Jumat, 20 April 2018

Bersiap hadapi transisi dari musim hujan ke kemarau

Selasa, 17 April 2018 12:07

Sumber foto: https://bit.ly/2JPApWE Sumber foto: https://bit.ly/2JPApWE
Ayo berbagi!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, sirkulasi angin regional saat ini sudah didominasi angin Monsun Australia (angin timuran) hampir di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa. Angin timuran ini membawa massa udara kering dari Benua Australia. Kondisi ini selaras dengan awal periode musim kemarau di Indonesia.

Demikian informasi Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya melalui laman resmi BMKG, Selasa (17/4).

Meski demikian, BMKG memaparkan, di beberapa wilayah terutama di bagian barat, masih terdapat massa udara basah yang cukup lembap (> 65%), terutama di atmosfer lapisan menengah (ketinggian 3000 meter). Kondisi ini dapat mendukung tumbuhnya awan-awan konvektif sehingga hujan sporadis masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera bagian Selatan, Jawa bagian Tengah dan Timur, Kalimantan bagian Utara dan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Selatan, serta Maluku bagian Utara.

"Pada musim transisi, potensi dan peluang cuaca ekstrem seperti hujan es dan puting beliung dapat terjadi," kata Dwikorita.

Lebih lanjut, disampaikan, analisis Hari Tanpa Hujan hingga dasarian I April menunjukkan panjang kekeringan meteorologis akibat ketiadaan hari hujan berturut-turut, dilaporkan bahwa beberapa daerah telah mengalami hari tanpa hujan kategori sangat panjang (> 30 hari), yaitu di Aceh Utara (35 hari); kategori panjang (>20-30 hari) yaitu di Batuta; Nusa Tenggara Timur (30 hari); dan di Sumatera Utara (26 hari). Sementara itu, beberapa daerah di Jawa Timur dan NTB sudah mengalami ketiadaan hari hujan berturut-turut kategori menengah (11 - 20 hari).

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau awal bulan April ini. Awal musim kemarau tidak seragam di tiap daerah.

Hingga awal April, daerah yang telah memasuki kemarau adalah Provinsi NTT, NTB, DIY, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Kemudian merambat perlahan ke arah barat dan utara ke Pulau Jawa, sebagian Sulawesi, sebagian Kalimantan, dan Sumatera yang memasuki awal kemarau secara umum di bulan Mei. Demikian juga untuk sebagian Papua.

Prospek curah hujan 10-harian ke depan, beberapa daerah diprediksikan mendapatkan akumulasi curah hujan kategori rendah ( 50 mm dalam 10 hari) di antaranya di daerah NTT, NTB, dan sebagian Jawa Timur. Sementara wilayah lain, umumnya masih berpeluang mendapat akumulasi curah hujan dengan tingkat menengah (50 - 150 mm dalam 10 hari).

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar