Sabtu, 21 Juli 2018 | 03:24 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Kebijakan Baru Imigrasi Australia akan Mengurangi Jatah Orang Asia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton membuat perubahan kecil dalam kebijakan imigrasi yang berdampak mengecilnya jatah migran yang berasal dari Asia.
(Courtesy: AustraliaPlus) Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton membuat perubahan kecil dalam kebijakan imigrasi yang berdampak mengecilnya jatah migran yang berasal dari Asia.
<p>Menteri Dalam Negeri Peter Dutton telah mengurangi jumlah imigrasi Australia - dan dia tidak perlu mendapatkan persetujuan melalui kabinet.</p><p>Angka migrasi Australia akan lebih rendah di tahun-tahun mendatang daripada yang seharusnya, karena orang Selandia Baru (Kiwi) yang sudah di Australia mengambil kuota visa yang sebelumnya untuk imigran dari negara lain.</p><p>Informasi baru ini muncul di minggu yang sama ketika menteri kabinet mengungkapkan lebih sedikit visa permanen daripada yang ditargetkan untuk dua tahun berturut-turut.</p><p>Sebanyak 44.000 visa penduduk tetap bagi pekerja terampil di Australia secara tradisional diberikan kepada pelamar yang kebanyakan orang Asia dan berasal dari luar negeri.</p><p>Tetapi sekarang, sebanyak 10.000 Kiwi yang sudah tinggal dan bekerja di Australia akan menjadi bagian dari alokasi tahunan ini.</p><p>Perubahan ini adalah hasil dari keputusan pemerintah untuk menggabungkan visa Kiwi baru dengan program independen terampil yang ada, tanpa meningkatkan jumlah visa dalam skema.</p><h2>Lebih sedikit visa kedatangan luar negeri</h2><p>Departemen Dalam Negeri mengonfirmasi kepada ABC bahwa orang Selandia Baru yang menerima visa baru sudah dihitung sebagai penduduk, sehingga berakibat mengurangi jumlah orang yang datang ke Australia.</p><p>"Jalur ini secara langsung ditujukan untuk warga Selandia Baru yang telah tinggal di Australia selama lima tahun atau lebih dan berkontribusi secara ekonomi kepada Australia," kata juru bicara Depdagri.</p><p>Langkah ini akan membantu memperlambat pertumbuhan ribuan migrasi setiap tahun tanpa mengubah target resmi Pemerintah.</p><p>Angka migrasi utama Australia saat ini menurut perhitungan Biro Statistik Australia (ABS) adalah 250.000 dan tumbuh 15 persen pada periode tahun ini hingga September.</p><p>Visa baru diumumkan pada tahun 2016 sebagai pengakuan "hubungan khusus antara kedua negara", seperti dinyatakan Perdana Menteri.</p><p>Dutton pada hari Rabu mengatakan bahwa Kabinet telah membahas pengurangan migrasi, meskipun Perdana Menteri menyatakan tidak ada usulan resmi untuk pemotongan migrasi permanen Australia.</p><p>Menteri Perbedaharaan Negara (Treasurer) Scott Morrison sebelumnya mengatakan pemangkasan migrasi akan merugikan perekonomian.</p><h2>Dari migran Asia ke Kiwi</h2><p>Langkah ini juga akan mengubah asal para migran di Australia.</p><p>Ini akan menggantikan sebagian besar pekerja Asia yang dari luar negeri dengan orang Kiwi yang sudah bekerja di Australia.</p><p>Visa independen bagi pekerja terampil secara tradisional dinilai pada poin berdasarkan pengalaman pekerja. Ini berkisar seperempat dari program visa permanen Australia yang targetnya 44.000 individu setiap tahun.</p><p>Bersamaan dengan visa penduduk tetap yang disponsori perusahaan, visa ini menjadi sumber utama pekerja migran terampil di Australia.</p><p>Tahun lalu, tiga dari lima pelamar yang berhasil dalam program ini diberikan visa ketika masih tinggal di luar negeri.</p><p>Menurut Depdagri, sebanyak 9000 warga Selandia Baru telah mengajukan permohonan visa baru dalam delapan bulan pertama skema itu berjalan.</p><p>Seorang praktisi imigrasi Wayne Parcell mengatakan tahun ini diharapkan sekitar 10.000 aplikasi Kiwi dan menekankan visa ini tidak terbatas pada pekerjaan tertentu.</p><p>"Kriteria untuk visa baru tampaknya lebih berkaitan dengan konteks hubungan Australia-Selandia Baru daripada dampak keterampilan yang ditentukan pada program migrasi."</p><h2>Komponen berbasis poin menyusut</h2><p>Masuknya orang Selandia Baru ini bertepatan dengan menyusutnya visa penduduk tetap berbasis poin.</p><p>Sebanyak 13.2000 undangan untuk mengajukan permohonan visa ini telah dikeluarkan pada periode 2017-2018 yang berakhir pada Februari, turun hampir 10.000 pada periode yang sama di tahun sebelumnya.</p><p>Juru bicara Depdagri mengatakan jumlah undangan "dapat bervariasi tergantung pada jumlah aplikasi yang sedang diproses oleh Departemen".</p><p>Peter Dutton pekan ini mengatakan "sangat berhati-hati dalam mengurusi angka-angka".</p><p>"Gagasan tentang program migrasi di negara kita, seperti pada Pemerintahan Howard, seperti pada Pemerintahan Abbott, seperti sekarang di Pemerintahan Turnbull yaitu memastikan kita mendatangkan orang yang tepat," katanya. </p><p>"Orang-orang yang ingin bekerja, tidak menjalani hidup dengan tunjangan, orang-orang yang ingin berintegrasi dalam masyarakat Australia, orang-orang yang ingin mematuhi nilai-nilai dan hukum kita."</p><h2>Visa baru terbukti populer</h2><p>Antara 60.000 dan 80.000 Kiwi memenuhi syarat untuk visa baru, menurut perkiraan lainnya.</p><p>Visa ini mensyaratkan pemohon untuk tinggal di Australia selama lima tahun atau lebih dan mempertahankan jumlah pendapatan lebih dari $53.900 pertahun.</p><p>Pada akhir Februari, 1.512 visa baru telah diberikan dan sekitar 7.500 lainnya masih diproses.</p><p>Aplikasi baru dibuka pada bulan Juli lalu, dan prosesnya biasanya membutuhkan setidaknya tiga bulan.</p><p>Visa permanen baru memberikan akses bagi warga Selandia Baru ke layanan kesejahteraan serta jalur menjadi warga negara Australia, tidak seperti visa standar untuk pengunjung biasa asal Selandia Baru.</p><p>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-13/how-dutton-slowed-immigration/9646602" target="_blank" title="">ABC Australia.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com