Jumat, 20 April 2018

Mendikbud jelaskan pemberian bobot UNBK matematika

Sabtu, 14 April 2018 11:27

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Sumber foto: https://bit.ly/2ITVazc Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Sumber foto: https://bit.ly/2ITVazc
Ayo berbagi!

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa pemberian bobot pada soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) khususnya untuk mata pelajaran Matematika tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat berbeda dengan penilaian biasanya.

"Memang yang akan dipetakan lewat UN antara lain adalah aspek tingkat kesulitan tertinggi yang bisa dicapai oleh siswa. Tetapi pemberian bobot nya juga beda," ujar Muhadjir di Jakarta, Sabtu (14/4).

Mendikbud mengakui bahwa soal UN pada tahun ini lebih sulit karena memang yang ingin dipetakan melalui UN antara lain adalah aspek tingkat kesulitan tertinggi yang bisa dicapai oleh siswa. "Saya justru kecewa, kalau banyak siswa yang bilang soalnya gampang. Tidak belajar sungguh sungguh pun bisa mengerjakannya," kata dia.

Pemberian bobot yang berbeda tersebut mirip dengan sistem penilaian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang mulai diberlakukan pada tahun ini, yakni berdasarkan tingkat kesulitan soal.

"Mirip seperti itu. Namun itu soal teknis, ahli evaluasi dan pengukuran pendidikan yang lebih menguasai," ujarnya.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar