Jumat, 20 April 2018

Menristekdikti fokus pada reaktor nuklir-KA cepat China

Sabtu, 14 April 2018 10:24

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2GZX29d Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2GZX29d
Ayo berbagi!

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memfokuskan pada riset reaktor nuklir dan pengembangan kereta cepat dalam menjalin hubungan kerja sama dengan China.

"HTGR (reaktor nuklir multifungsi bersuhu tinggi dengan pendingin gas) ini yang sedang kami dalami untuk riset," kata Menristekdikti Nasir kepada Antara di Beijing, Jumat (13/4) malam.

HTGR yang dikembangkan oleh China itu mampu menghasilkan energi listrik berkapasitas 200 megawatt sehingga dia tertarik untuk mengembangkan risetnya di Indonesia. "Laboratorium (reaktor nuklir) kita sudah ada di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Tapi semua tidak menghasilkan energi, hanya menghasilkan isotop untuk bidang kesehatan dan pangan," katanya.

Menurut Nasir, nota kesepahaman kerja sama di bidang pengembangan laboratorium reaktor nuklir dengan China itu sudah ditandatangani sejak dua tahun yang lalu. "Kemarin saat konferensi bidang inovasi dan teknologi, kerja sama itu juga kami tegaskan lagi," ujar Nasir yang melakukan kunjungan kerja di China pada 12-15 April 2018.

Selain mengembangkan HTGR, jelas dia, sampai saat ini China juga telah mengoperasikan 38 unit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang masing-masing mampu menghasilkan energi listrik sebanyak 1.000 megawatt. Saat ini China juga sedang membangun 20 unit PLTN lagi yang diproyeksikan selesai pada 2020.

Oleh sebab itu, Menristekdikti mendorong para mahasiswa Indonesia untuk mendalami bidang energi di China.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar