Minggu, 16 Desember 2018 | 02:44 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Kejari Medan terima SPDP kasus penganiayaan eks pemain Timnas

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta
Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta
<p>Kejari Medan telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penganiayaan yang dilakukan Andika Yudhistria Lubis, eks pemain Timnas Sepakbola Indonesia terhadap seorang wanita di Medan.</p><p>Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang Kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (17/4) mengatakan, SPDP itu baru mereka terima pada tanggal 31 Maret 2018 kemarin. Kejari Medan juga sudah menunjuk Jaksa Patricia untuk meneliti berkas tersebut sembari menyebutkan ada waktu 60 hari untuk melimpahkan berkas perkara ke Kejari Medan.</p><p>Sekedar diketahui, mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Andika Yudhistira Lubis diringkus polisi karena diduga telah menganiaya dan mencoba memperkosa seorang gadis berinisial ABS.</p><p>Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Besar Medan, AKBP Putu Yuda Prawira, pesepakbola berusia 31 tahun ini diringkus saat melatih sepakbola di BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu 23 Maret 2018. Berdasarkan hasil penyelidikan, gadis berusia 26 tahun itu nyaris diperkosa oleh Andika, saat keduanya melakukan pertemuan usai berkenalan pada Sabtu 17 Maret 2018.</p><p>Mantan striker Timnas di SEA Games 2009 ini, mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa ABS, sebab korban mempertahankan diri kemudian memukuli dan membuangnya di tepi Jalan Seksama Medan. Saat ini mantan pemain PSMS Medan sudah dijebloskan ke ruang tahanan Mapolrestabes Medan.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Kejari Medan telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus penganiayaan yang dilakukan Andika Yudhistria Lubis, eks pemain Timnas Sepakbola Indonesia terhadap seorang wanita di Medan.</p><p>Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang Kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (17/4) mengatakan, SPDP itu baru mereka terima pada tanggal 31 Maret 2018 kemarin. Kejari Medan juga sudah menunjuk Jaksa Patricia untuk meneliti berkas tersebut sembari menyebutkan ada waktu 60 hari untuk melimpahkan berkas perkara ke Kejari Medan.</p><p>Sekedar diketahui, mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Andika Yudhistira Lubis diringkus polisi karena diduga telah menganiaya dan mencoba memperkosa seorang gadis berinisial ABS.</p><p>Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Besar Medan, AKBP Putu Yuda Prawira, pesepakbola berusia 31 tahun ini diringkus saat melatih sepakbola di BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu 23 Maret 2018. Berdasarkan hasil penyelidikan, gadis berusia 26 tahun itu nyaris diperkosa oleh Andika, saat keduanya melakukan pertemuan usai berkenalan pada Sabtu 17 Maret 2018.</p><p>Mantan striker Timnas di SEA Games 2009 ini, mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa ABS, sebab korban mempertahankan diri kemudian memukuli dan membuangnya di tepi Jalan Seksama Medan. Saat ini mantan pemain PSMS Medan sudah dijebloskan ke ruang tahanan Mapolrestabes Medan.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com