Senin, 17 Desember 2018 | 01:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Gambar diambil dari video yang dibagikan oleh stasiun televisi Yaman pro-Houthi Al Masira. Sumber foto: https://bit.ly/2AlUAaj
Gambar diambil dari video yang dibagikan oleh stasiun televisi Yaman pro-Houthi Al Masira. Sumber foto: https://bit.ly/2AlUAaj
<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan Al-Houthi di Yaman ke arah Kota Jazan di perbatasan Arab Saudi, demikian laporan media lokal Al-Arabiya.</p><p>Juru Bicra koalisi pimpinan Arab Saudi Kol. Turki Al-Maliki mengumumkan satu rudal lagi dicegat pada Kamis, sebelum menghantam Jazan, sementara pada Rabu tiga rudal yang ditujukan ke tiga kota besar Arab Saudi dihancurkan. Arab Saudi pada Jumat mengajukan permintaan ke Dewan Keamanan PBB untuk menyatakan Iran bertanggung-jawab atas serangan rudal gerilyawan Syiah Al-Houthi terhadap wilayahnya.</p><p>Pernyataan tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua, Sabtu siang, mengatakan jurang pemisah di dalam sistem pemeriksaan di Yaman telah memungkinkan Iran memasok anggota milisi Al-Houthi dengan rudal. Pernyataan Kerajaan itu mengatakan ketidak-mampuan Dewan Keamanan untuk bertindak memberi lampu hijau kepaa Iran dan gerilyawan Al-Houthi.</p><p>Tindakan sistematis pasukan pertahanan udara Arab Saudi untuk menghalangi gerilyawan Al-Houthi memperoleh rudal membuktikan keterlibatan berlanjut Iran dalam mempersenjatai anggota milisi dalam kapasitas kualitatif, katanya.</p><p>Merupakan pembangkangan nyata dan jelas dan pelanggaran terhadap Resolusi 2216 dan Resolusi 2231 Dewan Keamanan untuk mengancam keamanan Arab Saudi dan keamanan yang lebih luas regional serta internasional. Arab Saudi telah memimpin koalisi militrer Arab untuk ikut-campur di Yaman sejak 2015 guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour hadi setelah gerilyawan Al-Houthi memaksa dia hidup di pengasingan.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan Al-Houthi di Yaman ke arah Kota Jazan di perbatasan Arab Saudi, demikian laporan media lokal Al-Arabiya.</p><p>Juru Bicra koalisi pimpinan Arab Saudi Kol. Turki Al-Maliki mengumumkan satu rudal lagi dicegat pada Kamis, sebelum menghantam Jazan, sementara pada Rabu tiga rudal yang ditujukan ke tiga kota besar Arab Saudi dihancurkan. Arab Saudi pada Jumat mengajukan permintaan ke Dewan Keamanan PBB untuk menyatakan Iran bertanggung-jawab atas serangan rudal gerilyawan Syiah Al-Houthi terhadap wilayahnya.</p><p>Pernyataan tersebut, sebagaimana diberitakan Xinhua, Sabtu siang, mengatakan jurang pemisah di dalam sistem pemeriksaan di Yaman telah memungkinkan Iran memasok anggota milisi Al-Houthi dengan rudal. Pernyataan Kerajaan itu mengatakan ketidak-mampuan Dewan Keamanan untuk bertindak memberi lampu hijau kepaa Iran dan gerilyawan Al-Houthi.</p><p>Tindakan sistematis pasukan pertahanan udara Arab Saudi untuk menghalangi gerilyawan Al-Houthi memperoleh rudal membuktikan keterlibatan berlanjut Iran dalam mempersenjatai anggota milisi dalam kapasitas kualitatif, katanya.</p><p>Merupakan pembangkangan nyata dan jelas dan pelanggaran terhadap Resolusi 2216 dan Resolusi 2231 Dewan Keamanan untuk mengancam keamanan Arab Saudi dan keamanan yang lebih luas regional serta internasional. Arab Saudi telah memimpin koalisi militrer Arab untuk ikut-campur di Yaman sejak 2015 guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour hadi setelah gerilyawan Al-Houthi memaksa dia hidup di pengasingan.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com