Dua hal ini cegah Anda kena diabetes
Elshinta
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Dua hal ini cegah Anda kena diabetes
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2HlaKUb
Selain faktor genetika, gaya hidup tak sehat juga menyumbang risiko seseorang terkena diabetes. Oleh karenanya menerapkan pola hidup sehat menjadi salah satu kunci mengenyahkan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Lalu gaya hidup seperti apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari diabetes? Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Dante Saksono H. SpPD-KEMD, PhD mengatakan, mengontrol asupan gula adalah salah satunya. "Untuk mengurangi dan mencegah risiko terkena diabetes ada dua cara sederhana yakni membatasi asupan kalori sesuai kebutuhan, salah satunya gula di makanan dan minuman kita, 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari," ujar dia acara #BeatDiabetes di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (22/4). Dante mengatakan, salah satu tolok ukur asupan gula yang berlebih ialah berat badan. Semakin banyak gula yang seseorang konsumsi, semakin gemuk badannya. "Liat berat badan. Semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin gemuk badannya. Tetap boleh makan makanan manis asal terukur," kata dia. Selain soal asupan gula, Dante juga menganjurkan kita aktif berolahraga minimal 30 menit per hari. Data terbaru dari IDF Diabetes Atlas 2017 menunjukkan, Indonesia menduduki peringkat ke-6, dengan jumlah penderita diabetes terbesar, yaitu 10,3 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Diabetes bukan hanya penyebab kematian nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan penyakit jantung koroner, namun juga salah satu faktor risiko dua penyakit tersebut. (Ant)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 BIN proaktif tes swab di daerah episentrum COVID-19
Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:25 WIB
Badan Intelijen Negara (BIN) proaktif membantu pemerintah mempercepat penanganan wabah virus corona ...
Mengapa pria dewasa bisa kekanak-kanakan?
Jumat, 22 Mei 2020 - 23:15 WIB
Seiring bertambahnya usia, sudah sewajarnya seorang pria menunjukkan sikap dan sifat yang dewasa pul...
 Penyebab rambut kemaluan memutih lebih cepat
Rabu, 20 Mei 2020 - 23:15 WIB
Fakta bahwa rambut kemaluan ternyata juga bisa beruban, tentunya sangat mengejutkan. Namun bila ramb...
Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah menjadi 209 orang
Rabu, 20 Mei 2020 - 21:56 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang terko...
Rapid test massal di fasum Ponorogo, 36 orang reaktif
Rabu, 20 Mei 2020 - 15:47 WIB
Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test massal. Mereka menyasar titik–tit...
Mengapa pria dianggap lebih sering memikirkan seks daripada wanita?
Selasa, 19 Mei 2020 - 23:15 WIB
Kebanyakan orang menganggap wajar jika pria lebih sering memikirkan seks daripada wanita. Bahkan, ko...
 60 personil SAR Jayapura lakukan rapit test Covid-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 19:55 WIB
Sebanyak 60 orang personil Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jayapura mengikuti rapid test mass...
Relawan Indonesia Bersatu gelar rapid test dan PCR COVID-19 massal
Selasa, 19 Mei 2020 - 18:25 WIB
Relawan Indonesia Bersatu Lawan COVID-19 kembali menggelar `rapid test` dan `PCR test`massal untuk m...
Lima hal agar tak kena COVID-19
Selasa, 19 Mei 2020 - 13:57 WIB
Disiplin dan konsisten menerapkan perilaku bersih dan sehat antara lain mencuci tangan menjadi salah...
Mengapa pria sebaiknya tidak tidur larut malam?
Senin, 18 Mei 2020 - 23:15 WIB
Pria yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia atau begadang nampaknya harus mulai berhati-hati....
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV