Sabtu, 21 Juli 2018 | 03:00 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Langkah Bekasi setelah tujuh warganya tewas akibat miras oplosan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2HqBplz
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2HqBplz
<p>Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Ganda Kusumah memerintahkan camat dan lurah di daerahnya aktif memberi tahu polisi mengenai potensi penyalahgunaan minuman keras tidak peduli besar atau kecil potensi itu. Ruddy juga memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satuan Polisi Pamong Praja membantu polisi dalam mengatasi peredaran minuman keras oplosan.</p><p>"Kita harus dukung kebijakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Aparatur di daerah harus membuktikan bisa membantu sepenuhnya kebijakan itu," kata Ruddy di Bekasi, Senin (16/4), dalam sebuah apel pagi.</p><p>Melalui pengeras suara, Ruddy meminta Dinas Perindustrian dan Satpol PP mengintensifkan monitoring wilayah dengan sasaran peredaran minuman keras menyusul tujuh warga Kecamatan Bekasi Selatan dan Kecamatan Pondokgede tewas dua pekan lalu setelah pesta miras oplosan.</p><p>"Kita saat ini ada peraturan wali kota dan juga Peraturan Daerah tentang Minuman Keras yang harus ditegakkan. Lurah dan camat agar berkoordinasi dengan kepolisian sektor setempat untuk menginformasikan sekecil apapun potensi penyalahgunaan minuman keras," kata dia.</p><p>"Kalau ada depot jamu tapi yang dijual miras oplosan, segera lapor. Wakapolri di sejumlah media massa juga sudah menegaskan kalau ada kepala kepolisian resor (Kapolres) di daerah yang `main-main` dengan kasus ini akan dicopot. Sebagai perangkat wilayah kita harus pastikan tidak ada peredaran di wilayah kita," tutup dia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com