Minggu, 16 Desember 2018 | 02:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

7 Jenis Bisnis yang Tak Hanya Menguntungkan, Tapi juga Memiliki Nilai Sosial yang Tinggi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/7-jenis-bisnis-yang-tak-hanya-menguntungkan-tapi-juga-memiliki-nilai-sosial-yang-tinggi
courtesy https://www.cermati.com/artikel/7-jenis-bisnis-yang-tak-hanya-menguntungkan-tapi-juga-memiliki-nilai-sosial-yang-tinggi
<p>Pada dasarnya, setiap bisnis yang dijalankan tentu akan selalu identik dengan tujuan sejumlah keuntungan yang besar. Berapapun itu jumlahnya, keuntungan tetap menjadi tujuan, sebab tak seorangpun menginginkan untuk mengalami kerugian atas bisnis yang dijalankannya. Bahkan sebagian besar pebisnis dengan terang-terangan mengungkapkan tujuannya tersebut, dan ini sebuah hal yang wajar.</p> <p><span style="font-weight: 400;">Bisnis dan keuntungan mungkin menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, namun bagaimana jika ada tujuan lainnya yang tak kalah penting di dalam bisnis itu sendiri?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak semata-mata untuk mencari keuntungan saja, di luar sana ada juga orang yang menjalankan bisnisnya dengan misi sosial. Artinya, para pebisnis ini menginginkan nilai lebih dari sekedar keuntungan, yakni tujuan sosial yang mereka tetapkan sejak awal. Meski hanya segelintir orang saja yang memikirkan dan menjalankan hal seperti ini, namun ini tentu sebuah langkah besar yang patut diapresiasi. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Simak 7 jenis bisnis berikut ini, yang dijalankan tidak hanya untuk tujuan keuntungan saja, namun untuk tujuan sosial juga:</span></p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong><strong>1. Restoran Der Wiener Deewan</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/lvpg11qwhxxuy7owvket" alt="Restoran Der Wiener Deewan"><br>Restoran Der Wiener Deewan via hipwee.com&#xA0;</p> <p><span style="font-weight: 400;">Berbeda dengan konsep restoran pada umumnya, sejak awal Der Wiener Deewan memang didirikan dengan tujuan kemanusiaan. Restoran yang dibangun oleh Afzaal Deewan dan juga Natalie Deewan ini memungkinkan pengunjung untuk makan sepuasnya dan membayar dengan seikhlasnya saja. Terlihat seperti bisnis yang tidak memungkinkan dan menuju kebangkrutan?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Namun justru sebaliknya, restoran yang berdiri di Wina, Austria ini tetap berdiri dan berjalan dengan lancar hingga saat ini. Kedua pemiliknya percaya bahwa konsep yang mereka usung akan membawa sistem subsidi silang di antara pelanggan mereka, dan sepertinya hal ini berjalan dengan lancar, sebab restoran yang menjual menu Pakistan ini masih tetap buka dan memiliki banyak pelanggan tetap. Bukan hanya keuntungan, namun Afzaal dan Natalie juga bisa menjalankan misi sosial yang mereka impikan.</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="7 Tantangan yang Harus Dikalahkan oleh Wirausaha Wanita" href="https://www.cermati.com/artikel/7-tantangan-yang-harus-dikalahkan-oleh-wirausaha-wanita" target="_blank">7 Tantangan yang Harus Dikalahkan oleh Wirausaha Wanita</a></strong></p> <h2><strong><strong>2. Situs EmergencyBNB</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/p7vwsavvczxk0ql546jy" alt="EmergencyBNB">&#xA0;EmergencyBNB via twitter.com</p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada banyak alasan mengapa orang ingin mengungsi atau pindah ke negara Paman Sam. Namun hal ini juga akan dibarengi dengan sejumlah alasan peliknya birokrasi dan juga masalah tempat tinggal. Bisa saja pengungsi akan terlantar dan mati kelaparan di jalanan, mengingat tingginya biaya hidup di negara tersebut. Hal seperti inilah yang pernah dialami oleh Amr Arafa, seorang pengungsi yang datang ke Atlanta dan merasakan sulitnya untuk mendapatkan tempat tinggal. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak ingin orang lain mengalami masalah yang sama dengannya, Arafa pun mencoba untuk membangun sebuah website bernama EmergencyBNB, di mana para pengungsi dan juga para korban kekerasan dapat berinteraksi. Website ini mempertemukan para pengungsi dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">host</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang menyediakan&#xA0;<a title="tempat tinggal" href="https://www.cermati.com/artikel/ingin-beli-apartemen-coba-fasilitas-kpa" target="_blank">tempat tinggal</a> sementara di wilayah tersebut, sehingga para pengungsi tidak lagi terlantar dan bisa mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.</span></p> <h2><strong><strong>3. Supermarket The Real Junk Food Project</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/ltjp2aoj6ahswxo9ruzz" alt="the real junk food project"><br>&#xA0;The Real Junk Food Project Logo</p> <p><span style="font-weight: 400;">Mahalnya harga berbagai kebutuhan pokok membuat banyak orang kesulitan untuk memenuhi semua kebutuhan mereka dengan baik dan layak. Namun di lain sisi, ada banyak makanan yang akan terbuang dan berakhir di tempat sampah, meskipun makanan-makanan ini masih layak dan bisa dikonsumsi. Ironi seperti inilah yang dilihat oleh para pendiri The Real Junk Food Project di UK, sehingga mereka mengupayakan agar makanan-makanan sisa tersebut bisa diolah dan dikonsumsi oleh mereka yang membutuhkan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak tanggung-tanggung, supermarket ini dibangun dengan serius di sebuah gudang dan memiliki banyak bahan makanan yang layak. Konsep sosial yang diusung oleh pendirinya, membuat para pembeli bisa membayar belanjaan mereka dengan seiklasnya saja. Sebuah kegiatan yang sangat mulia, di mana makanan sisa tersebut tidak akan terbuang dengan sia-sia, dan banyak orang bisa memenuhi kebutuhan makan mereka dengan lebih baik dan layak.</span></p> <h2><strong><strong>4. Parental Advisory Baby Clothing</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/ttzcxsjh0adttubihyos" alt="parental advisory baby clothing"><br>Pakaian Parental Advisory Baby Clothing via myiconart.com&#xA0;</p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada banyak kekerasan yang terjadi pada anak-anak di berbagai wilayah di dunia, dan hal ini cukup menarik perhatian seorang Phaerlymaviec Musadi atau yang akrab dipanggil Pei, yang juga dibesarkan di bawah didikan seorang ayah yang ringan tangan. Tidak ingin anak-anak lain mengalami hal buruk sepertinya, Pei mendirikan yayasan &#xA0;Parental Advisory Baby Clothing yang bergerak aktif untuk menjadi penghubung komunikasi antara anak-anak dan juga orangtua mereka.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Melalui produknya, Pei yang menekuni bisnis kaos ini berupaya untuk menyampaikan apa saja hak anak-anak yang selama ini diabaikan oleh banyak orangtua di dunia. Hal ini mungkin terdengar sederhana, namun memiliki pesan moral yang sangat baik dan penting.</span></p> <h2><strong><strong>5. Bridge International Academies</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/yafqkboekokomwy0wggb" alt=" Bridge International Academies"><br>Bridge International Academies via&#xA0;peeryfoundation.org</p> <p><span style="font-weight: 400;">Menyekolahkan ribuan anak-anak miskin di wilayah sulit seperti Kenya, ini mungkin akan terdengar sangat sulit atau bahkan mustahil pada pendengaran kita. Namun hal tersebut ditampik oleh pasangan Shannon May dan Jay Kimmelman, yang berkeinginan untuk mendirikan sebuah yayasan untuk kebutuhan tersebut. Keduanya begitu prihatin dengan kondisi pendidikan di Kenya, sebab di wilayah ini ada ribuan keluarga miskin yang bahkan tidak memiliki pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Lalu, bagaimana mereka bisa memenuhi&#xA0;<a title="kebutuhan pendidikan" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-cermat-memilih-asuransi-pendidikan-terbaik" target="_blank">kebutuhan pendidikan</a> yang layak bagi anak-anaknya?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebuah hal yang sangat besar ada di benak pasangan suami istri ini, hingga akhirnya mereka mendirikan yayasan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, hingga saat ini yayasan ini telah mendirikan lebih dari 300 sekolah dasar yang mampu menampung ribuan anak-anak Kenya usia sekolah. Ada banyak orang yang tergerak untuk menyumbangkan uang mereka ke yayasan ini, termasuk Bill Gates.</span></p> <h2><strong><strong>6. Bank Sampah</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/xlpjlgp1xz27xpuawmik" alt="Bank Sampah"><br>&#xA0;Bank Sampah via rwhijau16.wordpress.com</p> <p><span style="font-weight: 400;">Sampah selalu menjadi masalah besar yang sulit ditangani, hal inilah yang menjadi persepsi kebanyakan orang, sehingga kerap malas untuk mengurusnya dengan baik. Namun pemikiran berbeda jutsru datang dari Chusniati, seorang ibu rumah tangga yang bahkan hanya lulusan SD saja. Bagaimana, bisa?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Di tangan Chusniati, sampah berubah menjadi sejumlah uang, setelah dikelola di bank sampah yang didirikan olehnya. Bank sampah yang dibangun di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kota Surabaya, Jawa Timur ini menerima setoran sampah dan mengolahnya sesuai dengan jenisnya. Bukan hanya lingkunnya saja yang menjadi bersih, namun Chusniati juga membantu orang-orang di lingkungannya untuk menabung dan membangun perekonomian yang lebih baik lagi.</span></p> <h2><strong><strong>7. Kitabisa.com</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/hldz0csjyd8a0fiamyuu" alt="Kitabisa.com via beritasatu.com"><br>&#xA0;Kitabisa.com via beritasatu.com</p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada banyak orang yang membutuhkan bantuan dana untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mereka hadapi, inilah yang menjadi alasan Alfatih Timur untuk mendirikan Kitabisa.com. Melalui situs ini, donatur bisa menyumbangkan dana mereka dan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan dana. Mungkin kegiatan ini terdengar biasa saja untuk sebagian orang. Namun hingga saat ini, kegiatan ini sudah mengumpulkan dana lebih dari Rp12 Milyar.</span></p> <p><strong>Baca Juga:<a title="&#xA0;6 Alasan Galang Dana Crowdfunding untuk Usaha Itu Sebuah Solusi" href="https://www.cermati.com/artikel/6-alasan-galang-dana-crowdfunding-untuk-usaha-itu-sebuah-solusi" target="_blank">&#xA0;6 Alasan Galang Dana Crowdfunding untuk Usaha Itu Sebuah Solusi</a></strong></p> <h2><strong>Kreatif dan Bermanfaat bagi Banyak Orang</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Meski pada dasarnya bisnis ditujukan untuk mencapai keuntungan, namun tidak selamanya hal tersebut menjadi tujuan utama semua bisnis. Ada banyak bisnis yang dijalankan dengan tujuan sosial, bahkan yang tidak kita duga sebelumnya dan terdengar mustahil bagi kebanyakan orang. Jika ingin memulai sebuah bisnis, tidak ada salahnya untuk mengusung konsep sosial di dalamnya.</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Inilah Cara Menghasilkan Rupiah dengan Hanya Bermodal Instagram" href="https://www.cermati.com/artikel/inilah-cara-menghasilkan-rupiah-dengan-hanya-bermodal-instagram" target="_blank">Inilah Cara Menghasilkan Rupiah dengan Hanya Bermodal Instagram</a></strong></p> <cermati data-banner="kredit-mobil-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/7-jenis-bisnis-yang-tak-hanya-menguntungkan-tapi-juga-memiliki-nilai-sosial-yang-tinggi">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Pada dasarnya, setiap bisnis yang dijalankan tentu akan selalu identik dengan tujuan sejumlah keuntungan yang besar. Berapapun itu jumlahnya, keuntungan tetap menjadi tujuan, sebab tak seorangpun menginginkan untuk mengalami kerugian atas bisnis yang dijalankannya. Bahkan sebagian besar pebisnis dengan terang-terangan mengungkapkan tujuannya tersebut, dan ini sebuah hal yang wajar.</p> <p><span style="font-weight: 400;">Bisnis dan keuntungan mungkin menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan, namun bagaimana jika ada tujuan lainnya yang tak kalah penting di dalam bisnis itu sendiri?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak semata-mata untuk mencari keuntungan saja, di luar sana ada juga orang yang menjalankan bisnisnya dengan misi sosial. Artinya, para pebisnis ini menginginkan nilai lebih dari sekedar keuntungan, yakni tujuan sosial yang mereka tetapkan sejak awal. Meski hanya segelintir orang saja yang memikirkan dan menjalankan hal seperti ini, namun ini tentu sebuah langkah besar yang patut diapresiasi. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Simak 7 jenis bisnis berikut ini, yang dijalankan tidak hanya untuk tujuan keuntungan saja, namun untuk tujuan sosial juga:</span></p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong><strong>1. Restoran Der Wiener Deewan</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/lvpg11qwhxxuy7owvket" alt="Restoran Der Wiener Deewan"><br>Restoran Der Wiener Deewan via hipwee.com&#xA0;</p> <p><span style="font-weight: 400;">Berbeda dengan konsep restoran pada umumnya, sejak awal Der Wiener Deewan memang didirikan dengan tujuan kemanusiaan. Restoran yang dibangun oleh Afzaal Deewan dan juga Natalie Deewan ini memungkinkan pengunjung untuk makan sepuasnya dan membayar dengan seikhlasnya saja. Terlihat seperti bisnis yang tidak memungkinkan dan menuju kebangkrutan?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Namun justru sebaliknya, restoran yang berdiri di Wina, Austria ini tetap berdiri dan berjalan dengan lancar hingga saat ini. Kedua pemiliknya percaya bahwa konsep yang mereka usung akan membawa sistem subsidi silang di antara pelanggan mereka, dan sepertinya hal ini berjalan dengan lancar, sebab restoran yang menjual menu Pakistan ini masih tetap buka dan memiliki banyak pelanggan tetap. Bukan hanya keuntungan, namun Afzaal dan Natalie juga bisa menjalankan misi sosial yang mereka impikan.</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="7 Tantangan yang Harus Dikalahkan oleh Wirausaha Wanita" href="https://www.cermati.com/artikel/7-tantangan-yang-harus-dikalahkan-oleh-wirausaha-wanita" target="_blank">7 Tantangan yang Harus Dikalahkan oleh Wirausaha Wanita</a></strong></p> <h2><strong><strong>2. Situs EmergencyBNB</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/p7vwsavvczxk0ql546jy" alt="EmergencyBNB">&#xA0;EmergencyBNB via twitter.com</p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada banyak alasan mengapa orang ingin mengungsi atau pindah ke negara Paman Sam. Namun hal ini juga akan dibarengi dengan sejumlah alasan peliknya birokrasi dan juga masalah tempat tinggal. Bisa saja pengungsi akan terlantar dan mati kelaparan di jalanan, mengingat tingginya biaya hidup di negara tersebut. Hal seperti inilah yang pernah dialami oleh Amr Arafa, seorang pengungsi yang datang ke Atlanta dan merasakan sulitnya untuk mendapatkan tempat tinggal. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak ingin orang lain mengalami masalah yang sama dengannya, Arafa pun mencoba untuk membangun sebuah website bernama EmergencyBNB, di mana para pengungsi dan juga para korban kekerasan dapat berinteraksi. Website ini mempertemukan para pengungsi dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">host</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang menyediakan&#xA0;<a title="tempat tinggal" href="https://www.cermati.com/artikel/ingin-beli-apartemen-coba-fasilitas-kpa" target="_blank">tempat tinggal</a> sementara di wilayah tersebut, sehingga para pengungsi tidak lagi terlantar dan bisa mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.</span></p> <h2><strong><strong>3. Supermarket The Real Junk Food Project</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/ltjp2aoj6ahswxo9ruzz" alt="the real junk food project"><br>&#xA0;The Real Junk Food Project Logo</p> <p><span style="font-weight: 400;">Mahalnya harga berbagai kebutuhan pokok membuat banyak orang kesulitan untuk memenuhi semua kebutuhan mereka dengan baik dan layak. Namun di lain sisi, ada banyak makanan yang akan terbuang dan berakhir di tempat sampah, meskipun makanan-makanan ini masih layak dan bisa dikonsumsi. Ironi seperti inilah yang dilihat oleh para pendiri The Real Junk Food Project di UK, sehingga mereka mengupayakan agar makanan-makanan sisa tersebut bisa diolah dan dikonsumsi oleh mereka yang membutuhkan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Tidak tanggung-tanggung, supermarket ini dibangun dengan serius di sebuah gudang dan memiliki banyak bahan makanan yang layak. Konsep sosial yang diusung oleh pendirinya, membuat para pembeli bisa membayar belanjaan mereka dengan seiklasnya saja. Sebuah kegiatan yang sangat mulia, di mana makanan sisa tersebut tidak akan terbuang dengan sia-sia, dan banyak orang bisa memenuhi kebutuhan makan mereka dengan lebih baik dan layak.</span></p> <h2><strong><strong>4. Parental Advisory Baby Clothing</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/ttzcxsjh0adttubihyos" alt="parental advisory baby clothing"><br>Pakaian Parental Advisory Baby Clothing via myiconart.com&#xA0;</p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada banyak kekerasan yang terjadi pada anak-anak di berbagai wilayah di dunia, dan hal ini cukup menarik perhatian seorang Phaerlymaviec Musadi atau yang akrab dipanggil Pei, yang juga dibesarkan di bawah didikan seorang ayah yang ringan tangan. Tidak ingin anak-anak lain mengalami hal buruk sepertinya, Pei mendirikan yayasan &#xA0;Parental Advisory Baby Clothing yang bergerak aktif untuk menjadi penghubung komunikasi antara anak-anak dan juga orangtua mereka.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Melalui produknya, Pei yang menekuni bisnis kaos ini berupaya untuk menyampaikan apa saja hak anak-anak yang selama ini diabaikan oleh banyak orangtua di dunia. Hal ini mungkin terdengar sederhana, namun memiliki pesan moral yang sangat baik dan penting.</span></p> <h2><strong><strong>5. Bridge International Academies</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/yafqkboekokomwy0wggb" alt=" Bridge International Academies"><br>Bridge International Academies via&#xA0;peeryfoundation.org</p> <p><span style="font-weight: 400;">Menyekolahkan ribuan anak-anak miskin di wilayah sulit seperti Kenya, ini mungkin akan terdengar sangat sulit atau bahkan mustahil pada pendengaran kita. Namun hal tersebut ditampik oleh pasangan Shannon May dan Jay Kimmelman, yang berkeinginan untuk mendirikan sebuah yayasan untuk kebutuhan tersebut. Keduanya begitu prihatin dengan kondisi pendidikan di Kenya, sebab di wilayah ini ada ribuan keluarga miskin yang bahkan tidak memiliki pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Lalu, bagaimana mereka bisa memenuhi&#xA0;<a title="kebutuhan pendidikan" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-cermat-memilih-asuransi-pendidikan-terbaik" target="_blank">kebutuhan pendidikan</a> yang layak bagi anak-anaknya?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Sebuah hal yang sangat besar ada di benak pasangan suami istri ini, hingga akhirnya mereka mendirikan yayasan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, hingga saat ini yayasan ini telah mendirikan lebih dari 300 sekolah dasar yang mampu menampung ribuan anak-anak Kenya usia sekolah. Ada banyak orang yang tergerak untuk menyumbangkan uang mereka ke yayasan ini, termasuk Bill Gates.</span></p> <h2><strong><strong>6. Bank Sampah</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/xlpjlgp1xz27xpuawmik" alt="Bank Sampah"><br>&#xA0;Bank Sampah via rwhijau16.wordpress.com</p> <p><span style="font-weight: 400;">Sampah selalu menjadi masalah besar yang sulit ditangani, hal inilah yang menjadi persepsi kebanyakan orang, sehingga kerap malas untuk mengurusnya dengan baik. Namun pemikiran berbeda jutsru datang dari Chusniati, seorang ibu rumah tangga yang bahkan hanya lulusan SD saja. Bagaimana, bisa?</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Di tangan Chusniati, sampah berubah menjadi sejumlah uang, setelah dikelola di bank sampah yang didirikan olehnya. Bank sampah yang dibangun di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kota Surabaya, Jawa Timur ini menerima setoran sampah dan mengolahnya sesuai dengan jenisnya. Bukan hanya lingkunnya saja yang menjadi bersih, namun Chusniati juga membantu orang-orang di lingkungannya untuk menabung dan membangun perekonomian yang lebih baik lagi.</span></p> <h2><strong><strong>7. Kitabisa.com</strong></strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/hldz0csjyd8a0fiamyuu" alt="Kitabisa.com via beritasatu.com"><br>&#xA0;Kitabisa.com via beritasatu.com</p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada banyak orang yang membutuhkan bantuan dana untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mereka hadapi, inilah yang menjadi alasan Alfatih Timur untuk mendirikan Kitabisa.com. Melalui situs ini, donatur bisa menyumbangkan dana mereka dan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan dana. Mungkin kegiatan ini terdengar biasa saja untuk sebagian orang. Namun hingga saat ini, kegiatan ini sudah mengumpulkan dana lebih dari Rp12 Milyar.</span></p> <p><strong>Baca Juga:<a title="&#xA0;6 Alasan Galang Dana Crowdfunding untuk Usaha Itu Sebuah Solusi" href="https://www.cermati.com/artikel/6-alasan-galang-dana-crowdfunding-untuk-usaha-itu-sebuah-solusi" target="_blank">&#xA0;6 Alasan Galang Dana Crowdfunding untuk Usaha Itu Sebuah Solusi</a></strong></p> <h2><strong>Kreatif dan Bermanfaat bagi Banyak Orang</strong></h2> <p><span style="font-weight: 400;">Meski pada dasarnya bisnis ditujukan untuk mencapai keuntungan, namun tidak selamanya hal tersebut menjadi tujuan utama semua bisnis. Ada banyak bisnis yang dijalankan dengan tujuan sosial, bahkan yang tidak kita duga sebelumnya dan terdengar mustahil bagi kebanyakan orang. Jika ingin memulai sebuah bisnis, tidak ada salahnya untuk mengusung konsep sosial di dalamnya.</span></p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Inilah Cara Menghasilkan Rupiah dengan Hanya Bermodal Instagram" href="https://www.cermati.com/artikel/inilah-cara-menghasilkan-rupiah-dengan-hanya-bermodal-instagram" target="_blank">Inilah Cara Menghasilkan Rupiah dengan Hanya Bermodal Instagram</a></strong></p> <cermati data-banner="kredit-mobil-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/7-jenis-bisnis-yang-tak-hanya-menguntungkan-tapi-juga-memiliki-nilai-sosial-yang-tinggi">Cermati.com</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com