Minggu, 16 Desember 2018 | 02:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Jelang pilkada, masyarakat Kudus diajak waspada terorisme dan radikalisme

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
Sumber foto: Sutini/Radio Elshinta
<p>Dalam rangka mewujudkan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) damai 2018, Polres Kudus, Jawa Tengah kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini mengangkat tema antisipasi radikalisme, terorisme, dan intoleransi guna mewujudkan pilkada damai.&nbsp;</p><p> Pendiri dan Ketua Negara Islam Indonesia (NII), Crisis Center Ken Setiawan menyampaikan, generasi muda merupakan sasaran empuk para teroris, sebab generasi muda rawan direkrut menjadi anggota teroris, dimana mereka mudah terpengaruh paham radikalisme.&nbsp; </p><p> "Pemuda itu dalam perjalanan pencarian jati diri, sehingga keyakinan yang dimiliki mudah goyah, sehingga banyak pemuda yang terpengaruh paham radikal, menyimpang dari ajaran Islam. Mereka terpengaruh mengikuti langkah teroris untuk memusuhi sesama warga Indonesia,” terangnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (17/4). </p><p> Dosen IAIN Kudus, DR Abdul Jalil menyatakan, ada tiga pihak yang tidak mungkin dapat terpisahkan dalam kepentingan, yaitu ekonomi, politik, dan ideologi, apalagi saat pilkada ketiganya saling membutuhkan sebagai penggerak politik. Beragama dan berideologi yang benar adalah kekuatan diri sendiri untuk bisa jadi baik, dan dibantu oleh kekuatan Allah SWT. </p><p> Kapolres Kudus AKBP, Agusman Gurning saat membuka acara mengatakan, bahwa keberagaman konflik yang terjadi atas nama suku, agama, RAS dan antar golongan belakangan ini terjadi di tahun politik untuk perebutan kekuasaan. Untuk itu, salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam merajut nilai-nilai Kebhinekaan adalah membangun kembali ruang-ruang toleransi dan keberagaman sejak dini. </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Dalam rangka mewujudkan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) damai 2018, Polres Kudus, Jawa Tengah kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini mengangkat tema antisipasi radikalisme, terorisme, dan intoleransi guna mewujudkan pilkada damai.&nbsp;</p><p> Pendiri dan Ketua Negara Islam Indonesia (NII), Crisis Center Ken Setiawan menyampaikan, generasi muda merupakan sasaran empuk para teroris, sebab generasi muda rawan direkrut menjadi anggota teroris, dimana mereka mudah terpengaruh paham radikalisme.&nbsp; </p><p> "Pemuda itu dalam perjalanan pencarian jati diri, sehingga keyakinan yang dimiliki mudah goyah, sehingga banyak pemuda yang terpengaruh paham radikal, menyimpang dari ajaran Islam. Mereka terpengaruh mengikuti langkah teroris untuk memusuhi sesama warga Indonesia,” terangnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (17/4). </p><p> Dosen IAIN Kudus, DR Abdul Jalil menyatakan, ada tiga pihak yang tidak mungkin dapat terpisahkan dalam kepentingan, yaitu ekonomi, politik, dan ideologi, apalagi saat pilkada ketiganya saling membutuhkan sebagai penggerak politik. Beragama dan berideologi yang benar adalah kekuatan diri sendiri untuk bisa jadi baik, dan dibantu oleh kekuatan Allah SWT. </p><p> Kapolres Kudus AKBP, Agusman Gurning saat membuka acara mengatakan, bahwa keberagaman konflik yang terjadi atas nama suku, agama, RAS dan antar golongan belakangan ini terjadi di tahun politik untuk perebutan kekuasaan. Untuk itu, salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam merajut nilai-nilai Kebhinekaan adalah membangun kembali ruang-ruang toleransi dan keberagaman sejak dini. </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com