Rabu, 17 Oktober 2018 | 15:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / ASEAN

KTT ASEAN hasilkan tiga dokumen

Senin, 30 April 2018 - 07:44 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
KTT ASEAN hasilkan tiga dokumen
KTT ASEAN hasilkan tiga dokumen

Elshinta.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN menghasilkan tiga dokumen tanpa ada satu pun yang menyebutkan kesepakatan untuk mengatasi isu kemanusiaan Rohingya.

Ketiga dokumen tersebut disampaikan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sebagai ketua ASEAN 2018 di Hotel Shangri-La, Singapura, Sabtu (28/4).

Ketiga dokumen hasil tersebut adalah:

  • Pernyataan Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Keamanan Siber,
  • Nota Konsep Jaringan Kota Pintar ASEAN (ASCN),
  • Visi Pemimpin untuk ASEAN yang Berketahanan dan Inovatif.

Dari ketiga dokumen hasil tersebut hanya pada Visi Pemimpin ASEAN sedikit disebutkan ada poin ke sepuluh tentang pentingnya penghormatan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar.

Poin tersebut menyebutkan "ASEAN menekankan kembali komitmen untuk memajukan dan melindungi HAM dan kebebasan dasar yang sejalan dengan Deklarasi HAM ASEAN (AHRD) dan Pernyataan Phnom Penh tentang Adopsi AHRD dan juga instrumen internasional tentang HAM yag diikuti negara-negara anggota ASEAN.

Padahal, berbagai pihak, termasuk dari Komisi Antarpemerintahan ASEAN untuk HAM (AICHR) dan Parlemen ASEAN untuk HAM(APHR), telah menyampaikan seruan kepada para pemimpin ASEAN agar dapat menghasilkan pernyataan yang kuat agar ASEAN dapat segera bertindak mengatasi masalah kemanusiaan Rohingya.

Kepala Pusat Studi ASEAN The Habibie Center Ibrahim Almuttaqi menyayangkan para pemimpin ASEAN membatasi diri dengan hanya menghasilkan tiga dokumen hasil, padahal ada isu krisis kemanusiaan Rohingya yang mendesak untuk diatasi di kawasan Asia Tenggara.

Ibrahim berpendapat bahwa ketidakhadiran Aung San Suu-Kyi di KTT ASEAN seharusnya dapat dimanfaakan para pemimpin ASEAN lainnya untuk mengeluarkan pernyataan yang lebih kuat terkait penyelesaian krisis kemanusiaan Rohingya.

"Sayangnya, di bawah keketuaan Singapura keinginan kita untuk mendapatkan penyampaian yang jelas tentang perlindungan hak asasi manusia terlalu terpecah-pecah dan pada akhirnya terlewatkan," kata dia.

Sementara itu, dua dokumen lainnya, yakni Pernyataan Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Kemananan Siber dan ASCN bersifat lebih praktis sebagai panduan bagi kerja sama internal negara-negara anggota di bidang keamanan siber dan pembangunan jaringan kota pintar melalui berbagai program.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:41 WIB

Ribuan petani unjuk rasa nilai SK Bupati penertiban KJA merugikan

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Menteri KKP sebut pemicu perang masa depan adalah sumber daya alam

Pembangunan | 17 Oktober 2018 - 15:15 WIB

Presiden ingin rumah sakit Indonesia menjadi `Smart Hospital`

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 15:07 WIB

Presiden: Teknologi picu gaya hidup tidak sehat

Hukum | 17 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Fayakhun mengaku dikenalkan keluarga Jokowi kasus Bakamla

Aktual Dalam Negeri | 17 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Lubang di ruang anggota fraksi DPR Demokrat diketahui sejak Selasa

Elshinta.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-32 ASEAN menghasilkan tiga dokumen tanpa ada satu pun yang menyebutkan kesepakatan untuk mengatasi isu kemanusiaan Rohingya.

Ketiga dokumen tersebut disampaikan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong sebagai ketua ASEAN 2018 di Hotel Shangri-La, Singapura, Sabtu (28/4).

Ketiga dokumen hasil tersebut adalah:

  • Pernyataan Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Keamanan Siber,
  • Nota Konsep Jaringan Kota Pintar ASEAN (ASCN),
  • Visi Pemimpin untuk ASEAN yang Berketahanan dan Inovatif.

Dari ketiga dokumen hasil tersebut hanya pada Visi Pemimpin ASEAN sedikit disebutkan ada poin ke sepuluh tentang pentingnya penghormatan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar.

Poin tersebut menyebutkan "ASEAN menekankan kembali komitmen untuk memajukan dan melindungi HAM dan kebebasan dasar yang sejalan dengan Deklarasi HAM ASEAN (AHRD) dan Pernyataan Phnom Penh tentang Adopsi AHRD dan juga instrumen internasional tentang HAM yag diikuti negara-negara anggota ASEAN.

Padahal, berbagai pihak, termasuk dari Komisi Antarpemerintahan ASEAN untuk HAM (AICHR) dan Parlemen ASEAN untuk HAM(APHR), telah menyampaikan seruan kepada para pemimpin ASEAN agar dapat menghasilkan pernyataan yang kuat agar ASEAN dapat segera bertindak mengatasi masalah kemanusiaan Rohingya.

Kepala Pusat Studi ASEAN The Habibie Center Ibrahim Almuttaqi menyayangkan para pemimpin ASEAN membatasi diri dengan hanya menghasilkan tiga dokumen hasil, padahal ada isu krisis kemanusiaan Rohingya yang mendesak untuk diatasi di kawasan Asia Tenggara.

Ibrahim berpendapat bahwa ketidakhadiran Aung San Suu-Kyi di KTT ASEAN seharusnya dapat dimanfaakan para pemimpin ASEAN lainnya untuk mengeluarkan pernyataan yang lebih kuat terkait penyelesaian krisis kemanusiaan Rohingya.

"Sayangnya, di bawah keketuaan Singapura keinginan kita untuk mendapatkan penyampaian yang jelas tentang perlindungan hak asasi manusia terlalu terpecah-pecah dan pada akhirnya terlewatkan," kata dia.

Sementara itu, dua dokumen lainnya, yakni Pernyataan Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Kemananan Siber dan ASCN bersifat lebih praktis sebagai panduan bagi kerja sama internal negara-negara anggota di bidang keamanan siber dan pembangunan jaringan kota pintar melalui berbagai program.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 06:10 WIB

Dolar AS melemah tertekan data ekonomi negatif

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:02 WIB

ASEAN setujui proposal Indonesia labeling tuna

Senin, 15 Oktober 2018 - 11:01 WIB

Tertekan, pasar saham Asia melemah

Minggu, 14 Oktober 2018 - 18:16 WIB

Malaysia tenggelamkan enam perahu asing

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com