PLTA Sungai Kayan diharapkan segera dibangun
Senin, 00 0000 - 00:00 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto : https://bit.ly/2HE7bcC
<p> Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Kayan, Kalimantan Utara diharapkan sudah bisa mulai dibangun tahun ini melalui pembiayaan kerangka inisiatif Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 (Belt and Road).</p><p>Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (16/4) malam menjelaskan realisasi investasi dari China itu rencananya akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kapasitas hingga mencapai 9.000 megawatt (MW).</p><p>"Targetnya 2018 atau 2019 ini sudah ada yang jalan, terutama PLTA di Kaltara di Sungai Kayan. Pembangunannya juga bertahap, pertama 900 MW, lalu 1.200 MW hingga nanti terakhir 3.300 MW," katanya.</p><p>Irianto menjelaskan proyek PLTA di Sungai Kayan yang membutuhkan investasi 17,8 miliar dolar AS itu nantinya akan digarap melalui skema joint venture antara perusahaan China dan Indonesia. Kerja sama itu akan difasilitasi pemerintah agar dapat mendukung realisasi investasi di Kaltara. Ada pun pendanaan tahap awal diharapkan bisa segera cair setelah tim pakar badan pembangunan nasional China datang ke Indonesia untuk mengkaji studi kelayakan proyek PLTA.</p><p>"Perdana Menteri China akan datang 7 Mei 2018, nanti ada tim pakar badan pembangunan nasional China datang kemari. Mungkin minggu ini, mereka akan mengkaji hasil studi kelayakan untuk PLTA untuk meyakinkan mereka agar dapat memberikan pembiayaan," jelasnya.</p><p>Irianto optimistis kerja sama dengan China untuk merealisasikan proyek tersebut akan berhasil dilakukan tahun ini. Pasalnya, Presiden Jokowi juga meminta agar ada satu proyek dalam skema Belt and Road yang bisa terrealisasi tahun ini. "Bukan optimis lagi, kami yakin PLTA bisa dimulai tahun ini. Presiden juga minta kalau bisa ada realisasi investasi minimal satu proyek sudah dimulai," pungkasnya.</p><p>Sebelumnya, Indonesia dan China menandatangani lima kontrak kerja sama antara kedua negara senilai 23,3 miliar dolar AS dalam kerangka inisiatif Jalur Sutera dan Jalur Maritim Abad ke-21 atau "Belt and Road" di Beijing, Jumat (13/4). (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 19 November 2018 - 00:00 WIB
<P>Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menanggapi serius Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014...
Minggu, 22 April 2018 - 08:04 WIB
<p>Aparat kepolisian Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meringkus tersangka pembawa 20...
Minggu, 22 April 2018 - 07:04 WIB
<p>Pencarian terhadap Wakapolres Labuhan Batu Kompol Adi Chandra yang tenggelam di perairan De...
Minggu, 22 April 2018 - 06:04 WIB
<p>Gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter mengguncang Provinsi Aceh pada pukul 22.16 WIB.<...
Minggu, 22 April 2018 - 06:04 WIB
<p>Kapal boat yang ditumpangi rombongan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang dilaporkan ...
Minggu, 22 April 2018 - 02:04 WIB
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Depok bikin acara unik yaitu pasar kaki lima ala betawi di ...
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 WIB
<p>Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat menyerahkan Alat Peraga Kampanye (APK) kepada...
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 WIB
<p>Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta pembangunan Jembatan Widang di Kabupaten Tuban yang am...
Sabtu, 21 April 2018 - 12:04 WIB
<p>PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku Papua konsisten merealisasikan BB...
Sabtu, 21 April 2018 - 11:04 WIB
<p>Semangat Kartini masih terus terasa hingga sekarang dan para wanita sudah menunjukkan peran...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)