Rabu, 26 September 2018 | 11:05 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Krisis Rohingya: Myanmar klaim telah pulangkan keluarga pengungsi pertama

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Pemerintah Myanmar mengklaim telah memulangkan keluarga pengungsi Rohingya pertama dari Bangladesh, meskipun PBB telah memperingatkan bahwa tidak aman bagi mereka untuk kembali ke Myanmar.</p><p>Sebanyak lima anggota sebuah keluarga telah tiba di &quot;kamp repatriasi&quot; pada Sabtu (14/04) dan mereka diberikan pasokan kebutuhan rumah tangga dan semacam kartu tanda penduduk (KTP).</p> <ul> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43721844">Tentara Myanmar dipenjara karena bunuh Muslim Rohingya</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43481390">Investigasi BBC: Bocah-bocah Rohingya dijual untuk prostitusi</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43382076">Eks Jaksa Agung Indonesia: Kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar disponsori negara</a></li> </ul><p>Demi menguatkan klaim itu, pemerintah Myanmar merilis foto-foto yang menunjukkan sebuah keluarga &quot;menerima kartu verifikasi nasional&quot;. </p><figure> <img alt="rohingya" src="https://c.files.bbci.co.uk/78AF/production/_100859803_hi046105804.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Di Bangladesh, gubuk-gubuk pengungsi Rohingya bertebaran.</figcaption> </figure><p>Berbeda dengan KTP, kartu itu hanya mencatat seseorang sebagai penduduk suatu daerah, tapi tidak mengakui mereka sebagai warga negara Myanmar. Oleh pemerintah Myanmar, mereka disebut keluarga &quot;Muslim&quot;, namun sama sekali tidak ada kata &quot;Rohingya&quot;.</p><p>Para pemuka masyarakat Rohingya yang mengungsi di kamp-kamp pengungsian Bangladesh menolak pemberian kartu tersebut. </p><p>Sedikitnya 700.000 warga Rohingya meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Rakhine dan sekitarnya untuk menghindari aksi militer. Sejak Agustus 2017 lalu mereka menetap di wilayah Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar. </p><p>Badan pengungsi yang bernaung di bawah PBB menyatakan kondisi di Myanmar &quot;belum kondusif bagi mereka untuk kembali dengan aman, secara bermartabat, dan berkesinambungan.&quot;</p><p>&quot;Para pengungsi di Bangladesh telah mengatakan bahwa sebelum mempertimbangkan kembali ke Myanmar, mereka harus melihat perkembangan konkret terkait status hukum mereka dan kewarganegaraan, keamanan, dan kemampuan menikmati hak-hak mendasar di Negara Bagian Rakhine,&quot; sebut UNHCR.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 26 September 2018 - 10:58 WIB

Polri imbau pemangku kepentingan sepak bola evaluasi tragedi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 10:47 WIB

Pemerintah rekrut pemuda atasi darurat narkoba

Aplikasi | 26 September 2018 - 10:36 WIB

Fitur baru pada aplikasi pesan Android

Peristiwa Hari Ini | 26 September 2018 - 10:15 WIB

Tragedi Garuda GA-152 kecelakaan pesawat terparah di Indonesia

Aktual Pemilu | 26 September 2018 - 10:07 WIB

Polda Aceh gelar simulasi pengamanan Pemilu 2019

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com