Senin, 23 April 2018

Menkeu: Momentum perbaikan ekspor harus dijaga

Selasa, 17 April 2018 06:41

Sumber Foto: https://bit.ly/2GXWQKU Sumber Foto: https://bit.ly/2GXWQKU
Ayo berbagi!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum perbaikan kinerja ekspor yang menjadi penyebab terjadinya surplus neraca perdagangan harus terus dijaga agar tidak rentan terhadap adanya gejolak.

"Kita tidak boleh lengah karena kemungkinan `shock` itu tidak pakai pendahuluan," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (16/4).

Sri Mulyani mengatakan saat ini sedang terjadi penguatan ekspor migas maupun non migas seiring dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional serta meningkatnya permintaan di tingkat global.

Hal tersebut ikut tercermin dari membaiknya realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai, terutama bea keluar karena tingginya ekspor minerba. Namun, pemerintah tetap waspada dalam melihat kondisi perekonomian global saat ini yang berpotensi mengganggu kinerja perdagangan internasional.

Risiko tersebut salah satunya berasal dari kemungkinan terjadinya perang dagang AS dengan China setelah keduanya saling menerapkan tarif impor untuk masing-masing produk unggulan ekspor. "Kita akan tetap jaga, kecuali dinamika antara AS dan China mengenai tarif itu memengaruhi atau benar-benar dieksekusi, maka pengaruhnya akan dilihat di semester dua," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor pada Maret 2018 mencapai 15,58 miliar dolar Amerika Serikat, naik sebesar 10,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai 14,13 miliar dolar AS. Beberapa sektor tercatat mengalami kenaikan kinerja ekspor, seperti sektor pertanian naik sebesar 20,01 persen, industri pengolahan naik 9,17 persen serta pertambangan dan lainnya naik 22,66 persen. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar