Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Chicco Jerikho membayangkan gajah Sumatra untuk raih finis London Marathon

Senin, 23 April 2018 - 04:00 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia

Aktor Indonesia Chicco Jerikho mengatakan berhasil meraih garis finis London Marathon sejauh 42 kilometer di tengah nyeri kaki dengan membayangkan gajah Sumatra yang masuk dalam kategori sangat terancam punah.

Chicco termasuk di antara lebih dari 40.000 pelari yang ikut serta dalam maraton di London, yang secara resmi tercatat sebagai yang paling panas dalam 38 tahun penyelenggaraan lari di ibu kota Inggris ini dengan suhu udara mencapai 24,1 drajat C.

Dia mengaku pada kilometer ke 30, kakinya sudah terasa nyeri dan terus berupaya meraih garis finis dengan berulangkali mengingatkan dirinya bahwa tujuan maraton untuk menggalang dana bagi upaya konservasi gajah Sumatra.

Maraton London bermula di Greenwich, London tenggara, dengan garis finis di dekat Istana Buckingham.

Ratu Elizabeth secara resmi meresmikan pembukaan maraton pada pukul 10 pagi waktu setempat, Minggu (22/04), dengan menekan tombol dari Istana Windsor, yang berada di luar London.

"Yang terbayang adalah, ketika berkunjung ke Aceh tahun kemarin, semakin bertambah konflik antara gajah dan manusia, semakin banyak pembunuhan gajah. Yang terbayang adalah ketika saat saya lari, niat saya adalah untuk charity (sosial), ketika mulai capek, saya (ingatkan diri) gak boleh capek," kata Chicco setelah mencapai finish dengan catatan waktu waktu enam jam 16 menit.

"Ini untuk teman-teman saya, gajah-gajah di Sumatra, supaya gak ada konflik lagi, supaya gak ada lagi perburuan liar untuk mengambil gading gajah, semoga semua ini terwujud. Hasil charity akan saya beli pakan gajah dan tanaman penghalang gajah supaya bisa memisahkan gajah dengan pemukiman masyarakat, untuk mengurangi konflik antara gajah dan manusia," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Chicco sendiri menyatakan mendekati garis finis, kakinya mati rasa namun terus berlari.

"Saya gak bisa rasakan kaki saya lagi... dan saya fokus pada tujuan saya datang ke sini. Dan begitu lihat finis, lega banget," katanya.

"Buat saya ini lebih senang karena untuk konservasi gajah Sumatra dan kerja sama dengan teman-teman di Indonesia (di beberapa kota pada tanggal yang sama), kita lari bareng dan itu jadi tambah semangat," tambahnya.

Gajah Sumatra saat ini termasuk dalam kategori sangat terancam punah. Data dari World Wide Fund for Nature, WWF Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, BKSDA Riau menunjukkan, populasi gajah menurun drastis dari 1.300 ekor pada 1984 menjadi hanya 300 ekor pada 2009.

Selain Chicco, terdapat 38 orang Indonesia lain yang ikut dalam maraton London, salah satu yang terbesar di dunia.

Lari dengan berbagai kostum

Untuk pelari profesional, pelari Kenya Eliud Kipchoge memenangkan maraton London untuk ketiga kalinya dengan waktu 2:04:17, diikuti pelari Ethiophia, Tola Sura Kitata dengan 32 detik di belakang. Pelari Inggris Mo Farah di posisi ketiga dengan catatan waktu dua jam, enam menit dan 21 detik.

Pihak penyelenggara menyediakan enam unit alat penyiram serta kipas angin besar untuk para pelari di tengah suhu "terpanas" dalam sejarah maraton tersebut.

Maraton di London yang terpanas sebelumnya tercatat pada 1996 dan 2007 dengan suhu mencapai 22,6C, yang mengakibatkan seorang pelari meninggal dan 73 dirawat di rumah sakit.

Direktur London Marathon, Hugh Brasher, mengatakan pihak penyelenggara membagikan empat setengah liter air per orang.

Sebelum maraton dimulai, pihak penyelenggara telah memperingatkan kepada pelari yang menggunakan kostum khusus.

Sekitar 100 pelari berupaya untuk tercatat masuk dalam Guinness World Records dengan menggunakan berbagai kostum seperti baju baja, Beruang Paddington serta berbagai bentuk kostum lain.

Salah seorang pelari, Rob Pope, yang menggunakan baju lari bintang film Forrest Gump, menyelesaikan garis finis dengan waktu dua jam 36 menit.

Pope -yang pernah berlari sejauh 24.000 kilometer melintas Amerika mengikuti rute karakter Forrest Gump yang dimainkan Tom Hanks- mengatakan "tak pernah menyaksikan massa seperti di London."

Mereka yang mendaftar untuk ikut serta dalam maraton sebanyak 386.050 atay hampir sepertiga lebih banyak dari tahun 2017 dan merupakan jumlah terbesar sejauh ini dalam maraton dunia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Aktor Indonesia Chicco Jerikho mengatakan berhasil meraih garis finis London Marathon sejauh 42 kilometer di tengah nyeri kaki dengan membayangkan gajah Sumatra yang masuk dalam kategori sangat terancam punah.

Chicco termasuk di antara lebih dari 40.000 pelari yang ikut serta dalam maraton di London, yang secara resmi tercatat sebagai yang paling panas dalam 38 tahun penyelenggaraan lari di ibu kota Inggris ini dengan suhu udara mencapai 24,1 drajat C.

Dia mengaku pada kilometer ke 30, kakinya sudah terasa nyeri dan terus berupaya meraih garis finis dengan berulangkali mengingatkan dirinya bahwa tujuan maraton untuk menggalang dana bagi upaya konservasi gajah Sumatra.

Maraton London bermula di Greenwich, London tenggara, dengan garis finis di dekat Istana Buckingham.

Ratu Elizabeth secara resmi meresmikan pembukaan maraton pada pukul 10 pagi waktu setempat, Minggu (22/04), dengan menekan tombol dari Istana Windsor, yang berada di luar London.

"Yang terbayang adalah, ketika berkunjung ke Aceh tahun kemarin, semakin bertambah konflik antara gajah dan manusia, semakin banyak pembunuhan gajah. Yang terbayang adalah ketika saat saya lari, niat saya adalah untuk charity (sosial), ketika mulai capek, saya (ingatkan diri) gak boleh capek," kata Chicco setelah mencapai finish dengan catatan waktu waktu enam jam 16 menit.

"Ini untuk teman-teman saya, gajah-gajah di Sumatra, supaya gak ada konflik lagi, supaya gak ada lagi perburuan liar untuk mengambil gading gajah, semoga semua ini terwujud. Hasil charity akan saya beli pakan gajah dan tanaman penghalang gajah supaya bisa memisahkan gajah dengan pemukiman masyarakat, untuk mengurangi konflik antara gajah dan manusia," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Chicco sendiri menyatakan mendekati garis finis, kakinya mati rasa namun terus berlari.

"Saya gak bisa rasakan kaki saya lagi... dan saya fokus pada tujuan saya datang ke sini. Dan begitu lihat finis, lega banget," katanya.

"Buat saya ini lebih senang karena untuk konservasi gajah Sumatra dan kerja sama dengan teman-teman di Indonesia (di beberapa kota pada tanggal yang sama), kita lari bareng dan itu jadi tambah semangat," tambahnya.

Gajah Sumatra saat ini termasuk dalam kategori sangat terancam punah. Data dari World Wide Fund for Nature, WWF Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, BKSDA Riau menunjukkan, populasi gajah menurun drastis dari 1.300 ekor pada 1984 menjadi hanya 300 ekor pada 2009.

Selain Chicco, terdapat 38 orang Indonesia lain yang ikut dalam maraton London, salah satu yang terbesar di dunia.

Lari dengan berbagai kostum

Untuk pelari profesional, pelari Kenya Eliud Kipchoge memenangkan maraton London untuk ketiga kalinya dengan waktu 2:04:17, diikuti pelari Ethiophia, Tola Sura Kitata dengan 32 detik di belakang. Pelari Inggris Mo Farah di posisi ketiga dengan catatan waktu dua jam, enam menit dan 21 detik.

Pihak penyelenggara menyediakan enam unit alat penyiram serta kipas angin besar untuk para pelari di tengah suhu "terpanas" dalam sejarah maraton tersebut.

Maraton di London yang terpanas sebelumnya tercatat pada 1996 dan 2007 dengan suhu mencapai 22,6C, yang mengakibatkan seorang pelari meninggal dan 73 dirawat di rumah sakit.

Direktur London Marathon, Hugh Brasher, mengatakan pihak penyelenggara membagikan empat setengah liter air per orang.

Sebelum maraton dimulai, pihak penyelenggara telah memperingatkan kepada pelari yang menggunakan kostum khusus.

Sekitar 100 pelari berupaya untuk tercatat masuk dalam Guinness World Records dengan menggunakan berbagai kostum seperti baju baja, Beruang Paddington serta berbagai bentuk kostum lain.

Salah seorang pelari, Rob Pope, yang menggunakan baju lari bintang film Forrest Gump, menyelesaikan garis finis dengan waktu dua jam 36 menit.

Pope -yang pernah berlari sejauh 24.000 kilometer melintas Amerika mengikuti rute karakter Forrest Gump yang dimainkan Tom Hanks- mengatakan "tak pernah menyaksikan massa seperti di London."

Mereka yang mendaftar untuk ikut serta dalam maraton sebanyak 386.050 atay hampir sepertiga lebih banyak dari tahun 2017 dan merupakan jumlah terbesar sejauh ini dalam maraton dunia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 12:38 WIB

KJRI Guangzhou bantu pulangkan 22 ABK Indonesia

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 07:22 WIB

Dolar melemah tertekan data negatif ekonomi AS

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:25 WIB

Wapres hadiri pembukaan KTT ASEM ke-12

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com