Minggu, 16 Desember 2018 | 16:33 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Cakra Buana:

Pemikiran Rizal Ramli selaras dengan Bung Karno

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.
<p>Ratusan Satgas Nasional Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengawal rangkaian kegiatan ekonom senior Rizal Ramli semasa di Bandung dan Tasikmalaya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kepala Satgasus DKI Cakra Buana, Kadiman Sutedy, mengatakan, pengawalan terhadap Rizal Ramli merupakan bentuk apresiasi dari kader PDIP atas komitmen mantan Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi tersebut yang konsisten dalam menjalankan konsep Trisakti yang diajarkan Bapak Pendiri Bangsa, Soekarno.</p><p><br></p><p>"Semasa ia menjabat, tidak ada satu-pun ajaran Bung Karno tentang Trisakti yang melenceng. Misalnya, soal berdaulat di bidang politik, Rizal Ramli lah yang mengubah nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Di bidang ekonomi, Rizal konsisten melawan neoliberalisme, yakni pembangunan ekonomi melalui utang," tukas pria yang karib disapa Yongki ini di Pondok Pesantren Raudatul Muta'alimin, Tasikmalaya, Sabtu (14/4) malam dalam rilisnya yang diterima<i><strong> redaksi elshinta.com, </strong></i>Senin (16/4).&nbsp;</p><p><br></p><p>Bagi Yongki, pengawalan terhadap Rizal Ramli sebenarnya tidaklah cukup untuk membalas jasa-jasa Rizal Ramli terhadap masyarakat Indonesia. Mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu, sambung Yongki, harus diberikan kesempatan untuk memimpin negeri ini. </p><p><br></p><p>"Saya sudah lama kenal Rizal Ramli. Semasa hidupnya selalu menjadi penasihat Presiden. Tapi, hanya sedikit nasihatnya itu yang diimplementasikan penguasa. Padahal, semua ide dan gagasannyaselaras dengan pemikiran Soekarno. Kini saatnya ia pimpin negeri ini," tegas Yongki.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

<p>Ratusan Satgas Nasional Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengawal rangkaian kegiatan ekonom senior Rizal Ramli semasa di Bandung dan Tasikmalaya.&nbsp;</p><p><br></p><p>Kepala Satgasus DKI Cakra Buana, Kadiman Sutedy, mengatakan, pengawalan terhadap Rizal Ramli merupakan bentuk apresiasi dari kader PDIP atas komitmen mantan Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi tersebut yang konsisten dalam menjalankan konsep Trisakti yang diajarkan Bapak Pendiri Bangsa, Soekarno.</p><p><br></p><p>"Semasa ia menjabat, tidak ada satu-pun ajaran Bung Karno tentang Trisakti yang melenceng. Misalnya, soal berdaulat di bidang politik, Rizal Ramli lah yang mengubah nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Di bidang ekonomi, Rizal konsisten melawan neoliberalisme, yakni pembangunan ekonomi melalui utang," tukas pria yang karib disapa Yongki ini di Pondok Pesantren Raudatul Muta'alimin, Tasikmalaya, Sabtu (14/4) malam dalam rilisnya yang diterima<i><strong> redaksi elshinta.com, </strong></i>Senin (16/4).&nbsp;</p><p><br></p><p>Bagi Yongki, pengawalan terhadap Rizal Ramli sebenarnya tidaklah cukup untuk membalas jasa-jasa Rizal Ramli terhadap masyarakat Indonesia. Mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu, sambung Yongki, harus diberikan kesempatan untuk memimpin negeri ini. </p><p><br></p><p>"Saya sudah lama kenal Rizal Ramli. Semasa hidupnya selalu menjadi penasihat Presiden. Tapi, hanya sedikit nasihatnya itu yang diimplementasikan penguasa. Padahal, semua ide dan gagasannyaselaras dengan pemikiran Soekarno. Kini saatnya ia pimpin negeri ini," tegas Yongki.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com