Kamis, 13 Desember 2018 | 12:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Data ganda Pilgub Sukoharjo mulai dibersihkan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2F8Yp8z
Sumber foto: https://bit.ly/2F8Yp8z
<p>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo telah menyisir data ganda dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah. Data ganda sebanyak 6.807 yang dilaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten, 5.177 telah ditindaklanjuti di tingkat desa, sedangkan 1.630 sisanya masih dalam pencermatan petugas.</p><p> Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo, Mulat Bayu Aji kepada Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (16/4) menyampaikan, penyisiran data ganda ditarget selesai sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kamis (19/4) mendatang. Masuk dalam DPS perbaikan, pihaknya juga meralat jumlah temuan ganda Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 6.807 dan ganda identik 3.519 sehingga dijumlahkan menjadi 10.326. “Seharusnya tidak dijumlahkan tetapi dikurangi, karena ternyata ganda identik ini bagian dari temuan ganda NIK, jadi temuan ganda hanya 6.807,” bebernya. </p><p> Sisa data ganda, kata Mulat, masih dalam proses penyisiran dan pencermatan oleh petugas dilapangan. Selain itu, KPU juga masih menunggu masukan dari masyarakat yang memungkinkan jumlah pemilih bertambah atau berkurang secara umum. Diharapkan tidak ada warga tercecer pendataan dan kehilangan hak pilihnya. “Hasil pencermatan PPK tinggal ditetapkan KPU,” ujarnya. </p><p> Menurut dia, data ganda yang ditemukan pasca penetapan DPS kemungkinan besar disebabkan adanya aturan baru dimana pemilih diperbolehkan pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Data pemilih pindah tidak dihapus dan tetap tercatat di TPS lama, sementara di TPS tujuan sudah tercatat, hal tersebut sudah disisir petugas dilapangan dan dibersihkan. </p><p> Temuan ini juga mengindikasikan adanya pergeseran pemelih dari satu TPS ke TPS lain, potensi penambahan dan pengurangan pemilih juga masih mungkin terjadi sebelum penetapan DPT, dalam tahapan ini KPU dan Panwaslu saling memberikan masukan.&nbsp; </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 12:04 WIB

BNN gagalkan penyelundupan 15 ribu pil ekstasi dari pasutri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:53 WIB

Presiden berikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya PKH

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:43 WIB

KSAU resmikan Sathar 65 di Lanud Iswahjudi

Manajemen | 13 Desember 2018 - 11:35 WIB

Waspadai investasi bodong dengan melihat ciri-cirinya

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 11:26 WIB

Sandiaga tanggapi soal isu HAM dalam visi misi

Hukum | 13 Desember 2018 - 11:15 WIB

KPK tuntut maksimal Bupati Cianjur agar jera

<p>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo telah menyisir data ganda dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah. Data ganda sebanyak 6.807 yang dilaporkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten, 5.177 telah ditindaklanjuti di tingkat desa, sedangkan 1.630 sisanya masih dalam pencermatan petugas.</p><p> Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo, Mulat Bayu Aji kepada Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (16/4) menyampaikan, penyisiran data ganda ditarget selesai sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kamis (19/4) mendatang. Masuk dalam DPS perbaikan, pihaknya juga meralat jumlah temuan ganda Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebanyak 6.807 dan ganda identik 3.519 sehingga dijumlahkan menjadi 10.326. “Seharusnya tidak dijumlahkan tetapi dikurangi, karena ternyata ganda identik ini bagian dari temuan ganda NIK, jadi temuan ganda hanya 6.807,” bebernya. </p><p> Sisa data ganda, kata Mulat, masih dalam proses penyisiran dan pencermatan oleh petugas dilapangan. Selain itu, KPU juga masih menunggu masukan dari masyarakat yang memungkinkan jumlah pemilih bertambah atau berkurang secara umum. Diharapkan tidak ada warga tercecer pendataan dan kehilangan hak pilihnya. “Hasil pencermatan PPK tinggal ditetapkan KPU,” ujarnya. </p><p> Menurut dia, data ganda yang ditemukan pasca penetapan DPS kemungkinan besar disebabkan adanya aturan baru dimana pemilih diperbolehkan pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Data pemilih pindah tidak dihapus dan tetap tercatat di TPS lama, sementara di TPS tujuan sudah tercatat, hal tersebut sudah disisir petugas dilapangan dan dibersihkan. </p><p> Temuan ini juga mengindikasikan adanya pergeseran pemelih dari satu TPS ke TPS lain, potensi penambahan dan pengurangan pemilih juga masih mungkin terjadi sebelum penetapan DPT, dalam tahapan ini KPU dan Panwaslu saling memberikan masukan.&nbsp; </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com