tahun. Jadi sudah enam tahun," ujarnya.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar