Jumlah konsentrasi GRK Indonesia dekati 400 ppm
Rabu, 02 Mei 2018 - 07:47 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber fptp: https://bit.ly/2FwWZjn

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat konsentrasi gas rumah kaca (GRK) sudah mendekati angka 400 ppm.

"Itu adalah kondisi pengukuran terakhir pada Maret 2018," kata Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Budi Satria di Palupuah, Agam, Selasa (1/5).

Ia menerangkan, angka itu mewakili kondisi konsentrasi gas rumah kaca di Indonesia, karena hanya stasiun tersebut yang rutin melakukan sampling gas rumah kaca untuk dikirim lalu diteliti National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Amerika Serikat.

Angka 400 ppm berarti jumlah partikel yang terukur dalam satu juta partikel udara terdapat 400 gas karbon. Kondisi itu sudah menjadi perhatian para peneliti. Pada masa praindustri konsentrasi gas rumah kaca berada di angka 280 ppm.

Gas rumah kaca tersebut pengaruhnya pada peningkatan suhu bumi yang nantinya juga akan berpengaruh pada kelangsungan makhluk hidup. Jika tanpa upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, peneliti memprediksi pada tahun 2100 angka tersebut menjadi 900 ppm, artinya dalam keadaan itu hutan-hutan hilang.

"Pada kondisi itu suhu meningkat dua derajat celcius sejak praindustri. Sampai sekarang saja suhu sudah meningkat 0,8 derajat celcius. Sudah cukup panas bukan?," ujarnya.

Angka gas rumah kaca yang terukur di Bukit Kototabang dan mewakili kondisi Indonesia tersebut masih di bawah angka global yang sudah di atas 400 ppm.
Meski demikian, menurut dia, sudah harus dilakukan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca misalnya lewat penghijauan dan menghindari aktivitas membakar lahan. (Ant)  

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 14 Januari 2019 - 18:31 WIB
Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dianugerahi Piala Adipura untuk ketiga kal...
Senin, 14 Januari 2019 - 17:41 WIB
Elshinta.com - Prestasi penghargaan kota terbersih kembali diraih Kabupaten Kudus, Jawa Te...
Minggu, 13 Januari 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Kota Surabaya, Jawa Timur, akan menerima tiga penghargaan dari Kementerian ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:26 WIB
Elshinta.com - Dalam memperingati Hari Sejuta Pohon, pengelola Bandara Internasional Soeka...
Selasa, 08 Januari 2019 - 17:16 WIB
Elshinta.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menggalakkan pengurangan sampah plastik d...
Selasa, 08 Januari 2019 - 13:42 WIB
Elshinta.com - Kepala Distrik Sentani, Budi Yokhu meninjau saluran drainase, yang ada...
Senin, 07 Januari 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai mengantisipasi terj...
Kamis, 03 Januari 2019 - 21:13 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah akan memperluas dan menyiapkan ...
Kamis, 03 Januari 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia optimis kesepakatan mengenai upaya penurunan emisi den...
Selasa, 01 Januari 2019 - 21:52 WIB
Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan aka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)