Minggu, 16 Desember 2018 | 02:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

UNHCR Desak Australia Prioritaskan Pengungsi Di Pulau Manus

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton meminta kementeriannya mencari cara membantu para petani dari Afrika Selatan.
(Courtesy: AustraliaPlus) Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton meminta kementeriannya mencari cara membantu para petani dari Afrika Selatan.
<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Australia untuk memukimkan kembali para pengungsi yang telah tinggal di Pulau Manus dan Nauru selama lima tahun terakhir, daripada berfokus pada nasib para petani Afrika Selatan yang teraniaya.</p><p>Seiring dengan meningkatnya tekanan dari internal Pemerintah Koalisi untuk membantu memukimkan kembali para petani dari Afrika Selatan, UNHCR telah menimbulkan keraguan apakah petani Afrika Selatan dapat diklasifikasikan sebagai pengungsi dan layak diberikan perlindungan di bawah program kemanusiaan Australia.</p><p>"Perwakilan Regional UNHCR di Canberra belum menerima pertanyaan dari para petani Afrika Selatan yang mencari perlindungan dari Australia," kata juru bicara UNHCR, Catherine Stubberfield.</p><p>"Di bawah Konvensi Pengungsi 1951, seseorang harus berada di luar negara asalnya untuk meminta suaka."</p><p>Sebaliknya, dia mengatakan ratusan pengungsi di Pulau Manus dan Nauru telah mencari perlindungan "langsung dari Australia" dan pantas mendapat perhatian dari Pemerintah Australia.</p><p>"Mereka yang secara paksa dipindahkan ke Papua Nugini dan Nauru di bawah pengaturan 'lepas pantai' harus menjadi prioritas pertama Australia setelah hampir lima tahun," katanya.</p><p>Tetapi Pemerintah Australia telah mengatakan kepada para pengungsi bahwa mereka tidak akan pernah dipindahkan ke Australia dan dapat kembali ke negara asal mereka, atau terus tinggal di Papua Nugini dan Nauru atau pindah ke Kamboja.</p><h3>Klaim telah menerima 'sejumlah aplikasi dari Afrika Selatan'<br/> </h3><p>Awal tahun ini, Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton meminta departemennya untuk mencari cara memukimkan kembali para petani Afrika Selatan dengan alasan mereka layak mendapat perhatian khusus dari "negara yang beradab".</p><p>Di bawah program Kemanusiaan Australia, siapa pun yang mencari suaka dapat mengajukan permohonan visa pengungsi atau, dalam sejumlah kecil kasus, visa kemanusiaan khusus.</p><p>UNHCR memainkan peran penting dalam proses ini karena lembaga ini berwenang mengidentifikasi sebagian besar orang yang membutuhkan perlindungan dan merujuk mereka ke Australia untuk pemukiman kembali.</p><p>Sejak masalah para petani kulit putih yang dianiaya menjadi berita utama di Australia, Pemerintah Federal Australia mengatakan pihaknya telah menerima "sejumlah aplikasi dari Afrika Selatan", meskipun tidak jelas apakah mereka telah mengajukan permohonan untuk perlindungan.</p><p>Pemerintah Australia sejauh ini mengesampingkan kategori visa khusus untuk orang kulit putih Afrika Selatan dan telah berusaha keras untuk menunjukkan bahwa program imigrasi Australia tidak melakukan diskriminasi.</p><p>Tetapi isu ini masih di bawah tekanan dari kelompok konservatif untuk membantu para petani dari Afrika Selatan, dengan beberapa bahkan menyarankan satu kali gelombang penerimaan seperti tanggapan yang dilakukan Australia terhadap krisis Suriah.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-16/white-south-african-farmers-dont-need-australias-help-un-says/9663696" target="_self" title=""><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Australia untuk memukimkan kembali para pengungsi yang telah tinggal di Pulau Manus dan Nauru selama lima tahun terakhir, daripada berfokus pada nasib para petani Afrika Selatan yang teraniaya.</p><p>Seiring dengan meningkatnya tekanan dari internal Pemerintah Koalisi untuk membantu memukimkan kembali para petani dari Afrika Selatan, UNHCR telah menimbulkan keraguan apakah petani Afrika Selatan dapat diklasifikasikan sebagai pengungsi dan layak diberikan perlindungan di bawah program kemanusiaan Australia.</p><p>"Perwakilan Regional UNHCR di Canberra belum menerima pertanyaan dari para petani Afrika Selatan yang mencari perlindungan dari Australia," kata juru bicara UNHCR, Catherine Stubberfield.</p><p>"Di bawah Konvensi Pengungsi 1951, seseorang harus berada di luar negara asalnya untuk meminta suaka."</p><p>Sebaliknya, dia mengatakan ratusan pengungsi di Pulau Manus dan Nauru telah mencari perlindungan "langsung dari Australia" dan pantas mendapat perhatian dari Pemerintah Australia.</p><p>"Mereka yang secara paksa dipindahkan ke Papua Nugini dan Nauru di bawah pengaturan 'lepas pantai' harus menjadi prioritas pertama Australia setelah hampir lima tahun," katanya.</p><p>Tetapi Pemerintah Australia telah mengatakan kepada para pengungsi bahwa mereka tidak akan pernah dipindahkan ke Australia dan dapat kembali ke negara asal mereka, atau terus tinggal di Papua Nugini dan Nauru atau pindah ke Kamboja.</p><h3>Klaim telah menerima 'sejumlah aplikasi dari Afrika Selatan'<br/> </h3><p>Awal tahun ini, Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton meminta departemennya untuk mencari cara memukimkan kembali para petani Afrika Selatan dengan alasan mereka layak mendapat perhatian khusus dari "negara yang beradab".</p><p>Di bawah program Kemanusiaan Australia, siapa pun yang mencari suaka dapat mengajukan permohonan visa pengungsi atau, dalam sejumlah kecil kasus, visa kemanusiaan khusus.</p><p>UNHCR memainkan peran penting dalam proses ini karena lembaga ini berwenang mengidentifikasi sebagian besar orang yang membutuhkan perlindungan dan merujuk mereka ke Australia untuk pemukiman kembali.</p><p>Sejak masalah para petani kulit putih yang dianiaya menjadi berita utama di Australia, Pemerintah Federal Australia mengatakan pihaknya telah menerima "sejumlah aplikasi dari Afrika Selatan", meskipun tidak jelas apakah mereka telah mengajukan permohonan untuk perlindungan.</p><p>Pemerintah Australia sejauh ini mengesampingkan kategori visa khusus untuk orang kulit putih Afrika Selatan dan telah berusaha keras untuk menunjukkan bahwa program imigrasi Australia tidak melakukan diskriminasi.</p><p>Tetapi isu ini masih di bawah tekanan dari kelompok konservatif untuk membantu para petani dari Afrika Selatan, dengan beberapa bahkan menyarankan satu kali gelombang penerimaan seperti tanggapan yang dilakukan Australia terhadap krisis Suriah.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-16/white-south-african-farmers-dont-need-australias-help-un-says/9663696" target="_self" title=""><em>Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.</em></a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com