Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Tentara Arab Saudi tembak drone di dekat istana Raja Salman di Riyadh, apa yang terjadi?

Minggu, 22 April 2018 - 19:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia

Aparat keamanan di Arab Saudi menembak jatuh drone di kompleks istana kerajaan di ibu kota Riyadh, yang masuk dalam kawasan tertutup.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (21/04) malam dan video yang beredar di internet sepertinya memperlihatkan adu tembak yang cukup sengit di kompleks kediaman para anggota kerajaan tersebut.

Kejadian itu langsung memicu rumor, yang cepat beredar di media sosial tentang kemungkinan 'kudeta' atau 'perlawanan politik' di Saudi.

Mungkin untuk meredam rumor ini, kepolisian di Riyadh mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan 'drone mainan berukuran kecil' ditembak jatuh karena diterbangkan di kawasan tertutup.

Menurut kantor berita resmi Saudi (SPA), drone tersebut diterbangkan di kawasan Khuzama di Riyadh, sekitar pukul 19.50 waktu setempat.

Belum diketahui siapa yang menerbangkan drone, tapi polisi Saudi menegaskan penyelidikan sudah dilangsungkan.

Belum juga ada penjelasan apakah ada korban atau kerusakan dalam insiden ini.

Seorang sumber yang tak bersedia disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters mengatakan bahwa Raja Salman tengah tak berada di kompleks istana saat kejadian penembakan drone berlangsung,

"Raja (Salman) tengah berada di Diriya," katanya kepada Reuters.

Pada 2017, seorang pria bersenjata mengeluarkan tembakan di pintu gerbang di kediaman raja di Jeddah, menewaskan dua petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya sebelum akhirnya ditembak mati.

Aparat menemukan senjata Kalashnikov dan tiga bom molotov.

Drone menjadi persoalan sensitif di Saudi karena di masa lalu kelompok perlawanan Houthi di Yaman menggunakan drone untuk menyerang sasaran di Riyadh.

Pemerintah Yaman mengatakan drone yang dipakai kelompok Houthi 'dipasok oleh Iran'.

Kelompok perlawanan ini juga menembakkan rudal ke wilayah Saudi.

Saudi memimpin koalisi sejumlah negara yang bertempur melawan kelompok Houthi di Yaman, yang dikatakan Saudi mendapat dukungan penuh pesaing Saudi di kawasan, Iran.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Aparat keamanan di Arab Saudi menembak jatuh drone di kompleks istana kerajaan di ibu kota Riyadh, yang masuk dalam kawasan tertutup.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (21/04) malam dan video yang beredar di internet sepertinya memperlihatkan adu tembak yang cukup sengit di kompleks kediaman para anggota kerajaan tersebut.

Kejadian itu langsung memicu rumor, yang cepat beredar di media sosial tentang kemungkinan 'kudeta' atau 'perlawanan politik' di Saudi.

Mungkin untuk meredam rumor ini, kepolisian di Riyadh mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan 'drone mainan berukuran kecil' ditembak jatuh karena diterbangkan di kawasan tertutup.

Menurut kantor berita resmi Saudi (SPA), drone tersebut diterbangkan di kawasan Khuzama di Riyadh, sekitar pukul 19.50 waktu setempat.

Belum diketahui siapa yang menerbangkan drone, tapi polisi Saudi menegaskan penyelidikan sudah dilangsungkan.

Belum juga ada penjelasan apakah ada korban atau kerusakan dalam insiden ini.

Seorang sumber yang tak bersedia disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters mengatakan bahwa Raja Salman tengah tak berada di kompleks istana saat kejadian penembakan drone berlangsung,

"Raja (Salman) tengah berada di Diriya," katanya kepada Reuters.

Pada 2017, seorang pria bersenjata mengeluarkan tembakan di pintu gerbang di kediaman raja di Jeddah, menewaskan dua petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya sebelum akhirnya ditembak mati.

Aparat menemukan senjata Kalashnikov dan tiga bom molotov.

Drone menjadi persoalan sensitif di Saudi karena di masa lalu kelompok perlawanan Houthi di Yaman menggunakan drone untuk menyerang sasaran di Riyadh.

Pemerintah Yaman mengatakan drone yang dipakai kelompok Houthi 'dipasok oleh Iran'.

Kelompok perlawanan ini juga menembakkan rudal ke wilayah Saudi.

Saudi memimpin koalisi sejumlah negara yang bertempur melawan kelompok Houthi di Yaman, yang dikatakan Saudi mendapat dukungan penuh pesaing Saudi di kawasan, Iran.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:38 WIB

KJRI Guangzhou bantu pulangkan 22 ABK Indonesia

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:22 WIB

Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Wapres hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com