Jumat, 20 April 2018

Kejari Medan terima SPDP kasus penganiayaan eks pemain Timnas

Selasa, 17 April 2018 16:07

Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Kejari Medan telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penganiayaan yang dilakukan Andika Yudhistria Lubis, eks pemain Timnas Sepakbola Indonesia terhadap seorang wanita di Medan.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang Kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (17/4) mengatakan, SPDP itu baru mereka terima pada tanggal 31 Maret 2018 kemarin. Kejari Medan juga sudah menunjuk Jaksa Patricia untuk meneliti berkas tersebut sembari menyebutkan ada waktu 60 hari untuk melimpahkan berkas perkara ke Kejari Medan.

Sekedar diketahui, mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Andika Yudhistira Lubis diringkus polisi karena diduga telah menganiaya dan mencoba memperkosa seorang gadis berinisial ABS.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Besar Medan, AKBP Putu Yuda Prawira, pesepakbola berusia 31 tahun ini diringkus saat melatih sepakbola di BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu 23 Maret 2018. Berdasarkan hasil penyelidikan, gadis berusia 26 tahun itu nyaris diperkosa oleh Andika, saat keduanya melakukan pertemuan usai berkenalan pada Sabtu 17 Maret 2018.

Mantan striker Timnas di SEA Games 2009 ini, mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa ABS, sebab korban mempertahankan diri kemudian memukuli dan membuangnya di tepi Jalan Seksama Medan. Saat ini mantan pemain PSMS Medan sudah dijebloskan ke ruang tahanan Mapolrestabes Medan.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar