Jumat, 20 Juli 2018 | 10:16 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Belum miliki KTP-el saat Pilkada, ini `dampaknya`

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: Sumber foto: https://bit.ly/2qgCkvo
Ilustrasi. Sumber foto: Sumber foto: https://bit.ly/2qgCkvo
<p>Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), termasuk mereka yang akan berusia 17 tahun saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, agar segera merekam data kependudukannya.</p><p>Hal ini guna menghindarkan diri dari kemungkinan kehilangan hak pilih. </p><p>“Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang percepatan pengurusan layanan data kependudukan. Layanan harus selesai dalam satu jam,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M Eddie di Jakarta, Senin (16/4). </p><p>“Pemilih potensial kan pemilih pemula tuh, sekarang belum 17 tahun tapi sebelum hari H, dia sudah 17 tahun. Perekaman kan 17 tahun harusnya, untuk itu Dukcapil sudah informasikan untuk yang 16 tahun segera merekam. Bahkan KTP anak muncul sekarang untuk antisipasi perekaman-perekaman tadi,” jelas Arief, seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>Setkab</i>, Selasa (17/4) siang. </p><p>Arief mengimbau para pemilih pemula juga aktif mendatangi Dukcapil, sehingga ketika tiba pemungutan suara, telah terdata, dengan begitu hak pilihnya terjamin. “Intinya sekarang bagi pemilih pemula yang nanti punya hak pilih di Pilkada serentak 2018, sudah bisa merekam,” tegas Arief seraya menambahkan, untuk pemilih pemula sekarang bisa merekam.</p><p>Dengan merekam, maka Dukcapil punya data lengkap dari Kartu Keluarga (KK), ada surat keterangan yang dimasukkan ke daerah warga masing-masing, untuk dibawa ke Tempat Pemungutan Suara (TPS ).</p><p>Mengenai usulan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tentang data pemilih seperti yang diajukan Komnas HAM, Arief menambahkan, prosesnya tidak semudah itu. Ia mengingatkan, bahwa kondisi saat ini belum begitu mendesak apalagi Perppu ini membutuhkan kajian yang mendalam. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 10:14 WIB

BMKG: Suhu udara Yogyakarta capai 18 derajat

Arestasi | 20 Juli 2018 - 10:03 WIB

Tiga WNI ditangkap di Malaysia diduga terafiliasi ISIS

Asia Pasific | 20 Juli 2018 - 09:55 WIB

Liga Arab kutuk persetujuan UU `Negara Yahudi` oleh Israel

Selebritas | 20 Juli 2018 - 09:45 WIB

Hoax Mr. Bean meninggal curi data pribadi

Hukum | 20 Juli 2018 - 09:33 WIB

Usulan UU Perlindungan Penegak Hukum

Asian Games 2018 | 20 Juli 2018 - 09:21 WIB

Polda Lampung perkuat pengamanan Asian Games

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com