Minggu, 16 Desember 2018 | 02:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Migran yang datang ke Australia lebih banyak yang membayar pajak dibandingkan menerima tunjangan sosial.
(Courtesy: AustraliaPlus) Migran yang datang ke Australia lebih banyak yang membayar pajak dibandingkan menerima tunjangan sosial.
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu akan mempengaruhi pertumbuhan lapangan kerja, dan menurunkan standar hidup di sini.</p><p>Laporan yang dibuat oleh Departemen Keuangan dan Dalam Negeri tersebut mengatakan bahwa jumlah migran yang datang di tahun 2014/2015 akan memberikan sumbangan sekitar $AUD 10 miliar ke dalam anggaran negara selama 50 tahun ke depan.</p><p>"Migran memberikan sumbangan bagi perekonomian Australia karena kebijakan yang ada sekarang mementingkan migran yang masih berusia kerja yang memiliki ketrampilan untuk memberikan sumbangan kepada ekonomi." kata laporan tersebut.</p><p>"Dan karenanya meningkatkan GDP Australia dan juga GDP masing-masing orang, dengan dampak lanjutan pada standar kehidupan pada umumnya."</p><p>Laporan ini muncul di tengah perdebatan hangat di kalangan pemerintah saat ini mengenai kebijakan penerimaan migran dan juga kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai cepatnya pertumbuhan penduduk di Australia karena kedatangan migran.</p><p>Australia menerima 190 ribu permanen migran setiap tahun - sebagian besar memiliki ketrampilan - namun mantan perdana menteri Tony Abbott ingin mengurangi jumlah menjadi setengahnya.</p><p>Dengan itu, akan menurunkan biaya hidup di Australia dan juga mengurangi tekanan terhadap infrastruktur.</p><p>Laporan tersebut mengakui bahwa jumlah penduduk yang semakin besar membawa tantangan tersendiri seperti lebih tinggi kepadatan di jalan, dan meningkatnya permintaan akan rumah.</p><p>Laporan mengatakan investasi di bidang infrastruktur harus sejalan dengan pertumbuhan penduduk.</p><p>Menurunnya tingkat migrasi menurut laporan tersebut bisa mengurangi adanya tenaga kerja baru.</p><p>Dan dampaknya kemudian adalah menurunkan GDP secara keseluruhan dan per orang.</p><p>"Migrasi sudah menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tenaga kerja di Australia selama beberapa tahun terakhir." tulis laporan tersebut.</p><p>Menurut laporan, migran yang datang mengisi 65 persen dari lapangan kerja yang diciptakan selama 5 tahun terakhir.</p><h3>Migran tidaklah mencuri lapangan kerja dari warga yang sudah ada</h3><p>Laporan tersebut juga membantah pendapat bahwa migran yang datang ke Australia banyak menjadi beban karena mendapatkan tunjangan sosial.</p><p>Menurut laporan, migran yang datang lebih besar kemungkinan membayar pajak dibandingkan mendapatkan tunjangan sosial.</p><p>Dan juga mengatakan pasar tenaga kerja yang ada tidaklah 'terbantu atau dirugikan' oleh migrasi, sehingga membantah pendapat bawha migran 'mencuri' pekerjaan dari warga Australia yang sudah ada.</p><p>"Migrasi menggantikan populasi Australia yang semakin menua, meningkatkan partisipasi tenaga kerja dan membantu bisnis mendapatkan tenaga trampil yang susah dibangun dalam waktu yang pendek." katanya.</p><p>Pemberian visa bagi migran yang trampil di tahun 2014/2015 diperkirakan memberikan sumbangan sekitar $ 7 miliar ke anggaran negara, dengan mereka yang datang dengan visa 457 memberikan kontribusi sekitar $ 4 miliar.</p><p>Migran yang menjadi beban bagi anggaran mereka adalah mereka yang datang dengan visa pengungsi atau visa kemanusiaan.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-17/budget-would-suffer-if-australia-cut-immigration-report-shows/9666232" target="_blank" title="">Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini </a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu akan mempengaruhi pertumbuhan lapangan kerja, dan menurunkan standar hidup di sini.</p><p>Laporan yang dibuat oleh Departemen Keuangan dan Dalam Negeri tersebut mengatakan bahwa jumlah migran yang datang di tahun 2014/2015 akan memberikan sumbangan sekitar $AUD 10 miliar ke dalam anggaran negara selama 50 tahun ke depan.</p><p>"Migran memberikan sumbangan bagi perekonomian Australia karena kebijakan yang ada sekarang mementingkan migran yang masih berusia kerja yang memiliki ketrampilan untuk memberikan sumbangan kepada ekonomi." kata laporan tersebut.</p><p>"Dan karenanya meningkatkan GDP Australia dan juga GDP masing-masing orang, dengan dampak lanjutan pada standar kehidupan pada umumnya."</p><p>Laporan ini muncul di tengah perdebatan hangat di kalangan pemerintah saat ini mengenai kebijakan penerimaan migran dan juga kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai cepatnya pertumbuhan penduduk di Australia karena kedatangan migran.</p><p>Australia menerima 190 ribu permanen migran setiap tahun - sebagian besar memiliki ketrampilan - namun mantan perdana menteri Tony Abbott ingin mengurangi jumlah menjadi setengahnya.</p><p>Dengan itu, akan menurunkan biaya hidup di Australia dan juga mengurangi tekanan terhadap infrastruktur.</p><p>Laporan tersebut mengakui bahwa jumlah penduduk yang semakin besar membawa tantangan tersendiri seperti lebih tinggi kepadatan di jalan, dan meningkatnya permintaan akan rumah.</p><p>Laporan mengatakan investasi di bidang infrastruktur harus sejalan dengan pertumbuhan penduduk.</p><p>Menurunnya tingkat migrasi menurut laporan tersebut bisa mengurangi adanya tenaga kerja baru.</p><p>Dan dampaknya kemudian adalah menurunkan GDP secara keseluruhan dan per orang.</p><p>"Migrasi sudah menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tenaga kerja di Australia selama beberapa tahun terakhir." tulis laporan tersebut.</p><p>Menurut laporan, migran yang datang mengisi 65 persen dari lapangan kerja yang diciptakan selama 5 tahun terakhir.</p><h3>Migran tidaklah mencuri lapangan kerja dari warga yang sudah ada</h3><p>Laporan tersebut juga membantah pendapat bahwa migran yang datang ke Australia banyak menjadi beban karena mendapatkan tunjangan sosial.</p><p>Menurut laporan, migran yang datang lebih besar kemungkinan membayar pajak dibandingkan mendapatkan tunjangan sosial.</p><p>Dan juga mengatakan pasar tenaga kerja yang ada tidaklah 'terbantu atau dirugikan' oleh migrasi, sehingga membantah pendapat bawha migran 'mencuri' pekerjaan dari warga Australia yang sudah ada.</p><p>"Migrasi menggantikan populasi Australia yang semakin menua, meningkatkan partisipasi tenaga kerja dan membantu bisnis mendapatkan tenaga trampil yang susah dibangun dalam waktu yang pendek." katanya.</p><p>Pemberian visa bagi migran yang trampil di tahun 2014/2015 diperkirakan memberikan sumbangan sekitar $ 7 miliar ke anggaran negara, dengan mereka yang datang dengan visa 457 memberikan kontribusi sekitar $ 4 miliar.</p><p>Migran yang menjadi beban bagi anggaran mereka adalah mereka yang datang dengan visa pengungsi atau visa kemanusiaan.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-17/budget-would-suffer-if-australia-cut-immigration-report-shows/9666232" target="_blank" title="">Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini </a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com