Jumat, 20 April 2018

Saksi ke luar negeri, sidang kepemilikan 134 kg sabu tertunda

Selasa, 17 April 2018 20:17

Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta Sumber foto: Amsal/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Sidang kasus kepemilikan sabu-sabu seberat 134,3 kg sudah sebulan lebih tertunda dikarenakan Isnu pegawai PPATK berada di luar negeri dalam rangkaian tugas perjalanan dinas. Dari informasi yang diperoleh bahwa Isnu yang sebelumnya dikabarkan berada di Venezuela kini di Dubai masih dalam perjalanan dinas.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Medan, Parada Situmorang kepada Kontributor Elshinta, Amsal, Selasa (17/4) menyebutkan, pihaknya telah menerima pemberitahuan secara tertulis bahwa saksi menjalani perjalanan dinas keluar negeri. Untuk itulah pihak penuntut umum masih menunggu kedatangan saksi untuk diambil kesaksiannya yang berkaitan dengan kasus TPPUnya.

Sementara itu, penundaan sidang ini semenjak 6 Maret 2018 kemudian pada 13 Maret dan 20 Maret 2018, yang kemudian berdasarkan informasi dari JPU Aisyah bahwa saksi ada penugasan ke Kupang, selanjutnya terakhir saksi ditugaskan keluar negeri ke Venezuela.

Dalam kasus ini, ketiga terdakwa Abdul Kawil alias Ade, Andi Syahputra alias Aan dan Syarifudin alias Din adalah para pelaku kurir sabu internasional yang memasok sabu yang akan diedarkan di seluruh tempat hiburan malam di Kota Medan.

Namun aksi ketiganya berhasil digagalkan oleh Tim NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri pada akhir Agustus 2017 lalu. Dimana sabu yang berasal dari Malaysia yang dikirim ke Aceh dengan tujuan pemasaran di Medan berhasil digagalkan dengan meringkus tiga dari empat pelaku, kini pelaku pria berinisial Pon masih dalam pengejaran petugas.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar