Senin, 17 Desember 2018 | 01:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Presiden Putin: Serangan udara lanjutan ke Suriah 'sebabkan kekacauan dunia'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jika negara-negara Barat terus melancarkan serangan udara ke Suriah maka dunia akan kacau.</p><p>Pernyataan itu dikeluarkan Presiden Putin ketika melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Minggu (15/04). </p><p>&quot;Vladimir Putin, secara khusus menekankan bahwa jika serangan-serangan yang melanggar Piagam PBB itu diteruskan, maka pada akhirnya akan menimbulkan kekacauan dalam hubungan internasional,&quot; demikian pernyataan Kremlin.</p><p>Pemimpin Rusia dan Iran berkomunikasi setelah Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melancarkan serangan rudal ke Suriah, Sabtu (14/04) menyusul dugaan bahwa Suriah -yang didukung Rusia- melakukan serangan kimia terhadap wilayah yang dikendalikan kelompok pemberontak.</p><p><strong>Inspektur senjata</strong><strong> ke lokasi</strong></p><p>Dalam pembicaraan telepon, Presiden Putin dan Presiden Rouhani, dua sekutu penting bagi pemerintah Suriah, sepakat bahwa serangan gabungan tiga negara terhadap Suriah sudah merusak peluang untuk mencapai resolusi politik di negara itu.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43772936">Konflik Suriah: Trump peringatkan AS siap lancarkan serangan lagi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43772929">Apa yang disasar serangan rudal AS, Inggris, dan Prancis ke Suriah?</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43763685">Perang Suriah: Dilaksanakan sempurna, kata Presiden Trump</a></li> </ul><p>Suriah dan Rusia menegaskan tidak ada serangan kimia pada tanggal 7 April lalu sebagaimana dituduhkan. Menurut mereka, serangan kimia yang disebut dilakukan di Douma, Ghouta Timur, dekat dengan ibu kota Damaskus, dibuat-buat.</p><p>Di Suriah sendiri, tim inspektur dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dijadwalkan akan mengunjungi lokasi dugaan serangan kimia.</p><p>Sebelum meninjau lokasi, mereka bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Mekdad dan sejumlah pejabat Rusia di Damaskus, Minggu (15/04).</p><p>Dalam perkembangan terkait, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan AS tidak akan menarik pasukannya dari Suriah sampai semua tujuannya tercapai.</p><p>Disebutkan olehnya bahwa di antara tujuan Amerika Serikat adalah memastikan senjata kimia tidak digunakan dalam cara apapun yang mengancam kepentingan AS.</p><p>Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa negaranya akan melancarkan gempuran lagi jika rezim pimpinan Presiden Bashar al-Assad tetap melakukan serangan kimia terhadap penduduknya sendiri.</p><p>Trump membela keputusannya untuk menggunakan istilah &quot;misi selesai&quot; di tengah kecaman menyusul serangan AS, Inggris dan Prancis terhadap sejumlah sasaran di Suriah.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jika negara-negara Barat terus melancarkan serangan udara ke Suriah maka dunia akan kacau.</p><p>Pernyataan itu dikeluarkan Presiden Putin ketika melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Minggu (15/04). </p><p>&quot;Vladimir Putin, secara khusus menekankan bahwa jika serangan-serangan yang melanggar Piagam PBB itu diteruskan, maka pada akhirnya akan menimbulkan kekacauan dalam hubungan internasional,&quot; demikian pernyataan Kremlin.</p><p>Pemimpin Rusia dan Iran berkomunikasi setelah Amerika Serikat, Inggris dan Prancis melancarkan serangan rudal ke Suriah, Sabtu (14/04) menyusul dugaan bahwa Suriah -yang didukung Rusia- melakukan serangan kimia terhadap wilayah yang dikendalikan kelompok pemberontak.</p><p><strong>Inspektur senjata</strong><strong> ke lokasi</strong></p><p>Dalam pembicaraan telepon, Presiden Putin dan Presiden Rouhani, dua sekutu penting bagi pemerintah Suriah, sepakat bahwa serangan gabungan tiga negara terhadap Suriah sudah merusak peluang untuk mencapai resolusi politik di negara itu.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43772936">Konflik Suriah: Trump peringatkan AS siap lancarkan serangan lagi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43772929">Apa yang disasar serangan rudal AS, Inggris, dan Prancis ke Suriah?</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43763685">Perang Suriah: Dilaksanakan sempurna, kata Presiden Trump</a></li> </ul><p>Suriah dan Rusia menegaskan tidak ada serangan kimia pada tanggal 7 April lalu sebagaimana dituduhkan. Menurut mereka, serangan kimia yang disebut dilakukan di Douma, Ghouta Timur, dekat dengan ibu kota Damaskus, dibuat-buat.</p><p>Di Suriah sendiri, tim inspektur dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dijadwalkan akan mengunjungi lokasi dugaan serangan kimia.</p><p>Sebelum meninjau lokasi, mereka bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Mekdad dan sejumlah pejabat Rusia di Damaskus, Minggu (15/04).</p><p>Dalam perkembangan terkait, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan AS tidak akan menarik pasukannya dari Suriah sampai semua tujuannya tercapai.</p><p>Disebutkan olehnya bahwa di antara tujuan Amerika Serikat adalah memastikan senjata kimia tidak digunakan dalam cara apapun yang mengancam kepentingan AS.</p><p>Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa negaranya akan melancarkan gempuran lagi jika rezim pimpinan Presiden Bashar al-Assad tetap melakukan serangan kimia terhadap penduduknya sendiri.</p><p>Trump membela keputusannya untuk menggunakan istilah &quot;misi selesai&quot; di tengah kecaman menyusul serangan AS, Inggris dan Prancis terhadap sejumlah sasaran di Suriah.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com