Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Antisipasi KKN, Polda Jabar gelar pakta integritas di rekrutmen anggota

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Duddy Supriyadi/Radio Elshinta
Sumber foto: Duddy Supriyadi/Radio Elshinta
<p>Rekrutmen anggota Polri memegang posisi penting dalam proses tumbuh berkembangnya Polri menjadi sebuah organisasi yang paripurna.</p><p>Hal itu disampaikan Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol. Arief Sulistyanto saat menghadiri acara Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas dalam rangka Penerimaan Anggota Polri Terpadu tahun 2018 di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Duddy Supriyadi, Senin (16/4).</p><p>Arief menekankan, bahwa Polri merupakan organisasi yang profesional, modern dan terpercaya. "Sebagaimana adagium Garbage In Garbage Out, maka kesalahan dalam proses rekrutmen menyebabkan Polri tidak akan mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, karena diawaki oleh orang-orang yang sebenarnya tidak qualified sejak awal menjadi anggota Polri," tandasnya.</p><p>Buruk kualitas bahan bakunya, timpal Arief, maka hasilnya akan buruk pula. Salah satu yang menyebabkan rekrutment yang buruk ini adalah ketidakprofesionalan panitia karena adanya berbagai gangguan yang terjadi, seperti adanya KKN.</p><p>Pada acara yang dihadiri  Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, selaku Ketua Panitia Daerah Jawa Barat, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM Kapolri) Irjen Pol. Arief Sulistyanto sebagai ketua pelaksana nasional itu juga menjelaskan proses seleksi dan rekrutmen sebagai salah satu prioritas program kerjanya dengan slogan yang sangat terkenal, yaitu, clear and clean menuju SDM Polri yang unggul dan kompetitif.</p><p>"Segala bentuk percaloan, KKN, katebelece atau sponsorship, suap dan hal lain yang merusak proses rekrutmen diberantas habis hingga ke akar-akarnya. Seluruh komponen yang terlibat, seperti panitia, peserta, orang tua dan pengawas diminta komitmennya melalui sumpah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pernyataan tertulis berupa penandatanganan fakta integritas," tegasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 15 Desember 2018 - 08:24 WIB

Sejumlah tanggul jebol, banjir kepung Aceh Tenggara

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya perkirakan 150 ribu Jakmania ikut perayaan Persija

Arestasi | 15 Desember 2018 - 07:49 WIB

Siber Polri ungkap jaringan pemalsu kartu kredit

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

<p>Rekrutmen anggota Polri memegang posisi penting dalam proses tumbuh berkembangnya Polri menjadi sebuah organisasi yang paripurna.</p><p>Hal itu disampaikan Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol. Arief Sulistyanto saat menghadiri acara Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Fakta Integritas dalam rangka Penerimaan Anggota Polri Terpadu tahun 2018 di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Duddy Supriyadi, Senin (16/4).</p><p>Arief menekankan, bahwa Polri merupakan organisasi yang profesional, modern dan terpercaya. "Sebagaimana adagium Garbage In Garbage Out, maka kesalahan dalam proses rekrutmen menyebabkan Polri tidak akan mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, karena diawaki oleh orang-orang yang sebenarnya tidak qualified sejak awal menjadi anggota Polri," tandasnya.</p><p>Buruk kualitas bahan bakunya, timpal Arief, maka hasilnya akan buruk pula. Salah satu yang menyebabkan rekrutment yang buruk ini adalah ketidakprofesionalan panitia karena adanya berbagai gangguan yang terjadi, seperti adanya KKN.</p><p>Pada acara yang dihadiri  Kapolda Jabar, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, selaku Ketua Panitia Daerah Jawa Barat, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM Kapolri) Irjen Pol. Arief Sulistyanto sebagai ketua pelaksana nasional itu juga menjelaskan proses seleksi dan rekrutmen sebagai salah satu prioritas program kerjanya dengan slogan yang sangat terkenal, yaitu, clear and clean menuju SDM Polri yang unggul dan kompetitif.</p><p>"Segala bentuk percaloan, KKN, katebelece atau sponsorship, suap dan hal lain yang merusak proses rekrutmen diberantas habis hingga ke akar-akarnya. Seluruh komponen yang terlibat, seperti panitia, peserta, orang tua dan pengawas diminta komitmennya melalui sumpah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pernyataan tertulis berupa penandatanganan fakta integritas," tegasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com