Jumat, 20 April 2018

Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen

Selasa, 17 April 2018 13:20

(Courtesy: AustraliaPlus) Pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut di China telah mendukung pertumbuhan ekspor bagi anggur produksi Australia. (Courtesy: AustraliaPlus) Pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut di China telah mendukung pertumbuhan ekspor bagi anggur produksi Australia.
Ayo berbagi!

Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dengan nilainya untuk pertama kalinya melebihi $ 1 miliar.

Dengan itu, China sekarang menjadi salah satu negara utama bagi produk minuman anggur dari Australia dengan kenaikan ekspor tahun lalu mencapai 51 persen dari tahun sebelumnya.

Data dari Wine Australia menunjukkan terjadinya lonjakan 16 persen dalam nilai keseluruhan yang mencapai nilai $ 2,65 miliar atau setara Rp 28 triliun antara Maret 2017 hingga Maret 2018.

Volume ekspor juga tumbuh 10 persen dalam rentang waktu yang sama, mencapai rekor hampir 844 juta liter minuman anggur.

Direktur Wine Australia Andreas Clark mengatakan itu adalah pencapaian yang luar biasa bagi industri yang pernah mengalami kesulitan.

"Kisah [prestasi nilai perdagangan anggur Australia ke] China benar-benar mengesankan dan masih harus menempuh jalan panjang," katanya.

"Keberhasilan itu tampaknya datang cukup cepat, tetapi itu juga menunjukan, mereka yang benar-benar menikmati kesuksesan di industri ini sebenarnya adalah mereka yang sudah menjalani perdagangan ini selama 10 hingga 15 tahun."

Statistics from Wine Australia regarding export data.
Data Anggur Australia menunjukan pertumbuhan ekspor selama satu dekade terakhir senilai $2,65 miliar dalam total ekspor hingga akhir Maret 2018.

Supplied: Wine Australia

Ledakan nilai ekspor anggur Australia ini ditunjukkan oleh wine Australia berperan lebih banyak dalam menentukan harga produk atau price point, dimana produk kemasan botol anggur Australia rata-rata memiliki nilai $ 5,74 per liter.

Keberhasilannya dimasukkan ke tren premiumisasi, dimana para pembeli minuman menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli minuman yang mereka rasakan lebih baik.

Andreas Clark mengatakan premiumisasi telah memberikan banyak keuntungan bagi pembuat minuman dan produsen mencari untuk memasarkan produk yang berkualitas.

"Pada dasarnya, orang siap membayar untuk kualitas," katanya.

"Mereka mungkin minum lebih sedikit, tetapi apa yang mereka minum ... mereka ingin menikmati pengalaman yang berkualitas."

Bisakah pasar China terus tumbuh?

China adalah pasar terbesar kedua di Australia berdasarkan volume, dengan Australia mengekspor sekitar 10 juta kardus lebih banyak ke Inggris.

Namun, dari sisi nilai yang dijual masih belum menyamai nilai ekspor ke Amerika Serikat dimana bedanya mencapai $ 600 juta.

Asisten Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia Anne Ruston mengatakan dengan kebijakan tarif ke China kemungkinan akan dibatalkan pada tahun depan, ada ruang untuk tumbuh lebih jauh.

"Pemerintah mengantisipasi nilai dan volume ekspor anggur ke China hanya akan tumbuh karena kebijakan tarif untuk anggur Australia ke China akan sepenuhnya dihapus dari 1 Januari tahun depan," kata Ruston.

"Regional Australia terus mendapat manfaat dari ekspor yang lebih tinggi. Kami tidak akan mendapat keuntungan dengan menjual lebih banyak wine di dalam negeri."

Andreas Clark mengatakan sementara industri akan terus membuat terobosan di China, akan sulit untuk mempertahankan pertumbuhan selamanya.

"Pada suatu titik waktu, itu akan turun secara alami," katanya.

wineOZ3_abc-1804016.jpg
Ekspor anggur Australia selama 12 bulan meningkat 16 persen di seluruh jenis.

ABC Rural: Jemima Burt

Menumbuhkan peluang untuk label milik keluarga

Luke Tocaciu , pembuat anggur dari Coonawarra, Australia Selatan telah mengalami keuntungan setelah sebelumnya kesulitan menembus pasar anggur asing.

Sebagai direktur bisnis dari pabrik anggur milik keluarganya, ia mengatakan pasar ekspor luar negeri seperti China pada akhirnya dapat menawarkan hasil yang signifikan kepada produsen.

"Kami menghabiskan banyak waktu untuk menemukan distributor yang tepat. Bagi kami yang diwakili sebagai bisnis keluarga, itu cukup penting," katanya.

"Itu tentang menumbuhkan ke pasar-pasar itu secara berkelanjutan juga."

Produk anggur buatan keluarganya, Patrick of Coonawarra, sekarang mengekspor dua hingga tiga kali setahun ke China dan Amerika Serikat.

"Ekspor mencapai sekitar 20 persen dari bisnis kami saat ini, tetapi kami ingin mengembangkannya. Hingga 50 persen dalam beberapa tahun mendatang akan bagus sekali," kata Tocaciu.

"Saya pikir China mungkin menjadi fokus utama kami pada tahap ini, bukan hanya dalam hal volume tetapi juga nilai yang tumbuh.

"Itu mengatakan kepada kami bahwa orang China minum lebih banyak produk anggur premium kami, yang fantastis untuk merek kami dan Coonawarra secara umum.

"Sulit untuk melewati banyak birokrasi dan hal-hal seperti itu, tetapi setelah Anda melakukannya beberapa kali dan mempelajari prosesnya, selanjutnya menjadi cukup mudah.”

"Tentu saja setiap pasar sangat berbeda."

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar