Senin, 22 Oktober 2018 | 11:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Viral, kakek penjual celengan ngaku kapok jualan

Minggu, 22 April 2018 - 12:04 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Dalam beberapa hari ini viral di media sosial (medsos) adanya seorang kakek penjual celengan tanah yang diduga dianiaya preman. Foto yang beredar kakek itu mengalami luka robek di pelipis kiri. Sehingga mengundang simpati netizen. Informasi yang diunggah di akun Danny Sanda menyampaikan ada kakek penjual celengan tanah yang telah dipukul karena diperas oknum/preman Kamis (19/4) malam. Kejadian tersebut dialami sang kakek di sekitar SMP 5 Kudus. Melihat lukanya yang parah, kemudian dibawa ke klinik. Kakek yang lagi viral tersebut ternyata bernama Paring (88), warga RT 1 RW 3 Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar Kabupaten Demak. Kakek yang biasa menjual celengan tanah itu cukup dikenal oleh warga di desanya. Sebab rumah kakek cukup layak huni berlantai dua. Meski bentuk bangunannya sederhana tidak megah. Menurut Paring, dia memang dipukul oleh dua orang pada malam itu. Dia dipukul sebanyak dua kali di bagian kepala hingga mengalami luka sobek di pelipis. Saat dipukul dia tidak melakukan perlawanan karena usia yang sudah tua sehingga kesulitan dalam berbicara. Dalam kejadian itu, dagangan dan uang Rp2 juta dibawanya juga masih utuh. Kepada Kontributor Elshinta Sutini, Minggu (22/4) salah seorang cucu korban, Mahtiah (33) menuturkan pihak keluarga sudah melarang kakeknya untuk berjualan karena usianya yang sudah tua. Namun, kakeknya masih saja berjualan celengan tanah. ”Setelah kejadian ini, kakek bilang sudah kapok jualan,” ujarnya. "Berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB naik ojek ke Mayong, Jepara untuk berbelanja celengan. Ketika berangkat berjualan bisa satu atau dua minggu baru pulang ke rumah. Selain itu, penghasilan kakeknya juga tidak menentu. Kadang sekali berangkat bisa Rp500 ribu. Tiap celengan dijual Rp30 ribu. Tapi ada orang yang memberi kakek Rp50 ribu," katanya. Berkat usaha yang dirintis kakeknya dari muda itu. Maka ia dapat membangun empat rumah. Tiga rumah untuk cucunya dan satu rumah lantai dua sebagai tempat tinggalnya.
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Dalam beberapa hari ini viral di media sosial (medsos) adanya seorang kakek penjual celengan tanah yang diduga dianiaya preman. Foto yang beredar kakek itu mengalami luka robek di pelipis kiri. Sehingga mengundang simpati netizen. Informasi yang diunggah di akun Danny Sanda menyampaikan ada kakek penjual celengan tanah yang telah dipukul karena diperas oknum/preman Kamis (19/4) malam. Kejadian tersebut dialami sang kakek di sekitar SMP 5 Kudus. Melihat lukanya yang parah, kemudian dibawa ke klinik. Kakek yang lagi viral tersebut ternyata bernama Paring (88), warga RT 1 RW 3 Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar Kabupaten Demak. Kakek yang biasa menjual celengan tanah itu cukup dikenal oleh warga di desanya. Sebab rumah kakek cukup layak huni berlantai dua. Meski bentuk bangunannya sederhana tidak megah. Menurut Paring, dia memang dipukul oleh dua orang pada malam itu. Dia dipukul sebanyak dua kali di bagian kepala hingga mengalami luka sobek di pelipis. Saat dipukul dia tidak melakukan perlawanan karena usia yang sudah tua sehingga kesulitan dalam berbicara. Dalam kejadian itu, dagangan dan uang Rp2 juta dibawanya juga masih utuh. Kepada Kontributor Elshinta Sutini, Minggu (22/4) salah seorang cucu korban, Mahtiah (33) menuturkan pihak keluarga sudah melarang kakeknya untuk berjualan karena usianya yang sudah tua. Namun, kakeknya masih saja berjualan celengan tanah. ”Setelah kejadian ini, kakek bilang sudah kapok jualan,” ujarnya. "Berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB naik ojek ke Mayong, Jepara untuk berbelanja celengan. Ketika berangkat berjualan bisa satu atau dua minggu baru pulang ke rumah. Selain itu, penghasilan kakeknya juga tidak menentu. Kadang sekali berangkat bisa Rp500 ribu. Tiap celengan dijual Rp30 ribu. Tapi ada orang yang memberi kakek Rp50 ribu," katanya. Berkat usaha yang dirintis kakeknya dari muda itu. Maka ia dapat membangun empat rumah. Tiga rumah untuk cucunya dan satu rumah lantai dua sebagai tempat tinggalnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 09:47 WIB

KA terguling di Taiwan, belum ada laporan korban WNI

Senin, 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Senin, 22 Oktober 2018 - 07:50 WIB

Korban penyanderaan KKB di rawat di RS Bhayangkara

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com