Jumat, 20 Juli 2018 | 02:14 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Australia Hentikan Pasokan Ternak Domba Ke RPH Di Qatar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Program 60 minute di TV Channel 9 menunjukan potongan gambar yang diambil diam-diam gambar perlakuan terhadap ternak domba Australia dikeluarkan dari pengangkutan dengan kapal dengan jarak jauh.
(Courtesy: AustraliaPlus) Program 60 minute di TV Channel 9 menunjukan potongan gambar yang diambil diam-diam gambar perlakuan terhadap ternak domba Australia dikeluarkan dari pengangkutan dengan kapal dengan jarak jauh.
<p>Departemen Pertanian Federal Australia menangguhkan pengiriman domba Australia ke sebuah rumah jagal di Qatar atas tuduhan baru pelanggaran kesejahteraan hewan dan pelanggaran aturan rantai pasokan.</p><p>Pekan lalu, jaringan TV Channel Nine menyiarkan video dari 2.400 domba yang mati karena kepanasan di atas kapal ekspor yang menuju Timur Tengah.</p><p>Pada hari Sabtu (14/4/2018), Departemen Pertanian mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan rekaman gambar baru dari kelompok advokasi Animals Australia, yang menimbulkan kekhawatiran serius tentang operasional rumah jagal di Qatar dan kepatuhan terhadap Sistem Jaminan Rantai Pasokan Eksportir Pemerintah Federal (ESCAS).</p><p>"Tuduhan itu termasuk jual-beli domba kepada pembeli swasta dari rantai pasokan yang disetujui, dan salah penanganan domba di sebuah rumah pemotongan hewan yang disetujui ESCAS di Qatar," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.</p><p>"Pasokan hewan ke rumah potong hewan itu segera ditangguhkan dan setiap hewan yang sudah ada di tempat pemotongan hewan telah dipindahkan.</p><aside class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-pullquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Sebagai akibatnya, ini berarti tidak ada domba Australia yang bisa diangkut atau disembelih di rumah jagal ini.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </aside><p>Informasi yang didapatkan ABC menunjukan jaringan TV Channel Nine memiliki kesepakatan untuk menyiarkan lebih banyak rekaman gambar yang menunjukkan domba-domba yang dilemparkan ke pengepit ternak di kandang dan dipukul dengan tongkat.</p><p>Angka dari lembaga induk industri ternak Australia Daging dan Ternak Australia (MLA) menunjukkan Qatar sebagai salah satu pasar ekspor terbesar untuk domba Australia.</p><p>Dalam 12 bulan terakhir hingga Februari lalu, sebanyak 661.000 domba telah diekspor ke negara Timur Tengah ini.</p><p>Departemen Pertanian mengatakan ini adalah keluhan pertama tentang ekspor domba ke Qatar sejak skema peraturan diperkenalkan pada tahun 2011.</p><p>Lembaga advokasi hewan Animal Australia telah membuat serangkaian keluhan tentang perdagangan ekspor langsung sejak awal Maret, termasuk tuduhan "praktik penanganan yang tidak sesuai" di Uni Emirat Arab dan Oman di samping keluhan saat ini di Qatar.</p><p>Otoritas Keselamatan Maritim Australia memblokir pengiriman 65.000 domba yang meninggalkan Fremantle, Australia Barat pada hari Senin (9/4/2018), di tengah masalah kesejahteraan hewan yang sedang berlangsung.</p><p>Awassi Express adalah kapal yang sama, yang dioperasikan oleh Emanuel Exports, terkait dengan kematian 2.400 domba Agustus lalu.</p><p>Awal pekan ini, Menteri Pertanian Australia, David Littleproud berpendapat penyelidikan menyeluruh terhadap kemampuan regulator ekspor langsung akan dilakukan setelah skandal itu, tetapi menolak seruan untuk larangan ekspor langsung.</p><h3>RPSCA tawarkan jadi pengamat independen di kapal</h3><p>RSPCA telah menawarkan untuk menempatkan pengamat independen di atas delapan pengiriman ternak domba jarak jauh, dalam upaya untuk menghindari skandal kesejahteraan hewan lebih lanjut.</p><p>"Pada titik waktu ini, kami sangat prihatin Departemen membuat keputusan yang tidak mencerminkan gravitasi dari situasi atau keseriusan risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan," kata kepala ilmuwan Animal Australia, Dr Bidda Jones.</p><p>"Sudah jelas dari curahan perhatian yang kami terima dari masyarakat bahwa mereka tidak lagi mempercayai regulator untuk bertindak melindungi kesejahteraan hewan yang diekspor.</p><p>"Itulah mengapa RSPCA menawarkan diri untuk memberikan pengawasan yang penting ini."</p><p>Organisasi itu mengatakan, ada banyak staf yang mampu dan memenuhi syarat dalam menilai kesejahteraan hewan.</p><p>Dr Jones menuduh kapal ekspor hidup lainnya penuh sesak dengan domba saat meninggalkan pelabuhan sementara Awassi Express diblokir dari awal perjalanannya ke Timur Tengah.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-14/qatar-abattoir-suspended-over-animal-welfare-concerns/9658780" target="_self" title=""><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:37 WIB

Satlantas Jayapura ajak siswa tertib lalu lintas

Sosbud | 19 Juli 2018 - 21:25 WIB

Tiga persen jemaah calon haji Kudus `Risti`

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:12 WIB

AP I robohkan rumah warga penolak bandara

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 21:01 WIB

Moeldoko dinilai figur tepat cawapres Jokowi

Pembangunan | 19 Juli 2018 - 20:50 WIB

Presiden Jokowi akan resmikan infrastruktur Gorontalo

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:39 WIB

Menteri PPN/Bappenas soroti rokok pembentuk garis kemiskinan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com