Minggu, 23 September 2018 | 04:47 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pakar keamanan siber: setelah Facebook, giliran Google dan Twitter hadap Kongres AS

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber: istimewa
Ilustrasi. Sumber: istimewa
<p>Menurut seorang pakar keamanan siber dari Amerika Serikat, setelah menghadirkan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg untuk bersaksi di Kongres AS, sejumlah perusahaan teknologi informasi terutama yang berbasis di Silicon Valley semakin berhati-hati dalam menghadapi panggilan dari lembaga legislatif Amerika tersebut. </p><p>CTO <i>Brainlink International</i>, Raj Goel mengemukakan bahwa menurutnya, “Dua perusahaan berikut yang akan berada di kursi panas adalah divisi Google, yaitu Youtube dan antara Twitter atau Reddit.” Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara ekslusif dengan kanal televisi <i>Fox Business</i>. Pakar keamanan siber tersebut menyatakan bahwa Google telah menggunakan metode “data mining” dan “profiling” yang serupa dengan medsos populer yaitu Facebook. </p><p>“Youtube telah digunakan secara amat sangat aktif oleh kampanye disinformasi, kampanye politik dan oleh penipu secara umum,” ungkap Goel. </p><p>Yang tidak berbeda adalah peran Twitter, seperti dengan Facebook dan Google, dimana platform media sosial microblogging tersebut dianggap belum mengambil langkah cukup serius untuk meredam disinformasi karena takut kehilangan jumlah penggunanya menurut Goel. </p><p>“Jika Twitter memblokir hingga 50 juta akun, maka sahamnya juga akan anjlok,” kata Goel. </p><p>Menanggapi kesaksian Mark Zuckerberg pekan lalu di hadapan Komisi Energi dan Persaingan Usaha, dalam penilaian Goel, kesaksian tersebut memperoleh nilai cukup baik untuk kemampuannya menghadapi cercaan bertubi-tubi dari anggota badan legislatif AS. Akan tetapi mengenai transparansi dan kejujuran, Goel menilai Zuckerberg tidak meyakinkannya. </p><p>“Dia berbohong dengan baik. Secara berulang-ulang dia nyatakan bahwa pengguna  Facebook memiliki kontrol atas informasi pribadinya. Kenyataanya tidak. Coba saja menghapus akun Facebook anda,” kata Goel. </p><p>Diketahui bahwa untuk sebagian besar proses penghapusan akun Facebook tidak dapat dilakukan begitu saja. Ketika mengajukan untuk menghapus akun Facebook, yang terjadi adalah akun anda akan dinonaktifkan. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 19:39 WIB

Pelatih: Timnas U-16 Indonesia sudah kenal permainan Vietnam

Liga Indonesia | 22 September 2018 - 19:26 WIB

3.900 personel Polisi amankan laga panas Persib-Persija besok

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 19:13 WIB

Ma`ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam PBNU

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com