Jumat, 20 April 2018

Jelang pilkada, masyarakat Kudus diajak waspada terorisme dan radikalisme

Selasa, 17 April 2018 16:14

Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Dalam rangka mewujudkan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) damai 2018, Polres Kudus, Jawa Tengah kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini mengangkat tema antisipasi radikalisme, terorisme, dan intoleransi guna mewujudkan pilkada damai. 

Pendiri dan Ketua Negara Islam Indonesia (NII), Crisis Center Ken Setiawan menyampaikan, generasi muda merupakan sasaran empuk para teroris, sebab generasi muda rawan direkrut menjadi anggota teroris, dimana mereka mudah terpengaruh paham radikalisme. 

"Pemuda itu dalam perjalanan pencarian jati diri, sehingga keyakinan yang dimiliki mudah goyah, sehingga banyak pemuda yang terpengaruh paham radikal, menyimpang dari ajaran Islam. Mereka terpengaruh mengikuti langkah teroris untuk memusuhi sesama warga Indonesia,” terangnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (17/4).

Dosen IAIN Kudus, DR Abdul Jalil menyatakan, ada tiga pihak yang tidak mungkin dapat terpisahkan dalam kepentingan, yaitu ekonomi, politik, dan ideologi, apalagi saat pilkada ketiganya saling membutuhkan sebagai penggerak politik. Beragama dan berideologi yang benar adalah kekuatan diri sendiri untuk bisa jadi baik, dan dibantu oleh kekuatan Allah SWT.

Kapolres Kudus AKBP, Agusman Gurning saat membuka acara mengatakan, bahwa keberagaman konflik yang terjadi atas nama suku, agama, RAS dan antar golongan belakangan ini terjadi di tahun politik untuk perebutan kekuasaan. Untuk itu, salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam merajut nilai-nilai Kebhinekaan adalah membangun kembali ruang-ruang toleransi dan keberagaman sejak dini.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar