Rabu, 26 September 2018 | 11:04 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Belum miliki KTP-el saat Pilkada, ini `dampaknya`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: Sumber foto: https://bit.ly/2qgCkvo
Ilustrasi. Sumber foto: Sumber foto: https://bit.ly/2qgCkvo
<p>Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), termasuk mereka yang akan berusia 17 tahun saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, agar segera merekam data kependudukannya.</p><p>Hal ini guna menghindarkan diri dari kemungkinan kehilangan hak pilih. </p><p>“Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang percepatan pengurusan layanan data kependudukan. Layanan harus selesai dalam satu jam,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M Eddie di Jakarta, Senin (16/4). </p><p>“Pemilih potensial kan pemilih pemula tuh, sekarang belum 17 tahun tapi sebelum hari H, dia sudah 17 tahun. Perekaman kan 17 tahun harusnya, untuk itu Dukcapil sudah informasikan untuk yang 16 tahun segera merekam. Bahkan KTP anak muncul sekarang untuk antisipasi perekaman-perekaman tadi,” jelas Arief, seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>Setkab</i>, Selasa (17/4) siang. </p><p>Arief mengimbau para pemilih pemula juga aktif mendatangi Dukcapil, sehingga ketika tiba pemungutan suara, telah terdata, dengan begitu hak pilihnya terjamin. “Intinya sekarang bagi pemilih pemula yang nanti punya hak pilih di Pilkada serentak 2018, sudah bisa merekam,” tegas Arief seraya menambahkan, untuk pemilih pemula sekarang bisa merekam.</p><p>Dengan merekam, maka Dukcapil punya data lengkap dari Kartu Keluarga (KK), ada surat keterangan yang dimasukkan ke daerah warga masing-masing, untuk dibawa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS ).</p><p>Mengenai usulan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tentang data pemilih seperti yang diajukan Komnas HAM, Arief menambahkan, prosesnya tidak semudah itu. Ia mengingatkan, bahwa kondisi saat ini belum begitu mendesak apalagi Perppu ini membutuhkan kajian yang mendalam. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Sepakbola | 26 September 2018 - 10:58 WIB

Polri imbau pemangku kepentingan sepak bola evaluasi tragedi

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 10:47 WIB

Pemerintah rekrut pemuda atasi darurat narkoba

Aplikasi | 26 September 2018 - 10:36 WIB

Fitur baru pada aplikasi pesan Android

Peristiwa Hari Ini | 26 September 2018 - 10:15 WIB

Tragedi Garuda GA-152 kecelakaan pesawat terparah di Indonesia

Aktual Pemilu | 26 September 2018 - 10:07 WIB

Polda Aceh gelar simulasi pengamanan Pemilu 2019

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com