Jumat, 20 Juli 2018 | 01:55 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Mendikbud: UNBK tidak rugikan siswa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Sumber foto: https://bit.ly/2HKY3TP
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Sumber foto: https://bit.ly/2HKY3TP
<p>Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tidak merugikan siswa sekolah karena soal-soal ujian yang sulit.</p><p>"Tidak ada. Merugikan apa? Kalau ujian itu sulit, ya itu pasti. Namanya ujian kok gampang? Ya kalau (gampang) itu tidak ada ujian. Tidak ada yang rugi. Kok tahu rugi, apanya yang rugi? Tidak ada," kata Muhadjir usai meresmikan pengurus baru Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) di Jakarta, Selasa (17/4).</p><p>Pelaksanaan UNBK tingkat sekolah menengah atas (SMA) mendapatkan keluhan dari sejumlah siswa karena soal-soalnya dianggap terlalu sulit dan tidak sesuai dengan kisi-kisi yang disampaikan dalam pelajaran di sekolah.</p><p>Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai Kemendikbud telah melakukan pelanggaran hak anak karena soal ujian yang diberikan terlampau sulit dan tidak bisa dikerjakan.</p><p>"Menguji anak-anak dengan soal yang materi dan jenis soalnya tidak pernah diajarkan adalah penyalahgunaan dalam pendidikan, tepatnya dalam evaluasi," ujar Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti di Jakarta.</p><p>Sebelumnya, Muhadjir mengatakan secara keseluruhan, masalah yang biasa terjadi selama ujian nasional adalah terkait gangguan listrik dan persoalan ketersambungan jaringan selama ujian berlangsung. "Pertama itu masalah listrik, yang kedua masalah jaringan. Dan sekarang ini sudah kami minimalisir efek negatif dari faktor-faktor itu. Sudah kami hitung kemungkinan-kemungkinan (masalah) itu akan terjadi," tutur Muhadjir.</p><p>Keluhan soal Matematika, terutama Matematika IPS tersebut terkait dengan jumlah dan cakupan materi tidak sesuai kisi-kisi, tidak sesuai dengan cakupan materi di simulasi UN dan uji coba UN, dan tidak sesuai kaidah penyusunan soal yang baik. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:37 WIB

Satlantas Jayapura ajak siswa tertib lalu lintas

Sosbud | 19 Juli 2018 - 21:25 WIB

Tiga persen jemaah calon haji Kudus `Risti`

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 21:12 WIB

AP I robohkan rumah warga penolak bandara

Pemilihan Presiden 2019 | 19 Juli 2018 - 21:01 WIB

Moeldoko dinilai figur tepat cawapres Jokowi

Pembangunan | 19 Juli 2018 - 20:50 WIB

Presiden Jokowi akan resmikan infrastruktur Gorontalo

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 20:39 WIB

Menteri PPN/Bappenas soroti rokok pembentuk garis kemiskinan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com