Senin, 17 Desember 2018 | 01:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Krisis Rohingya: Myanmar klaim telah pulangkan keluarga pengungsi pertama

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Pemerintah Myanmar mengklaim telah memulangkan keluarga pengungsi Rohingya pertama dari Bangladesh, meskipun PBB telah memperingatkan bahwa tidak aman bagi mereka untuk kembali ke Myanmar.</p><p>Sebanyak lima anggota sebuah keluarga telah tiba di &quot;kamp repatriasi&quot; pada Sabtu (14/04) dan mereka diberikan pasokan kebutuhan rumah tangga dan semacam kartu tanda penduduk (KTP).</p> <ul> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43721844">Tentara Myanmar dipenjara karena bunuh Muslim Rohingya</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43481390">Investigasi BBC: Bocah-bocah Rohingya dijual untuk prostitusi</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43382076">Eks Jaksa Agung Indonesia: Kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar disponsori negara</a></li> </ul><p>Demi menguatkan klaim itu, pemerintah Myanmar merilis foto-foto yang menunjukkan sebuah keluarga &quot;menerima kartu verifikasi nasional&quot;. </p><figure> <img alt="rohingya" src="https://c.files.bbci.co.uk/78AF/production/_100859803_hi046105804.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Di Bangladesh, gubuk-gubuk pengungsi Rohingya bertebaran.</figcaption> </figure><p>Berbeda dengan KTP, kartu itu hanya mencatat seseorang sebagai penduduk suatu daerah, tapi tidak mengakui mereka sebagai warga negara Myanmar. Oleh pemerintah Myanmar, mereka disebut keluarga &quot;Muslim&quot;, namun sama sekali tidak ada kata &quot;Rohingya&quot;.</p><p>Para pemuka masyarakat Rohingya yang mengungsi di kamp-kamp pengungsian Bangladesh menolak pemberian kartu tersebut. </p><p>Sedikitnya 700.000 warga Rohingya meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Rakhine dan sekitarnya untuk menghindari aksi militer. Sejak Agustus 2017 lalu mereka menetap di wilayah Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar. </p><p>Badan pengungsi yang bernaung di bawah PBB menyatakan kondisi di Myanmar &quot;belum kondusif bagi mereka untuk kembali dengan aman, secara bermartabat, dan berkesinambungan.&quot;</p><p>&quot;Para pengungsi di Bangladesh telah mengatakan bahwa sebelum mempertimbangkan kembali ke Myanmar, mereka harus melihat perkembangan konkret terkait status hukum mereka dan kewarganegaraan, keamanan, dan kemampuan menikmati hak-hak mendasar di Negara Bagian Rakhine,&quot; sebut UNHCR.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Pemerintah Myanmar mengklaim telah memulangkan keluarga pengungsi Rohingya pertama dari Bangladesh, meskipun PBB telah memperingatkan bahwa tidak aman bagi mereka untuk kembali ke Myanmar.</p><p>Sebanyak lima anggota sebuah keluarga telah tiba di &quot;kamp repatriasi&quot; pada Sabtu (14/04) dan mereka diberikan pasokan kebutuhan rumah tangga dan semacam kartu tanda penduduk (KTP).</p> <ul> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43721844">Tentara Myanmar dipenjara karena bunuh Muslim Rohingya</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43481390">Investigasi BBC: Bocah-bocah Rohingya dijual untuk prostitusi</a></li> <li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/dunia-43382076">Eks Jaksa Agung Indonesia: Kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar disponsori negara</a></li> </ul><p>Demi menguatkan klaim itu, pemerintah Myanmar merilis foto-foto yang menunjukkan sebuah keluarga &quot;menerima kartu verifikasi nasional&quot;. </p><figure> <img alt="rohingya" src="https://c.files.bbci.co.uk/78AF/production/_100859803_hi046105804.jpg" height="549" width="976" /> <footer>Reuters</footer> <figcaption>Di Bangladesh, gubuk-gubuk pengungsi Rohingya bertebaran.</figcaption> </figure><p>Berbeda dengan KTP, kartu itu hanya mencatat seseorang sebagai penduduk suatu daerah, tapi tidak mengakui mereka sebagai warga negara Myanmar. Oleh pemerintah Myanmar, mereka disebut keluarga &quot;Muslim&quot;, namun sama sekali tidak ada kata &quot;Rohingya&quot;.</p><p>Para pemuka masyarakat Rohingya yang mengungsi di kamp-kamp pengungsian Bangladesh menolak pemberian kartu tersebut. </p><p>Sedikitnya 700.000 warga Rohingya meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Rakhine dan sekitarnya untuk menghindari aksi militer. Sejak Agustus 2017 lalu mereka menetap di wilayah Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar. </p><p>Badan pengungsi yang bernaung di bawah PBB menyatakan kondisi di Myanmar &quot;belum kondusif bagi mereka untuk kembali dengan aman, secara bermartabat, dan berkesinambungan.&quot;</p><p>&quot;Para pengungsi di Bangladesh telah mengatakan bahwa sebelum mempertimbangkan kembali ke Myanmar, mereka harus melihat perkembangan konkret terkait status hukum mereka dan kewarganegaraan, keamanan, dan kemampuan menikmati hak-hak mendasar di Negara Bagian Rakhine,&quot; sebut UNHCR.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com