Jumat, 20 Juli 2018 | 02:16 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Konflik Suriah: Trump peringatkan AS siap lancarkan serangan lagi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan pemerintah Suriah bahwa AS akan melancarkan gempuran lagi jika rezim Bashar al-Assad tetap melakukan serangan kimia. </p><p>Dalam rapat darurat di Dewan Keamanan PBB, Sabtu (14/04) waktu New York, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan rangkaian serangan ke Suriah &quot;dibenarkan, sah, dan proporsional&quot;. </p><p>&quot;Saya berbicara kepada presiden (Trump) pagi ini dan dia berkata, 'jika rezim Suriah menggunakan gas beracun itu lagi, Amerika Serikat siap tembak'.&quot; </p><p>Haley menambahkan, &quot;Kami tidak bisa berdiam diri dan membiarkan Rusia melanggar setiap norma internasional dan membolehkan senjata kimia tanpa konsekuensi.&quot; </p> <ul> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43772929">Apa yang disasar serangan rudal AS, Inggris, dan Prancis ke Suriah?</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43763685">Perang Suriah: Dilaksanakan sempurna, kata Presiden Trump </a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/live/dunia-43764294">Liputan Perang Suriah, dari tembakan rudal hingga sidang darurat DK PBB</a></li> </ul><p>Pernyataan tersebut dibalas Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, yang membacakan pernyataan Presiden Vladimir Putin berisi tuduhan bahwa AS, Inggris, dan Prancis bersikap &quot;merendahkan dengan sinis&quot; lantaran bertindak tanpa menunggu temuan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). </p><p>Rusia kemudian berupaya mengajukan resolusi berisi kecaman bersama atas serangan rudal ke Suriah. Namun, dari 15 anggota DK PBB, hanya Cina dan Bolivia yang menyepakati usulan Rusia.</p><p>Sementara itu, Utusan Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari, menudin AS, Inggris, dan Prancis adalah &quot;pembohong, perusak, dan munafik&quot; yang mengeksploitasi PBB &quot;untuk mengedepankankebijakan campur tangan dan kolonialisme&quot;. </p><p>Serangan rudal AS, Inggris, dan Prancis menyasar ke beberapa bangunan di Suriah yang ditengarai terkait dengan senjata kimia. Hal itu dilakukan setelah adanya dugaan serangan kimia ke Douma.</p><p>Walau adanya tuduhan-tuduhan itu, OPCW melaporkan bahwa pihaknya telah menjalankankan dua pemeriksaan di dua fasilitas Suriah pada Februari dan November 2017.</p><p>Dari pemantauan tersebut, OPCW mengaku tidak menemukan &quot;aktivitas apapun yang tidak sejalan dengan kewajiban-kewajiban sebagaimana diatur CWC (Konvensi Senjata Kimia&quot;.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:37 WIB

Satlantas Jayapura ajak siswa tertib lalu lintas

Sosbud | 19 Juli 2018 - 21:25 WIB

Tiga persen jemaah calon haji Kudus `Risti`

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:12 WIB

AP I robohkan rumah warga penolak bandara

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 21:01 WIB

Moeldoko dinilai figur tepat cawapres Jokowi

Pembangunan | 19 Juli 2018 - 20:50 WIB

Presiden Jokowi akan resmikan infrastruktur Gorontalo

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:39 WIB

Menteri PPN/Bappenas soroti rokok pembentuk garis kemiskinan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com