Jumat, 20 April 2018

Menteri Nasir: Idealnya penelitian terpusat

Senin, 16 April 2018 21:58

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2qAHpP8 Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Sumber foto: https://bit.ly/2qAHpP8
Ayo berbagi!

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan idealnya ada satu lembaga yang menaungi penelitian atau dengan kata lain terpusat.

"Saat ini, dana riset tersebut ada Rp24,9 triliiun, namun dana tersebut tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga," ujar Menristekdikti usai penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kemenpan RB di Jakarta, Senin (16/4).

Menurut dia, dengan banyaknya dana riset yang tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga justru membuat penelitian tersebut tidak efektif dan efesien. Selain itu juga kerap terjadi penelitian yang sama. "Kami usul agar dilakukan desentralistik karena akan menjadi lebih baik, penelitian disesuai dengan kebutuhan dan lembaga. Kalau ini dilakukan, maka akan terjadi efesiensi yang cukup besar."

Di sejumlah negara, lanjut Menristekdikti,seperti di Inggris, Korea Selatan maupun Tiongkok, penelitian dilakukan secara terpusat. Untuk itu, dia berharap ke depan penelitian di Tanah Air dikelola oleh satu kementerian atau lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian BUMN, Kemenpan RB, dan Kemristekdikti melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU menuju pemerintahan berkelas dunia dan juga hilirisasi hasil riset. Kemristekditi juga menyatakan komitmennya untuk merencanakan dan mendorong hilirisasi hasil invensi dan inovasi lembaga Litbang atau perguruan tinggi untuk dimanfaatkan oleh BUMN.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar