Viral, kakek penjual celengan ngaku kapok jualan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta
Dalam beberapa hari ini viral di media sosial (medsos) adanya seorang kakek penjual celengan tanah yang diduga dianiaya preman. Foto yang beredar kakek itu mengalami luka robek di pelipis kiri. Sehingga mengundang simpati netizen. Informasi yang diunggah di akun Danny Sanda menyampaikan ada kakek penjual celengan tanah yang telah dipukul karena diperas oknum/preman Kamis (19/4) malam. Kejadian tersebut dialami sang kakek di sekitar SMP 5 Kudus. Melihat lukanya yang parah, kemudian dibawa ke klinik. Kakek yang lagi viral tersebut ternyata bernama Paring (88), warga RT 1 RW 3 Desa Kedungwaru Kidul, Karanganyar Kabupaten Demak. Kakek yang biasa menjual celengan tanah itu cukup dikenal oleh warga di desanya. Sebab rumah kakek cukup layak huni berlantai dua. Meski bentuk bangunannya sederhana tidak megah. Menurut Paring, dia memang dipukul oleh dua orang pada malam itu. Dia dipukul sebanyak dua kali di bagian kepala hingga mengalami luka sobek di pelipis. Saat dipukul dia tidak melakukan perlawanan karena usia yang sudah tua sehingga kesulitan dalam berbicara. Dalam kejadian itu, dagangan dan uang Rp2 juta dibawanya juga masih utuh. Kepada Kontributor Elshinta Sutini, Minggu (22/4) salah seorang cucu korban, Mahtiah (33) menuturkan pihak keluarga sudah melarang kakeknya untuk berjualan karena usianya yang sudah tua. Namun, kakeknya masih saja berjualan celengan tanah. ”Setelah kejadian ini, kakek bilang sudah kapok jualan,” ujarnya. "Berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB naik ojek ke Mayong, Jepara untuk berbelanja celengan. Ketika berangkat berjualan bisa satu atau dua minggu baru pulang ke rumah. Selain itu, penghasilan kakeknya juga tidak menentu. Kadang sekali berangkat bisa Rp500 ribu. Tiap celengan dijual Rp30 ribu. Tapi ada orang yang memberi kakek Rp50 ribu," katanya. Berkat usaha yang dirintis kakeknya dari muda itu. Maka ia dapat membangun empat rumah. Tiga rumah untuk cucunya dan satu rumah lantai dua sebagai tempat tinggalnya.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:34 WIB
Elshinta.com - Aparat Polresta Tangerang, Banten, memburu bandar narkotika jenis sabu-sabu...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:09 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti memint...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:43 WIB
Elshinta.com - Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat menangkap tiga provokator biang keri...
Kamis, 17 Januari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Warga Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan, digegerkan dengan penemuan mayat...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:37 WIB
Elshinta.com -Seorang remaja di Kabupaten Kediri memiliki ‘hobi’ meremas payudara g...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:28 WIB
Elshinta.com -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau menyita ribuan produk ilegal berupa...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Sukabumi, ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 41 orang warga Kecamatan Empanang menyerahkan diri ke Polres Kapua...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:15 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan artis VA sebagai tersangka kasus pr...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:29 WIB
Elshinta.com - Polres Metro Jakarta Utara menggelar pemusnahan barang bukti berupa sabu se...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)