Minggu, 16 Desember 2018 | 02:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Menipu dengan pura-pura sakit kanker untuk meraup sumbangan, seorang perempuan dipenjara tiga bulan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Seorang perempuan Australia dijerat hukuman tiga bulan penjara, setelah berpura-pura mengidap kanker mematikan lalu melakukan penipuan di dunia maya dengan menarik donasi dari teman-temannya.</p><p>Hanna Dickenson, 24 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar A$42.000 atau sekitar Rp450 juta setelah mengaku kepada orang tuanya bahwa dia membutuhkan perawatan medis di luar negeri karena menderita kanker.</p><p>Orangtuanya kemudian mengumpulkan sumbangan dari teman-teman mereka, sebut pengadilan. Dalam sidang terungkap bagaimana Dickenson menghabiskan banyak uang itu untuk liburan dan berfoya-foya.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41939195">Ingin liburan bersama selingkuhan, perempuan Prancis berpura-pura diculik</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-42348478">Selingkuhan dioperasi plastik untuk menyamar sebagai suaminya</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-43151217">Kisah lesbian pelopor yang mengelabui gereja Katolik Spanyol</a></li> </ul><p>Hakim menyebut tindakan penipuan yang dilakukannya itu merupakan perbuatan yang &quot;tercela&quot;.</p><p>Dickenson mengaku bersalah dalam sidang di Pengadilan Melbourne itu.</p><p>Dalam vonis yang dibacakannya, hakim David Starvaggi mengatakan Dickenson &quot;melakukan penipuan dengan memanfaatkan rasa iba hati sanubari manusia&quot;.</p><p>&quot;Keinginan orang-orang untuk membantu dan kepercayaan sosial telah dinodai,&quot; katanya.</p><p>Pengadilan menyatakan ada satu orang menyumbangkan dana sebesar A$10.000 atau Rp107 juta kepada Dickenson hanya beberapa saat setelah dia sendiri selesai menjalani perawatan rumah sakit untuk kanker yang diidapnya. </p><p>Kebohongan itu terbongkar ketika ada penyumbang yang curiga setelah melihat foto-foto Dickenson di Facebook, dan melaporkannya kepada polisi.</p><p>Pengacara Dickenson, Beverley Lindsay, mengatakan bahwa kliennya seharusnya tidak dijatuhi hukuman penjara karena &quot;hidupnya telah berubah&quot;.</p><p>Dia juga membandingkan kasus ini dengan penipuan oleh seorang <em>blogger </em>selebriti Australia, Belle Gibson, yang didenda sebesar A$ 410.000 atau Rp4 miliar tahun lalu setelah berpura-pura mengaku mengidap kanker otak.</p><p>Lindsay berpendapat bahwa tindakan kliennya tidak separah apa yang dilakukan Gibson.</p><p>Namun hakim Starvaggi mengatakan kasus-kasus itu tidak dapat dibandingkan secara langsung, dan bahwa keputusan ini perlu untuk mencegah agar orang lain tidak melakukan perilaku yang sama.</p><p>Lindsay mengatakan kliennya mungkin akan mengajukan banding.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

<p>Seorang perempuan Australia dijerat hukuman tiga bulan penjara, setelah berpura-pura mengidap kanker mematikan lalu melakukan penipuan di dunia maya dengan menarik donasi dari teman-temannya.</p><p>Hanna Dickenson, 24 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar A$42.000 atau sekitar Rp450 juta setelah mengaku kepada orang tuanya bahwa dia membutuhkan perawatan medis di luar negeri karena menderita kanker.</p><p>Orangtuanya kemudian mengumpulkan sumbangan dari teman-teman mereka, sebut pengadilan. Dalam sidang terungkap bagaimana Dickenson menghabiskan banyak uang itu untuk liburan dan berfoya-foya.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41939195">Ingin liburan bersama selingkuhan, perempuan Prancis berpura-pura diculik</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-42348478">Selingkuhan dioperasi plastik untuk menyamar sebagai suaminya</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah-43151217">Kisah lesbian pelopor yang mengelabui gereja Katolik Spanyol</a></li> </ul><p>Hakim menyebut tindakan penipuan yang dilakukannya itu merupakan perbuatan yang &quot;tercela&quot;.</p><p>Dickenson mengaku bersalah dalam sidang di Pengadilan Melbourne itu.</p><p>Dalam vonis yang dibacakannya, hakim David Starvaggi mengatakan Dickenson &quot;melakukan penipuan dengan memanfaatkan rasa iba hati sanubari manusia&quot;.</p><p>&quot;Keinginan orang-orang untuk membantu dan kepercayaan sosial telah dinodai,&quot; katanya.</p><p>Pengadilan menyatakan ada satu orang menyumbangkan dana sebesar A$10.000 atau Rp107 juta kepada Dickenson hanya beberapa saat setelah dia sendiri selesai menjalani perawatan rumah sakit untuk kanker yang diidapnya. </p><p>Kebohongan itu terbongkar ketika ada penyumbang yang curiga setelah melihat foto-foto Dickenson di Facebook, dan melaporkannya kepada polisi.</p><p>Pengacara Dickenson, Beverley Lindsay, mengatakan bahwa kliennya seharusnya tidak dijatuhi hukuman penjara karena &quot;hidupnya telah berubah&quot;.</p><p>Dia juga membandingkan kasus ini dengan penipuan oleh seorang <em>blogger </em>selebriti Australia, Belle Gibson, yang didenda sebesar A$ 410.000 atau Rp4 miliar tahun lalu setelah berpura-pura mengaku mengidap kanker otak.</p><p>Lindsay berpendapat bahwa tindakan kliennya tidak separah apa yang dilakukan Gibson.</p><p>Namun hakim Starvaggi mengatakan kasus-kasus itu tidak dapat dibandingkan secara langsung, dan bahwa keputusan ini perlu untuk mencegah agar orang lain tidak melakukan perilaku yang sama.</p><p>Lindsay mengatakan kliennya mungkin akan mengajukan banding.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com