Rabu, 26 September 2018 | 04:56 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

#MosqueMeToo Ungkap Pelecehan Wanita Muslim

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Wanita Muslim yang mengalami pelecehan mulai mengungkapkan apa yang mereka alami.
(Courtesy: AustraliaPlus) Wanita Muslim yang mengalami pelecehan mulai mengungkapkan apa yang mereka alami.
<p>Seorang wanita Muslim asal Melbourne, Kauthar Abdulalim, secara terbuka menceritakan pelecehan seksual yang pernah dialaminya setelah terinspirasi kampanye hashtag #MeToo.</p><p>Perempuan berusia 26 tahun ini melakukan hal itu melalui postingan di Facebooknya menggunakan hashtag #MosqueMeToo.</p><p>Kauthar mengatakan dia baru berumur 10 tahun ketika dilecehkan secara seksual di Kota Mekah, Arab Saudi.</p><p>"Di hotel tempat kami menginap, ada dapur bersama dan orang itu tinggal di lantai yang sama dengan keluarga kami," katanya.</p><p>"Dia menggerayangi punggungku dan mengatakan hal-hal yang sangat tidak biasa dan sangat tidak nyaman," ujarnya.</p><p>"Rasanya tidak benar. Itulah pengalaman paling mengerikan yang pernah kurasakan," tambah Kauthar.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640208-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640208-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640208-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640208-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640208-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640208-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Kauthar Abdulalim said she found strength with the hashtag movement to talk about sexual harassment she&#39;d experience in Mecca." alt="Kauthar looking into the distance with city backdrop" class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Kauthar Abdulalim mengaku mendapatkan kekuatan dari gerakan hashtag #MeToo dalam mengungkap apa yang dialaminya di Mekah.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>Supplied </p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Ketika dia memposting apa yang pernah dialaminya itu ke laman Facebooknya, sejumlah pihak mempertanyakan integritas Kauthar dan alasannya mengapa sampai dia ungkapkan sekarang.</p><p>Namun ada juga orang yang justru mulai berbagi pengalaman mereka sendiri.</p><p>"Seksualitas dan keintiman adalah hal yang sangat pribadi, bahkan tidak dibahas," katanya.</p><p>"Bahkan jika Anda terbuka diri kepada siapa pun dan bahkan jika mereka mengakui hal itu salah, mereka akan tetap mengatakan 'jangan beritahu siapa pun, ini antara kita sendiri'," tuturnya.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640238-3x2-thumbnail.jpg?v=4" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640238-3x2-thumbnail.jpg?v=4" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640238-3x2-thumbnail.jpg?v=4 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640238-3x2-small.jpg?v=4 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640238-3x2-medium.jpg?v=4 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640238-3x2-large.jpg?v=4 700w " title="The holy city of Mecca becomes crammed with two million people during times of pilgrimage and some are taking advantage of women in the crowds " alt="Selama musim haji Kota Mekah dipadati jutaan orang sehingga kaum perempuan tak selalu aman dari tindakan pelecehan." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Selama musim haji Kota Mekah dipadati jutaan orang sehingga kaum perempuan tak selalu aman dari tindakan pelecehan.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text8" > <p>Supplied: Mark Zed</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Perubahan sikap</h2><p>Rajab Ali dari Riverland Migrant Resource Centre Settlement begitu paham dengan budaya masyarakat konservatif, karena dia baru pindah dari Pakistan tiga tahun lalu.</p><p>Rajab mengatakan di negara asalnya hukum tentang pelecehan dan serangan seksual umumnya diabaikan. Orang sudah terbiasa melihat dan mendengar pelecehan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>"Yang terburuk, perempuan tetap diam karena berpikir jika membukanya orang lain akan tahu, dan dia akan disalahkan," katanya.</p><p>"Rasa malu jadi faktor utama. Jika anak perempuan mengalami pelecehan seksual dan memberi tahu orang tuanya, justru dia yang akan paling menderita," tambah Rajab.</p><p>Dia menyarankan pemuka masyarakat dan agama harus mengutuk tindakan pelecehan untuk mengubah mentalitas mereka yang tumbuh dengan sikap patriarki.</p><p>"Jika berasal dari ulama, itu akan lebih efektif," katanya.</p><p>"Jika topik yang sama disampaikan psikolog Eropa terkenal, orang-orang ini akan mengatakan 'dia tidak tahu budaya kita'," tambahnya.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640178-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640178-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640178-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640178-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640178-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640178-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="PHD researcher Hafsa Khan said hashtags about sexual harassment are forcing Muslim communities to discuss women&#39;s concerns" alt="Hafsa holding book outside university campus " class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Hafsa Khan berharap hashtag mengenai pelecehan seksual akan memaksa komunitas Muslim untuk membicarakannya.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text9" > <p>ABC Riverland: Sowaibah Hanifie </p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><h2>Dialog</h2><p>Hafsa Khan, mahasiswa PhD yang meneliti interaksi antara budaya dan Hukum Islam, mengatakan gerakan hashtag telah memaksa masyarakat untuk membicarakan permasalahan ini.</p><p>"Alasan mengapa kita terkejut ketika mendengar hal-hal itu adalah karena adanya budaya untuk tidak membicarakannya," kata Hafsa.</p><p>"Ada orang yang diharuskan patuh pada hal-hal yang tidak seharusnya mereka patuhi," katanya.</p><p>"Di bawah prinsip-prinsip hukum Islam, kita berhak untuk melindungi kehidupan, pikiran, properti," ujarnya.</p><p>"Seringkali sikap dan norma-norma budaya akan memaksa orang dalam situasi rentan untuk bersikap memaafkan," kata Hafsa.</p><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640228-3x2-thumbnail.jpg?v=4" data-sizes="auto" data-src="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640228-3x2-thumbnail.jpg?v=4" data-srcset="http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640228-3x2-thumbnail.jpg?v=4 160w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640228-3x2-small.jpg?v=4 220w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640228-3x2-medium.jpg?v=4 460w, http://www.abc.net.au/cm/rimage/9640228-3x2-large.jpg?v=4 700w " title="Kauthar Abdulalim said a new generation of Muslim women growing up with hashtag movements won&#39;t bow down to cultural taboos." alt="Kauthar and friend stand in front of graffiti wall." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Kauthar Abdulalim (kiri) mengatakan generasi baru wanita Muslim tidak akan tunduk pada tekanan hal-hal yang tabu.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text10" > <p>Supplied</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>Baik Hafsa maupun Kauthar percaya gerakan hashtag #MeToo telah menjadi sumber kekuatan bagi perempuan.</p><p>Kauthar mengatakan generasi baru wanita Muslim yang akrab dengan gerakan-gerakan ini tidak akan lagi dibungkam rasa malu terkait pelecehan seksual.</p><p>"Ini hal yang lebih besar," katanya. "Kita mulai membicarakan suatu masalah dan pelan-pelan mengarah ke perubahan masyarakat dan budaya di sekitar kita."</p><p>"Keyakinan kami tidak mengizinkan untuk menerima segala bentuk penindasan. Jadi mengapa kita tidak membicarakannya," katanya.</p><p>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di <a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-12/hashtag-empowering-muslim-women-challenge-cultural-taboos/9640364" target="_blank" title="">ABC Australia.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pembangunan | 25 September 2018 - 22:27 WIB

Pembangunan infrastruktur dorong pengembangan pariwisata Indonesia

Megapolitan | 25 September 2018 - 22:17 WIB

Kemnaker gagalkan pengiriman 20 pekerja migran Indonesia ilegal

Aktual Sepakbola | 25 September 2018 - 21:39 WIB

Timnas U-19 Indonesia menyerah dari China 0-3

Aktual Dalam Negeri | 25 September 2018 - 21:29 WIB

Wapres hadiri pembukaan Sidang Umum ke-73 PBB

Politik | 25 September 2018 - 21:14 WIB

TKN Jokowi-Ma'ruf: Presiden komitmen tidak langgar PKPU

Aktual Olahraga | 25 September 2018 - 20:56 WIB

Indonesia incar dua medali emas tenis meja Asian Para Games 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com