Sabtu, 15 Desember 2018 | 15:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Saksi ke luar negeri, sidang kepemilikan 134 kg sabu tertunda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta
Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta
<p>Sidang kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 134,3 kg sudah sebulan lebih tertunda dikarenakan Isnu pegawai PPATK berada di luar negeri dalam rangkaian tugas perjalanan dinas. Dari informasi yang diperoleh bahwa Isnu yang sebelumnya dikabarkan berada di Venezuela kini di Dubai masih dalam perjalanan dinas.</p><p>Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Medan, Parada Situmorang kepada Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (17/4) menyebutkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan secara tertulis bahwa saksi menjalani perjalanan dinas keluar negeri. Untuk itulah pihak penuntut umum masih menunggu kedatangan saksi untuk diambil kesaksiannya yang berkaitan dengan kasus TPPUnya.</p><p>Sementara itu, penundaan sidang ini semenjak 6 Maret 2018 kemudian pada 13 Maret dan 20 Maret 2018, yang kemudian berdasarkan informasi dari JPU Aisyah bahwa saksi ada penugasan ke Kupang, selanjutnya terakhir saksi ditugaskan keluar negeri ke Venezuela.</p><p>Dalam kasus ini, ketiga terdakwa Abdul Kawil alias Ade, Andi Syahputra alias Aan dan Syarifudin alias Din adalah para pelaku kurir sabu internasional yang memasok sabu yang akan diedarkan di seluruh tempat hiburan malam di Kota Medan.</p><p>Namun aksi ketiganya berhasil digagalkan oleh Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri pada akhir Agustus 2017 lalu. Dimana sabu yang berasal dari Malaysia yang dikirim ke Aceh dengan tujuan pemasaran di Medan berhasil digagalkan dengan meringkus tiga dari empat pelaku, kini pelaku pria berinisial Pon masih dalam pengejaran petugas.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Politik | 15 Desember 2018 - 15:09 WIB

SBY geram bendera Partai Demokrat dirobek dan dibuang

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 14:56 WIB

Lumajang lumbung suara Hanura Jatim 2019

Megapolitan | 15 Desember 2018 - 14:37 WIB

Satgas Saber Pungli temukan dugaan pungli di BUMN

Aktual Dalam Negeri | 15 Desember 2018 - 14:25 WIB

Menhan RI berkunjung ke Pekalongan

Sosbud | 15 Desember 2018 - 14:14 WIB

Ribuan santri di Kudus ikuti jalan sehat

<p>Sidang kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 134,3 kg sudah sebulan lebih tertunda dikarenakan Isnu pegawai PPATK berada di luar negeri dalam rangkaian tugas perjalanan dinas. Dari informasi yang diperoleh bahwa Isnu yang sebelumnya dikabarkan berada di Venezuela kini di Dubai masih dalam perjalanan dinas.</p><p>Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Medan, Parada Situmorang kepada Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (17/4) menyebutkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan secara tertulis bahwa saksi menjalani perjalanan dinas keluar negeri. Untuk itulah pihak penuntut umum masih menunggu kedatangan saksi untuk diambil kesaksiannya yang berkaitan dengan kasus TPPUnya.</p><p>Sementara itu, penundaan sidang ini semenjak 6 Maret 2018 kemudian pada 13 Maret dan 20 Maret 2018, yang kemudian berdasarkan informasi dari JPU Aisyah bahwa saksi ada penugasan ke Kupang, selanjutnya terakhir saksi ditugaskan keluar negeri ke Venezuela.</p><p>Dalam kasus ini, ketiga terdakwa Abdul Kawil alias Ade, Andi Syahputra alias Aan dan Syarifudin alias Din adalah para pelaku kurir sabu internasional yang memasok sabu yang akan diedarkan di seluruh tempat hiburan malam di Kota Medan.</p><p>Namun aksi ketiganya berhasil digagalkan oleh Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri pada akhir Agustus 2017 lalu. Dimana sabu yang berasal dari Malaysia yang dikirim ke Aceh dengan tujuan pemasaran di Medan berhasil digagalkan dengan meringkus tiga dari empat pelaku, kini pelaku pria berinisial Pon masih dalam pengejaran petugas.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com