IPNU Jatim ajak generasi millenial dukung gerakan nasional perangi hoax
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur. Sumber foto: https://bit.ly/2veaftA
<p>Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyatakan dukungannya untuk gerakan nasional perangi kabar bohong (hoax) yang semakin marak beredar di sosial media.&nbsp;Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IPNU Provinsi Jatim, Haikal Atik Zamzami saat ditemui media usai menggelar rapat internal di Kantor PWNU Jatim, di Surabaya, Sabtu (14/4).</p><p>Menurut Haikal, potensi pecahnya umat melalui berita hoax akan terus ada di sosial media, dan sudah seharusnya untuk diminilaisir bahkan diberantas sekaligus. "Saya melihat masyarakat terus berkembang dan semakin dewasa. Dan pada gilirannya nanti, berita hoax tidak akan mampu memecah umat, karena masyarakat telah memiliki imun terhadap berita hoax," tegasnya, seperti rilis yang diterima redaksi elshinta.com.</p><p>Selain itu, Haikal juga menjelaskan, pelajar adalah generasi millenial yang 80 persen adalah pengguna internet dan media sosial. "Fakta ini adalah modal sosial yang besar dalam konteks mengedukasi masyarakat terhadap dampak berita hoax. Maka pelajar harus terlibat aktif dalam upaya tersebut," jelasnya.</p><p>Menanggapi gerakan Kepolisian Republik Indonesia terkait pemberantasan berita hoax dan gerakan nasional perangi hoax, Haikal menambahkan, dirinya bersama seluruh jajaran pengurus IPNU Jatim sangat mendukung upaya yang dilakukan Kapolri untuk perangi hoax.</p><p>"Tentu kami sangat apresiasi setinggi-tingginya. Namun akan lebih optimal kiranya, jika upaya dalam memerangi hoax, juga dikuatkan dengan ajakan dan pelibatan generasi millenial (pelajar)," pungkasnya.</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Banjir luapan air Kali Lamong yang mengenangi 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Gresik...
Senin, 19 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menanggapi serius Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok bikin acara unik yaitu pasar kaki lima ala betawi di ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau tambak udang di kawasan Perhutanan Sosial Muara Gembong...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM memperkirakan penyebab gemp...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Wanita Sumatera Utara didorong untuk menjadi wanita yang produktif membantu bapak-bapak dal...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pengrajin sandal dan sepatu Cibaduyut, Kota Bandung, memang sudah terkenal di Nusantara. Da...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bea Cukai Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggagalkan peny...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purwakarta Jawa Barat, hari ini Kamis (19/4) menetapkan DPT...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjenguk Tri Intan Apriani,...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)