Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Mantan bos FBI buka-bukaan, Trump tak pantas jadi presiden

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber foto: https://bit.ly/2IZ4SQU
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber foto: https://bit.ly/2IZ4SQU
<p>Mantan direktur FBI James Comey, dalam wawancara ABC News Minggu waktu Amerika Serikat, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump adalah pemimpin yang secara moral tidak layak dan berbahaya karena menciptakan kerusakan luar biasa terhadap norma-norma kelembagaan.</p><p>Comey, dipecat Trump Mei tahun lalu, mengkhawatirkan presiden AS ini menjadi terbuka untuk diperas Rusia berdasarkan klaim bahwa Trump hadir ketika pelacur-pelacur Rusi saling mengencingi satu sama lain sewaktu Trump mengunjungi Moskow pada 2013.</p><p>Comey dipecat ketika FBI sedang menyelidiki dugaan hubungan antara tim kampanya kepresidenan Trump 2016 dengan intervensi Rusia dalam Pemilu AS. Rusia sendiri membantah telah mencampuri urusan Pemilu AS dan Trump juga membantah telah berkolusi atau melakukan aktivitas yang tidak layak.</p><p>Comey mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan George Stephanopoulos dari ABC News yang mengudara pukul 22.00 waktu setempat bahwa "mungkin saja tetapi saya tak tahu pasti" apakah Rusia memiliki bukti yang mendukung tuduhan adanya kunjungan Trump ke Rusia itu. "Orang yang berbicara dan memperlakukan wanita seperti seonggok daging semata yang terus-terusan berbohong mengenai hal besar dan kecil serta yakin rakyat Amerika mempercayai kebohonganya itu, maka orang itu tidak layak menjadi presiden Amerika Serikat, dari sisi moral. Dan itu bukan pernyataan politik," kata Comey.</p><p>"Secara moral dia tidak layak menjadi presiden," imbuh dia.</p><p>Comey berencana membeberkan itu semua dalam sebuah buku berjudul "Higher Loyalty" yang segera dipublikasikan Selasa waktu AS ini, demikian Reuters.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 15 Desember 2018 - 08:24 WIB

Sejumlah tanggul jebol, banjir kepung Aceh Tenggara

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya perkirakan 150 ribu Jakmania ikut perayaan Persija

Arestasi | 15 Desember 2018 - 07:49 WIB

Siber Polri ungkap jaringan pemalsu kartu kredit

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

<p>Mantan direktur FBI James Comey, dalam wawancara ABC News Minggu waktu Amerika Serikat, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump adalah pemimpin yang secara moral tidak layak dan berbahaya karena menciptakan kerusakan luar biasa terhadap norma-norma kelembagaan.</p><p>Comey, dipecat Trump Mei tahun lalu, mengkhawatirkan presiden AS ini menjadi terbuka untuk diperas Rusia berdasarkan klaim bahwa Trump hadir ketika pelacur-pelacur Rusi saling mengencingi satu sama lain sewaktu Trump mengunjungi Moskow pada 2013.</p><p>Comey dipecat ketika FBI sedang menyelidiki dugaan hubungan antara tim kampanya kepresidenan Trump 2016 dengan intervensi Rusia dalam Pemilu AS. Rusia sendiri membantah telah mencampuri urusan Pemilu AS dan Trump juga membantah telah berkolusi atau melakukan aktivitas yang tidak layak.</p><p>Comey mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan George Stephanopoulos dari ABC News yang mengudara pukul 22.00 waktu setempat bahwa "mungkin saja tetapi saya tak tahu pasti" apakah Rusia memiliki bukti yang mendukung tuduhan adanya kunjungan Trump ke Rusia itu. "Orang yang berbicara dan memperlakukan wanita seperti seonggok daging semata yang terus-terusan berbohong mengenai hal besar dan kecil serta yakin rakyat Amerika mempercayai kebohonganya itu, maka orang itu tidak layak menjadi presiden Amerika Serikat, dari sisi moral. Dan itu bukan pernyataan politik," kata Comey.</p><p>"Secara moral dia tidak layak menjadi presiden," imbuh dia.</p><p>Comey berencana membeberkan itu semua dalam sebuah buku berjudul "Higher Loyalty" yang segera dipublikasikan Selasa waktu AS ini, demikian Reuters.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com