Fosfat alam terbukti signifikan dongkrak produksi jagung
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2H4LfKM
<p>Batuan fosfat alam dengan bantuan pupuk kompos terbukti mampu secara signifikan mendongkrak produksi jagung hingga lima kali lipat.</p><p>Peneliti kesuburan tanah Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Wahida Annisa di Jakarta, Senin (16/4), mengatakan idealnya jagung tumbuh baik pada kondisi kemasaman tanah mendekati netral dengan kandungan hara N, P, K, Ca, dan Mg yang cukup. </p><p>"Secara alamiah tanah sulfat masam justru kurang disukai bagi jagung karena tanahnya masam, kadar bahan organik rendah dan miskin hara P," kata Wahidah. </p><p>Oleh karena itu, ia mengatakan pemberian fosfat alam dan pupuk kompos dapat memanipulasi tanah sulfat masam menjadi menyenangkan bagi pertumbuhan jagung. "Hasilnya jadi berlimpah," kata Wahida.</p><p>Tanah di lahan rawa sulfat masam memerlukan P takaran tinggi untuk memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Sebelumnya petani menggunakan pupuk P yang diasamkan (TSP dan SP-36) agar mudah larut, tetapi ternyata sebagian besar P akan segera difiksasi Al dan Fe menjadi tidak tersedia bagi tanaman. "Proses yang mahal tersebut jadi mubazir," kata Wahida. </p><p>Padahal harga pupuk tersebut sangat mahal sehingga penggunaan di tingkat petani sangat terbatas. Penggunaan fosfat alam secara langsung tanpa pengasaman merupakan alternatif yang tepat karena pupuk ini lebih murah,  tapi efektivitasnya sebanding dengan TSP atau SP-36. Pihaknya pun merekomendasikan penggunaan fosfat alam secara langsung 1 ton/ha untuk 5 musim tanam.  (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 20 Desember 2018 - 00:00 WIB
<P>Banjir luapan air Kali Lamong yang mengenangi 12 desa di tiga kecamatan di Kabupaten Gresik...
Senin, 19 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menanggapi serius Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok bikin acara unik yaitu pasar kaki lima ala betawi di ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebanyak 16 tahanan titipan Polres Labuhanbatu melarikan diri melalui atap ruangan ukuran 7...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p> Petugas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) dan Polsek Ciputat menciduk penjual minuman ker...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menggerebek rumah mewah yang di dalamnya terdapat gudan...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sejak Januari sampa...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sat Reskrim Polsek Padang Tualang meringkus tersangka penjual sabu di Dusun I Namu Unggas, ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kudus, Lilis Elya ditangkap oleh Polres Kudus, Jawa ...
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Stasiun Geofisika Mata Ie di Aceh Besar hingga kini total memiliki tujuh sensor untuk meman...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 184
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once