Sabtu, 15 Desember 2018 | 08:23 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Menkeu: Momentum perbaikan ekspor harus dijaga

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2GXWQKU
Sumber Foto: https://bit.ly/2GXWQKU
<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum perbaikan kinerja ekspor yang menjadi penyebab terjadinya surplus neraca perdagangan harus terus dijaga agar tidak rentan terhadap adanya gejolak.</p><p>"Kita tidak boleh lengah karena kemungkinan `shock` itu tidak pakai pendahuluan," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (16/4).</p><p>Sri Mulyani mengatakan saat ini sedang terjadi penguatan ekspor migas maupun non migas seiring dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional serta meningkatnya permintaan di tingkat global.</p><p>Hal tersebut ikut tercermin dari membaiknya realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai, terutama bea keluar karena tingginya ekspor minerba.&nbsp;Namun, pemerintah tetap waspada dalam melihat kondisi perekonomian global saat ini yang berpotensi mengganggu kinerja perdagangan internasional.</p><p>Risiko tersebut salah satunya berasal dari kemungkinan terjadinya perang dagang AS dengan China setelah keduanya saling menerapkan tarif impor untuk masing-masing produk unggulan ekspor.&nbsp;"Kita akan tetap jaga, kecuali dinamika antara AS dan China mengenai tarif itu memengaruhi atau benar-benar dieksekusi, maka pengaruhnya akan dilihat di semester dua," ujarnya.</p><p>Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor pada Maret 2018 mencapai 15,58 miliar dolar Amerika Serikat, naik sebesar 10,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai 14,13 miliar dolar AS.&nbsp;Beberapa sektor tercatat mengalami kenaikan kinerja ekspor, seperti sektor pertanian naik sebesar 20,01 persen, industri pengolahan naik 9,17 persen serta pertambangan dan lainnya naik 22,66 persen. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 15 Desember 2018 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya perkirakan 150 ribu Jakmania ikut perayaan Persija

Arestasi | 15 Desember 2018 - 07:49 WIB

Siber Polri ungkap jaringan pemalsu kartu kredit

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:37 WIB

Ini pengaturan lalu lintas saat pawai Persija

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 07:25 WIB

Pemprov DKI siapkan acara selebrasi Persija

Hukum | 15 Desember 2018 - 06:51 WIB

Polisi periksa 17 saksi kasus KTP-el tercecer

<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum perbaikan kinerja ekspor yang menjadi penyebab terjadinya surplus neraca perdagangan harus terus dijaga agar tidak rentan terhadap adanya gejolak.</p><p>"Kita tidak boleh lengah karena kemungkinan `shock` itu tidak pakai pendahuluan," kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (16/4).</p><p>Sri Mulyani mengatakan saat ini sedang terjadi penguatan ekspor migas maupun non migas seiring dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional serta meningkatnya permintaan di tingkat global.</p><p>Hal tersebut ikut tercermin dari membaiknya realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai, terutama bea keluar karena tingginya ekspor minerba.&nbsp;Namun, pemerintah tetap waspada dalam melihat kondisi perekonomian global saat ini yang berpotensi mengganggu kinerja perdagangan internasional.</p><p>Risiko tersebut salah satunya berasal dari kemungkinan terjadinya perang dagang AS dengan China setelah keduanya saling menerapkan tarif impor untuk masing-masing produk unggulan ekspor.&nbsp;"Kita akan tetap jaga, kecuali dinamika antara AS dan China mengenai tarif itu memengaruhi atau benar-benar dieksekusi, maka pengaruhnya akan dilihat di semester dua," ujarnya.</p><p>Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor pada Maret 2018 mencapai 15,58 miliar dolar Amerika Serikat, naik sebesar 10,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai 14,13 miliar dolar AS.&nbsp;Beberapa sektor tercatat mengalami kenaikan kinerja ekspor, seperti sektor pertanian naik sebesar 20,01 persen, industri pengolahan naik 9,17 persen serta pertambangan dan lainnya naik 22,66 persen. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com