Minggu, 16 Desember 2018 | 16:31 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Razia dua rutan Surabaya, ratusan benda ilegal disita

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2qHTWQj
Sumber Foto: https://bit.ly/2qHTWQj
<p>Sebanyak 75 petugas melakukan razia di dua rumah tahanan (rutan) yakni Rutan Kelas I Surabaya dan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, di Medaeng Sidoarjo, dalam rangka Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54, Senin (16/4) malam.</p><p>Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya Mahendra Sulaksana mengatakan, selama kurang lebih satu jam razia, ratusan benda ilegal diamankan petugas mulai dari kabel, garpu, pamanas air, gunting, gergaji hingga obat berlabel biru dan merah (keras). Hasil yang hampir sama juga terlihat di Rutan Perempuan.</p><p>"Kami hanya mengijinkan obat yang disediakan klinik. Selain itu, meski obat-obatan ini tergolong legal di pasaran, namun kerap disalahgunakan," ucapnya.</p><p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Bambang Haryanto mengatakan, penggeledahan sengaja dilakukan pada malam hari supaya suasana lebih kondusif. "Apalagi, sasaran malam ini adalah blok F, tempat 129 tahanan khusus narkoba. Karena kalau siang, masih ada yang harus ikut sidang. Sementara itu, tim kedua menggeledah blok khusus perempuan," katanya di Sidoarjo.</p><p>Selain itu, kata dia, kondisi rutan yang penuh sesak membuat petugas harus hati-hati karena saat ini, jumlah penghuni sudah lebih dari 2.700 tahanan dan narapidana. "Jika terlalu arogan dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan antara penghuni dan petugas," ucapnya.</p><p>Untuk itu, ia minta digunakan pendekatan yang manusiawi agar tidak menimbulkan gejolak. "Karena jika sampai terjadi, akibatnya akan fatal. Meskipun sifatnya penertiban, petugas tidak boleh arogan," katanya.</p><p>Ia menambahkan, pelaksanaan razia ini diberitahukan beberapa menit sebelum dilaksanakan dengan tujuan supaya tidak bocor. "Blok mana yang akan dirazia, baru diberitahu saat apel beberapa menit menjelang razia dilakukan. Sengaja kami bagi dua tim, agar cepat," ujarnya. (Anrt)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 16 Desember 2018 - 16:26 WIB

Jokowi harap Babinsa ingatkan kades maksimalkan dana desa

Musibah | 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

Hukum | 16 Desember 2018 - 15:39 WIB

Politisi PDIP batal laporkan SBY ke Polisi

Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 15:27 WIB

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian korban longsor Toba Samosir

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 15:14 WIB

Presiden minta Babinsa cegah konflik di desa

<p>Sebanyak 75 petugas melakukan razia di dua rumah tahanan (rutan) yakni Rutan Kelas I Surabaya dan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, di Medaeng Sidoarjo, dalam rangka Memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54, Senin (16/4) malam.</p><p>Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya Mahendra Sulaksana mengatakan, selama kurang lebih satu jam razia, ratusan benda ilegal diamankan petugas mulai dari kabel, garpu, pamanas air, gunting, gergaji hingga obat berlabel biru dan merah (keras). Hasil yang hampir sama juga terlihat di Rutan Perempuan.</p><p>"Kami hanya mengijinkan obat yang disediakan klinik. Selain itu, meski obat-obatan ini tergolong legal di pasaran, namun kerap disalahgunakan," ucapnya.</p><p>Pada kesempatan yang sama, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Bambang Haryanto mengatakan, penggeledahan sengaja dilakukan pada malam hari supaya suasana lebih kondusif. "Apalagi, sasaran malam ini adalah blok F, tempat 129 tahanan khusus narkoba. Karena kalau siang, masih ada yang harus ikut sidang. Sementara itu, tim kedua menggeledah blok khusus perempuan," katanya di Sidoarjo.</p><p>Selain itu, kata dia, kondisi rutan yang penuh sesak membuat petugas harus hati-hati karena saat ini, jumlah penghuni sudah lebih dari 2.700 tahanan dan narapidana. "Jika terlalu arogan dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan antara penghuni dan petugas," ucapnya.</p><p>Untuk itu, ia minta digunakan pendekatan yang manusiawi agar tidak menimbulkan gejolak. "Karena jika sampai terjadi, akibatnya akan fatal. Meskipun sifatnya penertiban, petugas tidak boleh arogan," katanya.</p><p>Ia menambahkan, pelaksanaan razia ini diberitahukan beberapa menit sebelum dilaksanakan dengan tujuan supaya tidak bocor. "Blok mana yang akan dirazia, baru diberitahu saat apel beberapa menit menjelang razia dilakukan. Sengaja kami bagi dua tim, agar cepat," ujarnya. (Anrt)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com